BLITAR – Tren perjalanan wisata ke Nusa Tenggara Timur terus meningkat, dan salah satu paket yang paling banyak diminati wisatawan adalah one day trip Labuan Bajo. Hal inilah yang diceritakan dalam sebuah video perjalanan yang menampilkan pengalaman lengkap menjelajahi sejumlah destinasi ikonik di kawasan tersebut. Mulai dari Pulau Padar, Pink Beach, Komodo National Park, hingga Taka Makassar dan Manta Point, seluruh rangkaian perjalanan ini menyuguhkan cerita lengkap tentang tantangan, panorama, dan pengalaman unik yang layak menjadi panduan calon pelancong.
Dalam video tersebut, sang kreator menceritakan keberangkatan dari Surabaya menuju Bandara Labuan Bajo sebelum mengikuti one day trip Labuan Bajo yang sudah dipesan melalui agen tour. Ia menekankan pentingnya melakukan riset terlebih dahulu mengingat banyaknya penyedia jasa tour dengan harga serta fasilitas berbeda.
Tepat pukul 08.00 WITA, rombongan dijemput menuju Pelabuhan Labuan Bajo yang sudah ramai oleh wisatawan. Setelah proses registrasi dan instruksi keselamatan, para peserta naik ke kapal untuk memulai perjalanan panjang menjelajah berbagai destinasi unggulan.
Pendakian Menantang ke Pulau Padar
Destinasi pertama adalah Pulau Padar, ikon wisata Labuan Bajo yang terkenal dengan panorama perbukitannya. Dari pelabuhan menuju pulau ini membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Sesampainya di dermaga, rombongan langsung menuju jalur pendakian yang terbagi dalam lima pos.
Trek menuju puncak Pulau Padar disebut cukup menantang, terutama bagi wisatawan yang tidak terbiasa berolahraga. Durasi pendakian normal berkisar 30–45 menit, namun suhu panas khas Labuan Bajo membuat stamina cepat menurun. Medan di pos awal masih berupa tangga, tetapi jalur menuju pos 3 hingga pos 5 semakin terjal, sempit, berpasir, dan dipenuhi batuan besar.
Wisatawan disarankan menggunakan sepatu atau sandal gunung yang nyaman agar tidak tergelincir. Setelah perjuangan panjang, puncak Pulau Padar menyuguhkan pemandangan spektakuler yang membuat seluruh rasa lelah terbayarkan.
Keindahan Pink Beach yang Instagramable
Tujuan kedua adalah Pink Beach Padar Island yang dikenal sebagai pantai berpasir merah muda. Warna pink muncul dari campuran pasir putih dan serpihan karang merah yang hancur oleh ombak. Pantai unik ini menjadi favorit wisatawan untuk berenang dan berjemur.
Bagi penggemar fotografi, Pink Beach merupakan spot wajib karena panorama dan warna pasirnya menghasilkan foto yang sangat instagramable. Wisatawan juga diimbau memakai tabir surya mengingat teriknya matahari Labuan Bajo.
Ketegangan Bertemu Komodo di Pulau Komodo
Destinasi ketiga adalah Komodo National Park. Selain makan siang yang telah disiapkan tour, wisatawan juga mendapatkan pengarahan dari ranger tentang bahaya komodo. Sang pemandu bahkan menceritakan insiden masa lalu ketika wisatawan asing tewas akibat gigitan komodo karena akses medis yang jauh.
Awalnya rombongan tidak menemukan komodo saat hunting, hingga akhirnya ranger mengajak mereka tracking ke bukit. Di sana, dua ekor komodo berhasil ditemukan. Saat perjalanan turun, tiga komodo lain termasuk satu anak komodo terlihat berkeliaran di sekitar jalur.
Ranger mengingatkan agar wisatawan tidak mengambil foto dari jarak terlalu dekat dan selalu meminta pendampingan petugas.
Main Air di Taka Makassar & Bertemu Pari Manta di Manta Point
Perhentian berikutnya adalah Taka Makassar yang dikenal dengan pasir putih berbentuk bulan sabit. Sayangnya, saat kunjungan terjadi pasang sehingga bentuk ikonik itu tidak tampak. Meski begitu, wisatawan tetap bisa turun ke air untuk bermain pasir, snorkling, atau berenang.
Destinasi terakhir adalah Manta Point, surga bagi pencinta snorkeling dan diving. Di lokasi ini, wisatawan bisa melihat pari manta raksasa secara langsung. Video memperlihatkan momen ketika peserta trip berhasil bertemu manta dan tak bisa menyembunyikan rasa takjub.
Kesan Perjalanan dan Harapan untuk Kembali
Perjalanan ditutup dengan ajakan sang kreator kepada penonton untuk berbagi pengalaman traveling di Labuan Bajo. Ia mengakui masih banyak destinasi lain yang belum sempat dikunjungi dan berharap bisa kembali mengikuti trip dua hari satu malam atau tiga hari dua malam menggunakan kapal phinisi.
One day trip Labuan Bajo digambarkan sebagai perjalanan yang padat, menantang, sekaligus menghadirkan pengalaman berharga yang wajib dicoba wisatawan pecinta alam dan petualangan.
Editor : Bherliana Naysila Putri Suwandi