Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Alasan Mengejutkan Francisco Rivera Tolak Arema FC dan Pilih Persebaya: Bukan soal Uang!

Ichaa Melinda Putri • Jumat, 21 November 2025 | 05:50 WIB
Alasan Mengejutkan Francisco Rivera Tolak Arema FC dan Pilih Persebaya: Bukan soal Uang!
Alasan Mengejutkan Francisco Rivera Tolak Arema FC dan Pilih Persebaya: Bukan soal Uang!

BLITAR-Keputusan Francisco Rivera menolak Arema FC dan memilih bergabung dengan Persebaya Surabaya menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta sepak bola Tanah Air. Keyword Francisco Rivera menjadi sorotan utama karena gelandang asal Meksiko itu ternyata tidak tergoda tawaran gaji besar maupun kontrak prestisius. Dalam tiga paragraf pertama ini, fokus tetap pada alasan Rivera memilih Persebaya, termasuk faktor suporter, struktur klub, dan kenyamanan lingkungan.

Gelandang berusia 29 tahun itu sebelumnya berada pada persimpangan jalan. Setelah tampil gemilang bersama Madura United pada musim 2023–2024, ia mendapatkan tiga tawaran dari klub Jawa Timur: Madura United menawarkan perpanjangan kontrak, sementara Arema FC dan Persebaya memberikan proposal hijrah. Namun Francisco Rivera langsung mengiyakan tawaran Bajul Ijo hanya dalam hitungan menit setelah menerima kabar ketertarikan klub.

“Ketika saya diberi tahu tentang tawaran dari Persebaya, saya langsung berkata ‘ya’ karena saya melihat penggemar,” ujar Rivera. Ucapan singkat itu menggambarkan betapa besar pengaruh dukungan suporter dalam memengaruhi pilihannya. Faktor ini menjadi poin utama yang ia tegaskan sejak pertama kali menginjakkan kaki di Surabaya.

Dukungan Suporter Jadi Magnet Utama

Rivera menegaskan bahwa keputusan cepatnya bukan keputusan emosional. Ia sudah mempertimbangkan berbagai aspek, terutama kultur suporter Persebaya yang dikenal loyal, kreatif, dan memberikan energi besar kepada pemain. Baginya, atmosfer Gelora Bung Tomo adalah daya tarik yang tidak bisa dinilai dengan nominal rupiah.

Selain melihat bagaimana fans Persebaya memberi dukungan tanpa henti, Rivera juga menilai klub ini memiliki identitas kuat. Ia menilai Persebaya punya karakter, sejarah, dan hubungan emosional yang unik dengan para pendukungnya.

Struktur Klub dan Manajemen Bikin Rivera “Klik”

Tak hanya faktor suporter, Rivera juga mengungkapkan alasannya tertarik pada struktur dan manajemen Persebaya. Ia menyebut profesionalitas pengelolaan klub membuatnya merasa yakin akan berkembang dan mencapai target yang lebih besar.

“Saya melihat klubnya, struktur, dan manajemennya. Saya senang berada di sini,” ucap Rivera dalam video tersebut. Kepastian tentang arah klub dan gaya kepemimpinan pelatih dinilai membuat keputusan itu semakin mudah.

Dengan pelatih yang ia sebut sebagai “monster pola”, Rivera merasa akan memiliki ruang untuk berkembang dan menunjukkan permainan terbaiknya. Kombinasi suporter, struktur klub, dan suasana internal menjadi paket lengkap yang membuatnya menolak Arema FC.

Komoditi Panas Bursa Transfer

Sejak akhir musim lalu, Rivera memang menjadi komoditi panas di bursa transfer Liga 1 2024–2025. Catatannya sangat impresif: 9 gol dan 18 assist, plus gelar MVP Liga 1 musim 2023–2024. Statistik ini langsung memancing minat banyak klub, terutama dari Jawa Timur yang melihatnya sebagai penggerak lini tengah modern.

Tak heran bila ketiga klub — Madura United, Arema FC, dan Persebaya Surabaya — saling berebut tanda tangannya. Namun Persebaya akhirnya menjadi pemenang, bukan karena uang, tetapi karena aspek emosional dan visi sepak bola yang lebih cocok dengan Rivera.

Tantangan Adaptasi: Masalah yang Sudah Biasa

Meski begitu, Rivera menyadari perpindahan klub berarti harus beradaptasi dengan lingkungan, pemain, dan gaya bermain baru. Namun ia mengaku tidak khawatir. Pengalamannya bersama Madura United dan klub-klub sebelumnya membuatnya terbiasa menghadapi perubahan.

“Setiap kali saya pergi ke tim lain pasti akan beradaptasi dengan gaya bermain dan bahasa karena teman-temannya berbeda. Tetapi seiring berjalannya waktu kami bisa menyesuaikan diri lebih baik,” jelasnya.

Rivera menegaskan bahwa adaptasi adalah bagian dari siklus karier pemain profesional. Ia tidak melihatnya sebagai beban, melainkan tantangan yang selalu bisa diselesaikan.

Komitmen untuk Memberikan yang Terbaik di Persebaya

Rivera menutup pernyataannya dengan janji sederhana namun tegas: bekerja maksimal di setiap pertandingan agar Persebaya mencapai target musim ini. Baginya, momen bergabung dengan klub baru adalah awal lembaran baru yang ingin ia isi dengan kontribusi terbaik.

“Saya selalu mencoba untuk melakukan yang terbaik untuk tim di setiap permainan,” ujarnya.

Dengan keyakinan penuh, dukungan suporter yang masif, serta struktur klub yang solid, langkah Rivera memilih Persebaya tampaknya menjadi keputusan yang matang. Kini, semua mata tertuju pada bagaimana ia tampil di Liga 1 musim 2024–2025 sebagai motor serangan Bajul Ijo.

Editor : Ichaa Melinda Putri
#liga 1 #Francisco Rivera #Arema FC #persebaya surabaya #bursa transfer