BLITAR – Situasi di tubuh Persebaya Surabaya makin memanas. Posisi pelatih kepala Edu Perres berada dalam tekanan besar setelah rangkaian hasil buruk yang membuat manajemen mulai menyusun daftar calon pengganti. Tak tanggung-tanggung, tujuh pelatih grade A disebut sudah masuk radar Bajol Ijo. Di saat bersamaan, dua pemain asing juga terancam dilepas, sementara isu masa depan Marcelino Ferdinand kembali jadi sorotan publik.
Kursi kepelatihan Persebaya kini menjadi salah satu topik paling ramai dibicarakan di Liga 1. Rekor tiga kali seri, satu kalah, dan satu kemenangan dalam lima laga terakhir membuat Bonek semakin mendesak manajemen melakukan perubahan. Kekalahan telak 1–3 dari Persija di kandang bahkan memicu gelombang protes yang kian besar. Saat ini Persebaya masih tertahan di posisi kedelapan klasemen sementara dengan 15 poin dari 10 pertandingan.
Tujuh Calon Pelatih Masuk Radar Persebaya
Daftar kandidat pelatih baru Persebaya mencuri perhatian publik karena berisi nama-nama besar dengan rekam jejak kelas dunia maupun level top Asia.
Nama paling depan adalah Bernardo Tavares, mantan pelatih PSM Makassar yang sukses membawa Juku Eja juara Liga 1 2022–2023. Ia kini berstatus bebas setelah berpisah dengan PSM dan dikabarkan sudah menjalin komunikasi awal dengan manajemen Persebaya.
Selain itu, ada Kim Dohun dari Korea Selatan, pelatih berlisensi lengkap dengan empat gelar dari dua liga berbeda. Ia sedang tidak menangani klub dan disebut terbuka dengan tawaran dari Persebaya.
Dari Brasil, muncul nama Joel Cornelli, mantan pelatih Arema yang punya prestasi stabil dengan catatan 10 menang, 5 seri, dan 5 kalah. Meski kini melatih sepak bola wanita, namanya tetap dipertimbangkan karena gaya kepelatihannya dinilai cocok dengan karakter tim Persebaya.
Nama besar lain adalah Thomas Doll, eks pelatih Persija dan Borussia Dortmund. Sejak berpisah dengan Persija pada Juni 2024, Doll masih menganggur. Namun, manajemen harus siap mengeluarkan anggaran besar bila ingin meminangnya mengingat kebiasaannya mendatangkan pemain top Eropa.
Masuk juga Sergio Varias, pelatih berpengalaman di Asia yang terakhir menangani Kazma SC. Dengan status bebas kontrak, ia bisa didatangkan tanpa biaya transfer.
Kandidat berikutnya adalah Park Hang-seo, sosok besar yang pernah membawa Vietnam tampil impresif di kancah Asia. Meski pernah menolak negosiasi dengan Persebaya, statusnya yang kini tanpa klub membuat peluang kembali terbuka.
Nama terakhir adalah Alfredo Vera, pelatih yang berjasa membawa Persebaya juara Liga 2 musim 2017 dan promosi ke Liga 1. Ia baru berpisah dengan Madura United dan menjadi opsi bernuansa nostalgia bagi Bonek.
Dua Pemain Asing Persebaya Terancam Dilepas
Di tengah panasnya isu pelatih, manajemen juga disebut tengah mengevaluasi dua pemain asing: Diego Mauricio dan Leo Lelis. Keduanya dianggap belum tampil sesuai ekspektasi dan masuk daftar pemain yang berpotensi didepak pada bursa transfer paruh musim.
Diego Mauricio menjadi sorotan utama karena minim kontribusi. Didatangkan dari Odysseia FC dengan nilai transfer sekitar Rp4,78 miliar, ia hanya tampil 20 menit sejauh ini. Padahal, pemain asal Brasil tersebut memiliki rekam jejak panjang, pernah satu tim dengan Neymar dan bermain bersama Ronaldinho di Flamengo. Namun performanya di Surabaya jauh dari harapan.
Sementara itu, Leo Lelis yang kembali ke Persebaya setelah tampil pada musim 2022–2023 juga belum memberikan dampak signifikan. Meski punya pengalaman bermain di sembilan klub berbeda, posisinya kini terancam setelah evaluasi internal. Bila benar dilepas, Persebaya harus segera mencari bek asing baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan tim.
Isu Masa Depan Marcelino Ikut Memanas
Tak berhenti pada pelatih dan pemain asing, Persebaya kembali terseret dalam isu masa depan mantan wonderkid mereka, Marcelino Ferdinand. Di Eropa, Marcelino dikabarkan wajib memenuhi target menit bermain tertentu bersama AS Trencin. Jika target tidak tercapai, ia otomatis akan dipindahkan ke klub lain yang disebut sebagai “klub X”.
Bahkan, jika Marcelino menolak dan memilih klub lain, ia harus membayar penalti sebesar 25 persen dari nilai kontraknya. Situasi ini membuat masa depannya berada dalam tekanan besar, apalagi ia belum bisa bergabung dengan pemusatan latihan timnas U-23 karena klubnya belum memberi izin.
Pelatih Indra Sjafri menyebut PSSI masih berupaya melobi klub luar negeri untuk melepas pemain diaspora yang memenuhi regulasi, termasuk Marcelino dan Adrian Wibowo. Namun, karena bukan FIFA Matchday, negosiasi menjadi lebih sulit.
Kondisi ini membuat fans Persebaya kembali berspekulasi bahwa ada pihak tertentu yang mengatur arah karier Marcelino, termasuk terkait hubungan dengan klub utama di Inggris.
Menunggu Keputusan Besar Persebaya
Dengan tekanan di banyak sisi—pelatih, pemain asing, hingga isu mantan bintang muda—Persebaya berada di titik krusial. Publik kini menunggu langkah final manajemen dalam menentukan arah baru Bajol Ijo di sisa musim ini.
Editor : Bherliana Naysila Putri Suwandi