BLITAR KAWENTAR – Wisata Rohani Yerusalem kembali menjadi magnet bagi umat Kristiani yang ingin merasakan perjalanan iman ke Tanah Perjanjian. Dalam Holyland Tour yang berlangsung pada 29 Maret hingga 9 April 2025, para peserta dari Indonesia membagikan pengalaman religius yang penuh haru, sukacita, dan refleksi mendalam di sejumlah lokasi suci, mulai dari Mesir, Israel, hingga Yordania.
Perjalanan Wisata Rohani Yerusalem kali ini dimulai dari Mesir, tepatnya di Kota Sharm El Sheikh yang kerap dijuluki sebagai “Balinya Mesir.” Keindahan panorama Laut Merah, terumbu karang, dan ikan berwarna-warni menjadi pemandangan pembuka yang menakjubkan bagi para peserta sebelum memasuki rangkaian lokasi bersejarah Alkitab. Banyak peserta mengaku terkagum-kagum karena keindahan laut di wilayah ini bahkan disebut lebih mempesona daripada Bali.
Pendakian Puncak Gunung Sinai
Puncak spiritualitas dalam Wisata Rohani Yerusalem ini terjadi saat rombongan mencapai Gunung Sinai. Dengan penuh rasa syukur, peserta berkata, “Puji Tuhan, kami sudah sampai di puncak Gunung Sinai bersama Tuhan.”
Baca Juga: Menkeu Ungkap Formasi CPNS 2026 Sudah Masuk APBN, Ini 4 Sektor Prioritas yang Paling Diburu Pelamar!
Momen tersebut menjadi sangat emosional bagi sebagian peserta. Pendakian yang panjang dan melelahkan dipandang sebagai simbol perjalanan iman. Mereka merasakan secara langsung suasana tempat Musa menerima Sepuluh Perintah Tuhan. Ada yang sampai meneteskan air mata ketika melihat langsung lokasi-lokasi yang selama ini hanya dibaca melalui Alkitab.
Beberapa peserta bahkan mengungkapkan bahwa pendakian tersebut membuka pemahaman baru mengenai pengorbanan Yesus—saat mereka mendengarkan penjelasan pendeta mengenai kisah sengsara. “Kalau ini baru yang ringan, bagaimana penderitaan-Nya yang sebenarnya? Sambil memikul salib dan dicambuk,” tutur salah satu peserta dengan suara bergetar.
Mengunjungi Tempat Yesus Ditangkap dan Disalibkan
Dalam perjalanan memasuki Israel, rombongan mengunjungi tempat-tempat yang memiliki nilai sejarah tinggi dalam kehidupan Yesus, termasuk lokasi penangkapan dan jalur jalan salib.
Baca Juga: Women’s March Blitar, Komunitas Peduli Hak-hak Perempuan dan Kelompok Rentan, Begini Kiprahnya
Seorang peserta menceritakan ulang penjelasan tour guide: “Di tempat itu Yesus ditangkap dan dikhianati. Itulah sebabnya lokasi ini disebut tanah suci. Tuhan kita pernah naik turun memakai tangga ini.”
Rombongan juga disuguhi ringkasan sejarah lengkap oleh pendeta dan pembimbing rohani. Para peserta menilai penjelasan tersebut sangat membantu dan membuat mereka memahami Alkitab dengan lebih mendalam. “Pelayanan dari mobil sampai lokasi sungguh bagus. Saya benar-benar mendapatkan banyak hal yang belum pernah saya dengar sebelumnya,” ujar salah satu jamaah.
Mengunjungi Tempat Bersejarah 22 Tahun Lalu
Dalam salah satu sesi perjalanan, peserta diajak melihat reruntuhan bangunan yang menjadi tempat tinggal sebuah keluarga puluhan tahun silam. Tour leader menjelaskan bagaimana keluarga tersebut pernah hidup di kawasan itu, tidur dan beraktivitas sehari-hari sebelum akhirnya pindah. Lokasi itu menguatkan kesadaran peserta bahwa Tanah Suci menyimpan begitu banyak sejarah kehidupan nyata yang terasa dekat dengan kisah kitab suci.
Baca Juga: Menanam Cerdas Sejak Dini: Literasi Finansial untuk Generasi Emas 2045
Akhir Perjalanan: Gunung Nebo di Yordania
Perjalanan Wisata Rohani Yerusalem ditutup di Gunung Nebo, Yordania. Dari puncak gunung inilah Musa dikisahkan melihat Tanah Perjanjian sebelum wafat. Para peserta terlihat haru menyaksikan panorama yang sama, dengan sebagian berdoa dan bersyukur atas perjalanan yang telah mereka lalui sejak Mesir hingga Israel.
“Semua perjalanan lancar, dari Mesir, Israel, sampai Yordania. Terima kasih untuk seluruh tim tour guide,” ungkap seorang peserta menjelang akhir perjalanan.
Ajakan Bergabung dalam Holyland Tour Selanjutnya
Banyak peserta yang telah mengikuti perjalanan ini merekomendasikan saudara-saudara Kristiani lainnya untuk bergabung. Menurut mereka, pengalaman melihat langsung lokasi Alkitab adalah anugerah luar biasa yang tidak tergantikan.
“Jangan disimpan-simpan uangnya. Kalau ada kesempatan, ikutlah. Perjalanan ini mengubah hidup,” ujar peserta lain sambil tersenyum.
Sepanjang perjalanan, nyanyian "Haleluya" menggema dalam berbagai bahasa—Indonesia, Ibrani, hingga Arab—menjadi simbol persatuan rohani dalam perjalanan penuh makna tersebut. Holyland Tour kali ini benar-benar menjadi pengalaman tak terlupakan bagi seluruh peserta yang merindukan kedekatan spiritual melalui Wisata Rohani Yerusalem.
(*)
Editor : Rahma Nur Anisa