BLITAR – Jelang putaran kedua Super League 2025, posisi Arema FC kembali menjadi sorotan. Klub berlogo singa mengepal itu tengah berada dalam fase transisi penting, mulai dari evaluasi pemain asing, keuntungan dari absennya empat pilar Persebaya, hingga optimisme tinggi pelatih Marcos Santos menghadapi derbi Jawa Timur. Situasi ini membuat perjalanan Arema FC semakin menarik untuk diikuti, terutama bagi pendukung setia Singo Edan.
Empat Pemain Asing Arema FC Terancam Didepak
Masalah paling mencolok yang kini muncul di tubuh Arema FC adalah performa empat pemain asing yang belum memenuhi ekspektasi. Kontribusi minim dan inkonsistensi permainan membuat posisi mereka tidak aman ketika klub bersiap melakukan perombakan di putaran kedua.
Nama pertama yang menjadi sorotan adalah Julian Guevara, gelandang 33 tahun asal Kolombia. Dari empat penampilan, ia tidak mencetak gol maupun assist. Catatan kartu yang dimilikinya—satu kartu kuning kedua dan satu kartu merah—membuat lini tengah Arema FC kerap kehilangan kontrol. Keputusan-keputusan krusialnya di lapangan justru sering merugikan tim.
Berikutnya ada Yan Mota, bek asal Brasil yang sejatinya memiliki kualitas fisik dan teknik cukup baik namun gagal tampil konsisten. Dari empat laga, ia belum mencatatkan kontribusi gol dan hanya menghasilkan empat umpan matang. Koleksi satu kartu kuning dan satu kartu merah menunjukkan kurangnya disiplin di jantung pertahanan.
Posisi kiper Lucas Henry K. Frigeri juga menjadi bahan evaluasi serius. Penjaga gawang berusia 36 tahun itu sudah kebobolan tujuh gol dalam empat pertandingan dan belum sekalipun mencatatkan clean sheet. Dua kartu kuning yang dikantonginya semakin mempertebal keraguan publik terhadap ketangguhannya di bawah mistar.
Terakhir, winger Argentina Ian Lucas Puleo Araya juga dinilai tidak menunjukkan performa sesuai ekspektasi. Meski tampil sepuluh kali, ia belum pernah mencetak gol dan hanya menyumbang satu assist. Tiga kartu kuning turut menambah daftar masalah dari sisi agresivitas dan efektivitas.
Minimnya kontribusi para pemain asing ini membuat manajemen Arema FC harus mengambil langkah tegas agar tim tetap kompetitif di sisa musim.
Empat Pemain Kunci Persebaya Absen, Peluang Arema FC Terbuka
Di tengah evaluasi internal, Arema FC mendapat kabar baik jelang derbi Jawa Timur melawan Persebaya Surabaya. Tim Green Force dipastikan tidak bisa tampil dengan kekuatan penuh.
Gelandang serang Francisco Rivera menjadi nama pertama yang dicoret karena cedera. Rivera adalah nyawa permainan Persebaya dalam transisi dan kreativitas lini kedua. Kehilangannya menjadi pukulan besar bagi tuan rumah.
Selain itu, Rahmat Irianto juga absen akibat cedera kaki yang didapat saat menghadapi Persik Kediri. Tanpa pemain serba bisa ini, Persebaya kehilangan fleksibilitas dalam bertahan dan menyerang.
Bek tangguh Leo Lelis pun masih harus menjalani hukuman kartu merah, membuat lini belakang Persebaya kehilangan pemimpin utamanya. Kondisi semakin pelik ketika Risto Mitrevski belum pulih dari cedera bahu yang dirawat di Kroasia. Praktis, stok bek tengah Persebaya sangat terbatas.
Laga di Stadion Gelora Bung Tomo pada Sabtu, 22 November 2025, menjadi tantangan berat bagi pelatih Eduardo Perez. Di sisi lain, kondisi ini menjadi peluang emas bagi Arema FC untuk mencuri poin penting.
Marcos Santos Optimistis Arema FC Bangkit di GBT
Pelatih baru Arema FC, Marcos Santos, menunjukkan keyakinan besar menghadapi derbi bergengsi ini. Ia menilai persiapan panjang usai laga kontra Persija Jakarta menjadi modal penting untuk memperbaiki kondisi fisik dan mental para pemain.
Arema FC belum meraih kemenangan dalam empat laga kandang terakhir, namun Marcos menyebut atmosfer ruang ganti mulai membaik. Fokus tim tidak hanya pada strategi, tetapi juga pada pemulihan mental agar pemain kembali tampil penuh determinasi.
Program latihan yang diterapkan Marcos terbagi menjadi sesi endurance di lapangan dan sesi power di gym. Pendekatan ini diharapkan membuat pemain lebih stabil secara fisik. Beberapa pemain yang sebelumnya cedera, seperti Ian Puleo, Arhan Fikri, dan Paulin Homoelin, juga menunjukkan perkembangan positif dan berpotensi turun melawan Persebaya.
Marcos menegaskan tim sudah siap tempur. Kemenangan atas Persebaya diyakini bisa menjadi titik balik kebangkitan Arema FC yang kini mengoleksi 15 poin dari 11 pertandingan. “Kami datang untuk menang dan membawa kebanggaan Aremania,” tegasnya.
Editor : Findika Pratama