BLITAR-Rumor kedatangan kembali Higor Vidal dan desakan agar Bernardo Tavares segera menukangi Persebaya Surabaya membuat linimasa Bonek kembali memanas. Nama Persebaya Surabaya menjadi sorotan besar setelah tren negatif dalam tiga laga terakhir memicu kekecewaan suporter. Dalam kondisi itulah muncul dua topik utama: rencana comeback Higor Vidal serta desakan pergantian pelatih dari Eduardo Perez ke Bernardo Tavares.
Bonek Ramai Desak Higor Vidal Kembali ke Surabaya
Nama Higor Vidal kembali mencuat dan memenuhi ruang komentar media sosial setelah Persebaya Surabaya gagal meraih poin maksimal, termasuk hasil imbang melawan PSBS Biak pada 24 Oktober 2025. Banyak suporter menilai tim membutuhkan sosok kreatif yang bisa membantu Francisco Rivera mengatur tempo serangan di lini tengah Green Force.
Komentar seperti “Come back official Persebaya”, “Vidal balik Oca”, hingga “Persebaya butuh kamu” membanjiri akun Instagram Higor Vidal. Gelombang kerinduan ini bukan tanpa alasan. Saat memperkuat Persebaya Surabaya pada musim 2022–2023, Vidal tampil 14 kali dan mencatatkan lima assist. Kreativitasnya membuatnya cepat dicintai Bonek, meski ia kemudian hengkang pada putaran keduanya untuk melanjutkan karier di luar negeri.
Kini, rumor comeback Vidal kembali menguat. Banyak suporter menilai sang gelandang asal Brasil layak menjadi tandem sekaligus pelapis Francisco Rivera—motor serangan utama Persebaya Surabaya musim ini. Contoh sukses strategi dua playmaker seperti duet Zevalente–Ezekiel Vidal di PSIM Yogyakarta membuat skema tersebut semakin menarik untuk dicoba.
Opsi peminjaman disebut menjadi jalan realistis bagi Persebaya Surabaya. Dengan status pinjaman, manajemen tidak perlu menanggung beban finansial sebesar transfer permanen.
Desakan Ganti Pelatih, Bernardo Tavares Jadi Harapan Baru
Tak hanya soal pemain, Persebaya Surabaya juga menghadapi tekanan besar terkait posisi pelatih. Nama Bernardo Tavares kini dielu-elukan Bonek sebagai kandidat paling ideal menggantikan Eduardo Perez. Tren buruk yang dialami Persebaya—hanya mengumpulkan dua poin dalam tiga laga—membuat sang pelatih berada dalam sorotan tajam.
Persebaya Surabaya ditahan imbang Dewa United, ditahan PSBS Biak, dan kalah di kandang dari Persija Jakarta. Hasil paling disorot tentu laga melawan PSBS Biak, di mana Green Force gagal menang meski lawan berada di papan bawah klasemen. Dua kartu merah untuk Leo Lelis dan Nikel Tata dalam pertandingan itu semakin memperpanjang daftar masalah internal.
Saat ini Persebaya Surabaya berada di posisi ke-10 klasemen dengan 11 poin dari delapan pertandingan. Situasi tersebut membuat banyak Bonek mempertanyakan arah permainan tim yang dinilai stagnan. Dalam tekanan itu, nama Bernardo Tavares muncul sebagai angin segar.
Bernardo resmi meninggalkan PSM Makassar pada 1 Oktober 2025 dan kini berstatus bebas kontrak. Kondisi tersebut membuat peluang Persebaya Surabaya mendatangkan pelatih sukses Liga 1 2022 itu semakin besar karena tidak membutuhkan biaya transfer.
Para suporter menilai Bernardo mampu membangun karakter tim yang kuat, sekaligus memberikan stabilitas di tengah performa inkonsisten Green Force.
Kritik Bonek Meledak Usai Ditahan PSBS Biak
Pertandingan imbang 0–0 antara Persebaya Surabaya dan PSBS Biak di Stadion Maguwoharjo, 24 Oktober 2025, menjadi pemicu utama ledakan kritik dari Bonek. Meski bermain dengan sembilan pemain sejak babak pertama, Persebaya tetap mampu menahan serangan bertubi-tubi PSBS.
Eduardo Perez memuji perjuangan skuadnya. Namun narasi tersebut dianggap berlebihan oleh banyak suporter. Beberapa komentar menyebut permainan Persebaya sudah buruk sejak awal pertandingan. Tagar #EduOut muncul ratusan kali di media sosial.
Keluhan lainnya mengarah pada strategi minim variasi, lemahnya lini tengah, hingga tudingan manajemen lebih aktif membuat konten media sosial dibanding melakukan evaluasi serius. Bahkan beberapa suporter menyarankan aksi “kosongkan tribun” sebagai bentuk protes.
Di sisi lain, Francisco Rivera menyatakan tetap bersyukur dengan satu poin yang didapat. Namun gelombang kritik menunjukkan bahwa hasil imbang saja tidak cukup untuk meredam kekecewaan Bonek.
Rumor Bergerak Cepat, Semua Mata Tertuju Pada Manajemen
Di tengah tekanan besar dari suporter, dua tuntutan menjadi agenda utama: mendatangkan Higor Vidal dan menunjuk Bernardo Tavares sebagai pelatih baru. Keduanya disebut sebagai solusi untuk memperbaiki kreativitas serangan dan kestabilan permainan Persebaya Surabaya.
Kini, seluruh perhatian tertuju kepada manajemen Green Force. Bonek menunggu langkah tegas untuk memperbaiki performa tim agar Persebaya Surabaya kembali bangkit di sisa musim Super League 2025–2026.
Editor : Ichaa Melinda Putri