BLITAR – Bursa pelatih Liga 1 Indonesia kembali memanas setelah kabar mengejutkan muncul dari internal Persebaya Surabaya. Mantan pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares, disebut telah mencapai kesepakatan awal untuk menjadi arsitek baru Bajol Ijo pada musim kompetisi mendatang. Meski belum diumumkan secara resmi, rumor ini langsung menyedot perhatian publik sepak bola nasional.
Kabar ini pertama kali beredar setelah Tavares dikabarkan menerima tawaran resmi dari Persebaya, tak lama setelah ia memutuskan mundur dari kursi pelatih PSM karena persoalan finansial. Dalam beberapa pekan terakhir, masa depan pelatih asal Portugal itu memang ramai dibicarakan, terutama setelah ia secara terbuka menyebut masalah pembayaran gaji sebagai salah satu alasan kepergiannya dari klub berjuluk Juku Eja tersebut.
Tavares Disebut Sudah Sepakat, Tinggal Urusan Administratif
Menurut sumber yang dekat dengan negosiasi, Tavares telah menjalin komunikasi intens dengan manajemen Persebaya Surabaya. Kesepakatan verbal kabarnya telah dicapai, tinggal menunggu penyelesaian sejumlah hal administratif dengan PSM Makassar.
Urusan ini termasuk dokumen kontrak terakhir dan penyelesaian beberapa kewajiban finansial sebelum Tavares benar-benar bisa menandatangani kontrak resmi sebagai pelatih kepala.
Meski demikian, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak Persebaya maupun Tavares sendiri. Mereka masih menutup rapat detail kontrak, termasuk durasi kerja dan nilai yang ditawarkan oleh manajemen Bajol Ijo.
Rekam Jejak Gemilang di PSM Makassar
Nama Bernardo Tavares bukan sosok asing di Liga 1. Sejak didatangkan oleh PSM Makassar, ia berhasil membawa klub tersebut meraih prestasi besar, termasuk menjuarai Liga 1. Gaya kepelatihannya yang disiplin, fokus pada taktik, serta kemampuan mengembangkan pemain muda membuatnya menjadi salah satu pelatih asing dengan dampak terbesar dalam beberapa musim terakhir.
Ia dikenal sebagai pelatih yang berani memberikan kesempatan kepada talenta muda. Beberapa pemain akademi PSM berhasil menembus kompetisi level atas di bawah polesan tangan Tavares.
Jejak inilah yang membuat Persebaya tampak tertarik. Manajemen Bajol Ijo memang sedang berfokus memperkuat fondasi tim dengan kombinasi pemain muda dan senior berpengalaman.
Ekspektasi Tinggi Suporter Persebaya
Jika benar Tavares merapat, maka ia akan menghadapi salah satu tantangan terbesar dalam kariernya di Indonesia. Kultur klub Persebaya Surabaya dikenal memiliki ekspektasi yang sangat tinggi, terutama dari suporter fanatik Bonek dan Bonita.
Mereka menuntut permainan yang energik, ngotot, dan penuh determinasi—ciri khas yang selalu mereka banggakan.
Selain tekanan suporter, kompetisi Liga 1 musim depan juga diprediksi berjalan lebih ketat. Banyak klub yang mulai memperkuat skuad dan jajaran pelatih mereka. Dalam kondisi itu, Tavares musti bisa beradaptasi cepat dengan lingkungan baru, karakter pemain, hingga dinamika manajemen.
Babak Baru Bagi Persebaya
Dari sisi klub, mendatangkan pelatih sekelas Tavares jelas menjadi langkah strategis untuk memulai babak baru. Persebaya selama beberapa musim terakhir mengalami inkonsistensi performa. Pergantian pelatih dan dinamika internal membuat pergerakan tim sulit stabil.
Tavares dipandang sebagai figur yang dapat membawa perubahan, terutama berkat pengalamannya mengelola skuad dengan sumber daya terbatas di PSM namun tetap mampu memberikan hasil maksimal.
Jika resmi menukangi Persebaya, ia diharapkan bisa menghadirkan gaya bermain yang lebih agresif, efektif, dan konsisten.
Ditunggu Pengumuman Resminya
Hingga kini, publik sepak bola nasional masih menunggu apakah Persebaya benar-benar akan mengumumkan Tavares sebagai pelatih baru.
Jika kabar ini benar, maka musim depan bisa menjadi salah satu musim paling menarik bagi Bajol Ijo, sekaligus menjadi ujian besar bagi pelatih asal Portugal tersebut.
Untuk saat ini, yang jelas adalah satu hal: rumor kedatangan Tavares ke Persebaya telah membuat bursa pelatih Liga 1 makin memanas, dan para Bonek sudah mulai menyusun harapan tinggi untuk menyambut era baru di Surabaya.
Editor : Bherliana Naysila Putri Suwandi