BLITAR KAWENTAR - Antusiasme luar biasa menyelimuti Derby Jawa Timur antara Persebaya Surabaya melawan Arema FC yang akan digelar pada Sabtu, 22 November 2025 di Stadion Gelora Bung Tomo. Tiket presale untuk laga bertajuk Derby Super East Java ini habis dalam waktu singkat, membuktikan gairah rivalitas kedua tim yang tak pernah padam. Meski stadion berkapasitas 46 ribu penonton, panitia hanya membuka 30 ribu kursi demi menjaga keamanan mengingat tingginya tensi rivalitas.
Di tengah euforia penjualan tiket yang spektakuler, Persebaya Surabaya mendapat angin segar dari sektor pertahanan. Kiper utama Hernando Aris dipastikan sudah pulih total dan siap tampil melawan Arema FC. Bocoran dari manajemen menyebutkan bahwa kondisi Hernando sudah sangat baik dan memiliki peluang besar untuk diturunkan sebagai starter dalam laga penuh gengsi tersebut.
Kehadiran Hernando menjadi kabar gembira bagi pelatih Eduardo Perez yang tengah berada di bawah tekanan besar dari suporter Bonek. Hernando sebelumnya absen karena cedera ringan, namun proses pemulihannya berjalan cepat. Ia menunjukkan performa yang lebih baik dari pekan sebelumnya dan siap mengawal gawang Bajul Ijo dari gempuran lini depan Arema FC yang dikenal agresif.
Koko Ari Araya Comeback Setelah 7 Bulan Absen
Kabar baik lainnya datang dari fullback lincah asal Surabaya, Koko Ari Araya, yang akhirnya kembali menginjak rumput latihan setelah hampir 7 bulan menepi akibat cedera. Pemain yang sempat memperkuat Madura United ini mulai mengikuti latihan tim dan tidak menutup kemungkinan akan bermain melawan Arema FC.
Koko sebelumnya harus absen panjang setelah mengalami cedera otot paha saat memperkuat Madura United melawan Persija Jakarta pada April 2025 lalu. Kini, ia mulai kembali menyatu dengan ritme tim, mengikuti sesi rondo, interval run, small side game, hingga pemanasan bersama Bruno Moreira dan rekan-rekan lainnya.
Dr. Tim Persebaya, Dr. Ahmad Ridoi, menyebut progres Koko sangat menjanjikan. Menurutnya, meningkatnya kondisi Koko tak lepas dari disiplin dan kerja keras yang ia lakukan bersama tim medis. "Respons tubuh dalam recovery sangat responsif. Ini juga tidak lepas dari pendampingan tim fisioterapi yang sejak awal mendampingi Koko," ujar Ridoi dilansir laman resmi Persebaya.
Baca Juga: Antisipasi Kelangkaan Jelang Nataru, Polisi Sidak Pangkalan Gas Melon di Blitar, Ini Hasilnya
Meski begitu, Koko belum sepenuhnya dinyatakan siap bertanding. Tim medis masih akan memantau kondisinya hingga persiapan terakhir menjelang laga panas kontra Arema FC. Jika progresnya terus stabil dalam beberapa hari ke depan, peluangnya masuk daftar pemain saat melawan Arema FC terbuka lebar.
Bonek Menuntut Kemenangan Mutlak
Komentar-komentar Bonek di media sosial menggambarkan betapa pentingnya laga derby ini bagi mereka. Para pendukung fanatik Persebaya menuntut permainan keras, ngotot, dan penuh semangat. Mereka ingin Persebaya tampil total tanpa kompromi dan wajib menang.
Hernando Aris menjadi simbol harapan bagi para Bonek. Dengan performa yang kembali stabil, ia diharapkan bisa menjaga gawang tetap steril. Dengan absennya Francisco Rivera yang terkena sanksi kartu merah dan tekanan pada Eduardo Perez, peran Hernando semakin vital. Ia bukan hanya sekadar penjaga gawang, tapi juga pemimpin dari belakang yang menjaga stabilitas tim.
Baca Juga: Ibu-Ibu PKK Jadi Garda Baru Gempur Rokok Ilegal di Kabupaten Blitar
Persiapan Intensif di Bawah Tekanan
Klub berjuluk Bajul Ijo berlatih sepekan penuh di bawah arahan pelatih Eduardo Perez Moran. Kemenangan menjadi target mutlak melawan Arema FC, bukan hanya demi mengangkat mental pemain, tetapi juga menjaga gengsi Persebaya di hadapan pendukungnya sendiri.
Tekanan semakin besar karena posisi Perez disebut terancam jika gagal menang. Desakan evaluasi dari supporter terhadap manajemen belakangan kembali menguat. Tuntutan agar Perez mundur terus bergema di media sosial. Laga derby ini bisa menjadi titik balik atau titik akhir bagi sang pelatih.
Perez sadar betul akan situasi ini dan menegaskan fokus penuh pada persiapan tim. Kemenangan atas Arema bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga soal harga diri, sejarah, dan loyalitas.
Baca Juga: Pemerintah Pusat Bantu Perbaikan Gedung DPRD Kabupaten Blitar
Bernardo Tavares Ramai Dibicarakan
Di saat tuntutan supporter makin menjadi dan kursi Eduardo Perez makin panas, nama Bernardo Tavares mendadak ramai dibicarakan di kalangan Bonek dan pecinta sepak bola tanah air. Pelatih asal Portugal yang sukses membawa PSM Makassar juara Super League musim 2022-2023 itu disebut-sebut sudah menjalin komunikasi dengan manajemen Persebaya Surabaya.
Kehadiran nama Bernardo Tavares menjadi alarm bagi Eduardo Perez. Apakah manajemen sudah mulai mencari pelatih baru? Ini lebih dari sekadar rumor, tetapi bisa menjadi game changer yang mengguncang Surabaya.
Derby Jatim selalu menjadi laga penuh tekanan, gengsi, dan emosi. Atmosfer panas sudah terasa sejak jauh hari, dengan supporter kedua tim mulai memanaskan suasana di media sosial. Arema datang ke Surabaya dengan tekad besar untuk mencuri poin di kandang rival. Semua mata akan tertuju pada Stadion Gelora Bung Tomo saat dua tim besar Jawa Timur kembali bentrok dalam laga penuh rivalitas. (*)