BLITAR KAWENTAR - Kursi kepelatihan Eduardo Perez di Persebaya Surabaya kini berada di ujung tanduk menjelang Derby Jawa Timur melawan Arema FC pada Sabtu, 22 November 2025 di Stadion Gelora Bung Tomo. Tekanan dari suporter Bonek yang semakin masif membuat posisi pelatih asal Spanyol tersebut sangat terancam, sementara nama Bernardo Tavares mulai mencuat sebagai calon kuat pengganti.
Performa Persebaya yang tidak konsisten menjadi sumber utama kekecewaan para Bonek. Dari lima laga terakhir di BRI Super League 2025-2026, tim Bajul Ijo hanya mampu meraih satu kemenangan. Bahkan di pertandingan pekan ke-12 melawan Persik Kediri, Persebaya harus puas dengan hasil imbang 1-1. Saat ini, Persebaya terdampar di posisi 8 klasemen sementara dengan koleksi 15 poin dari 4 kemenangan, 3 imbang, dan 3 kekalahan.
Bonek Desak Eduardo Perez Mundur
Kritik pedas terus mengalir dari para pendukung fanatik Persebaya. Bonek menilai pola permainan yang diterapkan Eduardo Perez kurang menarik dan tidak memenuhi ekspektasi besar mereka. Desakan agar pelatih berusia 42 tahun itu angkat kaki dari Persebaya semakin kencang terdengar di berbagai media sosial dan tribun stadion.
Baca Juga: Ibu-Ibu PKK Jadi Garda Baru Gempur Rokok Ilegal di Kabupaten Blitar
Laga derby kontra Arema FC pada 22 November 2025 diprediksi menjadi penentu nasib Eduardo Perez. Jika Persebaya gagal meraih tiga poin penuh di kandang sendiri, bukan tidak mungkin manajemen klub akan mengambil keputusan tegas untuk mencopot sang pelatih dari jabatannya.
Bernardo Tavares Calon Kuat Pengganti
Di tengah ketidakpastian masa depan Eduardo Perez, nama Bernardo Tavares tiba-tiba mencuat ke permukaan sebagai calon pengganti yang paling realistis. Mantan pelatih PSM Makassar ini memiliki rekam jejak gemilang di BRI Super League setelah sukses membawa Juku Eja meraih gelar juara musim 2022-2023.
Berbagai akun media sosial seperti Liga Dagelan dan Bocah Bolide turut membahas isu kepindahan Bernardo Tavares ke Persebaya. Bahkan disebutkan bahwa beberapa klub lain juga tengah mengincar jasa pelatih asal Portugal tersebut. Dengan status Tavares yang saat ini belum terikat kontrak dengan klub mana pun, peluang untuk berlabuh di Persebaya terbuka lebar.
Baca Juga: Pemerintah Pusat Bantu Perbaikan Gedung DPRD Kabupaten Blitar
Reputasi Bernardo Tavares yang baik serta pengalaman sukses di kompetisi tertinggi Indonesia membuat opsi ini semakin menarik bagi manajemen Persebaya. Namun hingga saat ini, pihak klub belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait isu pergantian pelatih.
Bonek Rindukan Flavio Silva Jelang Derby
Menjelang derby panas melawan Arema FC, para Bonek kembali memanggil-manggil nama Flavio Silva, mantan bomber Persebaya yang kini membela Kaizer Chiefs di Afrika Selatan. Kerinduan ini muncul setelah akun fanbase Online Persebaya mengunggah momen kemenangan 3-2 atas Arema FC musim lalu di Gelora Bung Tomo.
Kolom komentar langsung dibanjiri oleh para Bonek yang menyebut nama Flavio Silva. Penyerang asal Brasil itu mencetak brace di laga tersebut, membuka skor di menit 17 dan memastikan kemenangan lewat gol penalti. Total, Flavio Silva mencetak 9 gol dalam 33 penampilan bersama Persebaya sebelum hijrah ke Kaizer Chiefs.
Baca Juga: Ratusan Ribu Warga Kabupaten Blitar Terancam Dicoret dari Kepesertaan PBI JKN, Ini Faktornya
Menariknya, Flavio Silva sendiri merespons unggahan tersebut dengan me-repost, menunjukkan bahwa ia masih menyimpan kenangan manis bersama Persebaya. Di Kaizer Chiefs, ketajaman Flavio terbukti masih terjaga dengan koleksi 4 gol dari 5 pertandingan.
Perez Janji Raih Kemenangan Meski Tanpa Francisco Rivera
Eduardo Perez menyadari betul situasi sulit yang tengah dihadapinya. Dalam konferensi pers pra-pertandingan, pelatih asal Spanyol itu berjanji akan bekerja keras untuk meraih kemenangan. "Kami akan bekerja keras untuk pertandingan ini. Kami tahu pentingnya pertandingan ini. Saya mengerti situasinya dan saya harus siap untuk ini," ujar Perez.
Sayangnya, Persebaya harus kehilangan Francisco Rivera yang terkena sanksi kartu merah. Absennya gelandang kreatif ini menjadi pukulan berat karena Persebaya kerap kesulitan meraih hasil maksimal tanpa kehadirannya. Arema FC pun mengalami masalah serupa dengan absennya Julian Guevara karena akumulasi kartu.
Meski demikian, Persebaya tetap memiliki modal psikologis yang kuat. Dari lima pertemuan terakhir sejak 2023, Persebaya unggul dengan empat kemenangan dan satu hasil imbang. Dukungan penuh dari Bonek di Gelora Bung Tomo diharapkan menjadi energi tambahan untuk meraih tiga poin.
"Kami akan mempersiapkan pertandingan untuk mendapatkan tiga poin. Saya berharap supporter memberi dukungan maksimal pada tim," tegas Eduardo Perez. Derby ini bukan sekadar soal gengsi, tetapi pertaruhan masa depan kariernya di Persebaya Surabaya. (*)
Editor : Rahma Nur Anisa