Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Yahya Alkatiri Dipecat Persebaya, Suporter Mengamuk hingga Krisis Striker Kian Parah

Dimas Galih Nur Hendra Saputra • Rabu, 19 November 2025 | 23:00 WIB
Yahya Alkatiri Dipecat Persebaya, Suporter Mengamuk hingga Krisis Striker Kian Parah
Yahya Alkatiri Dipecat Persebaya, Suporter Mengamuk hingga Krisis Striker Kian Parah

BLITAR – Kabar mengejutkan datang dari tubuh Persebaya Surabaya. Yahya Alkatiri dipecat Persebaya setelah rangkaian hasil kurang memuaskan yang membuat manajemen mengambil langkah tegas. Meski belum ada pernyataan resmi, keputusan mendepak Yahya usai laga melawan PSBS Biak pada 24 Oktober memicu kehebohan besar di kalangan suporter.

Laporan pertama muncul dari akun @emijiwaku.com yang menyebut Yahya tidak lagi menjabat sebagai manajer tim. Isyarat ketidakpuasan manajemen makin kuat setelah performa Persebaya terus menurun dalam beberapa pekan terakhir. Tak hanya soal hasil, dinamika internal klub selama masa kepemimpinan Yahya turut menjadi sorotan publik.

Masa Kepemimpinan Yahya Penuh Kontroversi

Yahya Alkatiri mulai dipercaya sebagai manajer Persebaya pada 3 April 2022. Dalam perjalanannya, sejumlah kebijakan transfer hingga arah pengembangan tim kerap menuai kritik. Di sisi lain, sebagian kelompok Bonek menilai keputusan-keputusan manajemen di era Yahya kurang sejalan dengan kebutuhan tim.

Tekanan terhadap Yahya makin berat ketika tim gagal menunjukkan konsistensi di kompetisi Liga 1 musim ini. Seruan evaluasi pun menguat, hingga akhirnya Yahya Alkatiri dipecat Persebaya, menjadi titik balik yang diharapkan membawa perubahan positif.

Kini publik menanti langkah lanjutan manajemen. Siapa penggantinya dan bagaimana arah pembangunan tim ke depan menjadi pertanyaan besar bagi pendukung Bajol Ijo.

Suporter Greenord Melakukan Aksi Protes Keras

Pemecatan Yahya bukan satu-satunya gejolak di tubuh Persebaya. Kelompok suporter Greenord melakukan aksi protes mendatangi official tim. Mereka menuntut evaluasi total setelah 10 laga beruntun berakhir dengan performa mengecewakan.

Dalam orasinya, Greenord menegaskan bahwa tuntutan bukan sekadar kemenangan, tetapi perubahan mendasar dalam tubuh tim. “Kami menuntut tim ini selalu haus akan kemenangan,” tegas mereka. Suporter bahkan memperingatkan bahwa akan ada gerakan lebih besar jika manajemen terus mengabaikan kritik.

Aksi protes ini muncul jelang laga panas kontra Arema FC. Bagi suporter, pertandingan derbi tak hanya soal gengsi, tetapi momentum yang bisa menentukan arah perjalanan Persebaya musim ini.

Krisis Striker Semakin Parah

Masalah lain yang membayangi Persebaya adalah mandulnya lini depan. Dua striker anyar, Mihailo Perovic dan Diego Mauricio, belum mampu menjawab ekspektasi. Perovic hanya mencetak dua gol dari sepuluh laga, sementara Diego bahkan baru bermain 20 menit sepanjang musim.

Situasi ini membuat manajemen mencari solusi cepat. Dua bomber timnas Indonesia, Mauro Zilstra dan Ramadan Sananta, disebut sebagai opsi potensial untuk memperkuat Persebaya pada putaran kedua Liga 1 2025–2026. Keduanya sedang menghadapi situasi pelik di klub masing-masing dan disebut “available” untuk direkrut.

Mauro Zilstra mengaku sedang mencari klub baru setelah jarang dimainkan FC Volendam. Di sisi lain, Ramadan Sananta terancam tersingkir karena klubnya mengincar dua striker Amerika Latin. Persebaya bisa memanfaatkan celah ini untuk membangun ulang ketajaman serangan.

Kabar Baik: Koko Ari Comeback Jelang Derby Jatim

Di tengah kegelisahan suporter, Persebaya menerima angin segar dari pulihnya bek Koko Ari Araya. Setelah absen cukup lama akibat cedera otot paha, Koko sudah kembali berlatih penuh bersama tim.

Dokter tim, Ahmad Ridoy, menyebut kondisi Koko terus membaik dan stabil. Ia sudah ikut sesi latihan lengkap mulai rondo hingga small-side game. Kehadiran Koko sangat penting untuk menghadapi ancaman serangan sayap Arema FC.

Derby Jawa Timur yang digelar pada 22 November 2025 di Stadion Gelora Bung Tomo menjadi laga yang bukan hanya soal tiga poin, tetapi harga diri. Kebangkitan Koko diharapkan bisa memberi tambahan energi bagi tim di tengah tekanan besar dari suporter.

Persebaya di Titik Krusial

Setelah Yahya Alkatiri dipecat Persebaya, gelombang protes suporter, krisis striker, dan duel panas menghadapi Arema FC, masa depan Persebaya berada di titik paling krusial musim ini. Langkah manajemen dalam beberapa hari ke depan akan sangat menentukan apakah Bajol Ijo mampu bangkit atau justru semakin terpuruk.

Editor : Dimas Galih Nur Hendra Saputra
#Greenord #derby jatim #Mauro Zilstra #persebaya surabaya #Yahya Alkatiri