BLITAR – Kebiasaan ngopi pagi kini semakin digemari anak-anak muda. Hal tersebut mendapat perhatian dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar. Mengonsumsi kopi pada dasarnya tidak menjadi masalah selama kondisi tubuh seseorang berada pada keadaan ideal.
Kepala Dinkes Kabupaten Blitar, dr Christine Indrawati menegaskan, respons tubuh terhadap kafein dapat berbeda-beda. Sebenarnya, selama kondisinya ideal tidak masalah, karena kopi itu memang ada kafeinnya dan respons tubuh seseorang terhadap kafein itu berbeda-beda.
Dia bahkan mengakui tidak bisa minum kopi di pagi hari karena dapat memicu rasa berdebar. “Karena pagi kalau perut masih kosong lalu ngopi itu rasanya bikin berdebar,” katanya.
Dr Christine menyebut efek kopi yang membuat sebagian orang merasa segar adalah hal yang wajar karena adanya rangsangan kerja saraf simpatis. Kebiasaan minum kopi di pagi hari tetap aman selama tubuh tidak menunjukkan penolakan seperti gangguan lambung atau jantung berdebar.
Dia juga menyinggung soal pilihan kopi manis atau pahit. Menurutnya, konsumsi gula berlebih lebih berpengaruh negatif terhadap kesehatan. “Kalau ditanya lebih berpengaruh yang mana terhadap kesehatan? Jika dampak negatif, maka lebih berpengaruh kalau dia manis,” jelasnya.
Selain kopi, tren makanan rebus seperti singkong dan pisang juga sedang digemari anak-anak muda. dr Christine menilai hal tersebut sebagai kebiasaan positif. “Kalau berbicara rebus-rebusan itu sebetulnya sangat bagus untuk tubuh kita. Orang Indonesia itu suka yang digoreng-goreng,” tuturnya.
Pola makan tinggi gorengan, lanjutnya, sering menjadi pemicu obesitas dan hiperkolesterol. Dia menyebut makanan rebus atau kukus memiliki kalori yang lebih rendah dibanding makanan yang digoreng sehingga lebih baik untuk kesehatan jangka panjang.
Namun, dia mengingatkan agar konsumsi karbohidrat dan gula tetap diperhitungkan, termasuk pada makanan rebus yang memiliki rasa manis. “Pisang itu kan ada yang manis banget. Nah itu makan berapa banyak yang dia cukup memenuhi kebutuhan gula harian,” tuturnya. (kho/c1/ynu) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah