Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Persebaya Surabaya Boncos Rp4,78 Miliar, Diego Mauricio Terancam Jadi Pembelian Sia-Sia Jika Gagal Tampil Lawan Arema FC

Anggi Septiani • Jumat, 21 November 2025 | 03:00 WIB
Rp4,78 Miliar, Diego Mauricio Terancam Jadi Pembelian Sia-Sia Jika Gagal Tampil Lawan Arema FC
Rp4,78 Miliar, Diego Mauricio Terancam Jadi Pembelian Sia-Sia Jika Gagal Tampil Lawan Arema FC

BLITAR - Persebaya Surabaya boncos Rp4,78 miliar setelah mendatangkan striker asal Brasil Diego Mauricio, namun hingga kini sang bomber belum menunjukkan kontribusi signifikan. Situasi itu membuat Green Force berada pada posisi sulit menjelang derbi Jawa Timur melawan Arema FC akhir pekan ini. Publik mulai menyorot keras, terlebih investasi besar itu belum berbanding lurus dengan performa di lapangan. Isu Persebaya Surabaya boncos Rp4,78 miliar pun menjadi topik panas di kalangan Bonek.

Nilai pasar Diego yang mencapai Rp4,78 miliar digadang-gadang bakal menjadi solusi tumpulnya lini depan Persebaya musim ini. Namun hingga kini ia baru tampil sekali selama 20 menit tanpa mencetak gol. Dengan kondisi tersebut, sorotan terhadap potensi Persebaya Surabaya boncos Rp4,78 miliar semakin kuat, sebab eks striker Bhayangkara FC itu datang dengan reputasi tinggi: 112 gol sepanjang karier profesionalnya.

Pelatih Eduardo Perez menegaskan bahwa alasan Diego tak dimainkan murni faktor taktik, bukan cedera. Ia memastikan kondisi sang pemain sangat baik dan siap diturunkan kapan saja. “Diego dalam kondisi prima. Dia berlatih sangat baik, tidak ada masalah,” ujarnya. Eduardo menambahkan, setiap pertandingan memiliki karakter sendiri sesuai kebutuhan strategi. Itu membuat pemilihan pemain tak bisa hanya berdasarkan nama besar atau popularitas.

Meski tanpa Diego, Persebaya sebenarnya masih tampil cukup solid di beberapa laga terakhir. Rizky Duy yang dipercaya sebagai pelapis Mihail Provovic justru tampil impresif dan mendapatkan apresiasi Bonek. Namun derbi Jawa Timur melawan Arema FC jelas menjadi ujian besar, terutama untuk menentukan apakah Diego Mauricio akhirnya layak menghapus stigma pembelian mahal yang belum berbuah hasil.

Eduardo memberi sinyal bahwa Diego sangat mungkin turun sebagai starter dalam duel bergengsi tersebut. “Saya menentukan pemain berdasarkan kebutuhan tim, bukan status atau nama besar. Diego siap,” tegasnya. Duel melawan Arema bisa menjadi titik balik karier Diego bersama Persebaya, sekaligus menentukan apakah label Persebaya Surabaya boncos Rp4,78 miliar akan benar-benar terbukti atau justru terhapus.

Sejak bergabung pada 22 Agustus 2025, adaptasi Diego dengan gaya permainan Eduardo yang menekankan possession football belum berjalan mulus. Hal itu turut memperlambat proses penyesuaian sang striker di lapangan.

Di tengah situasi tak menentu itu, muncul nama Bernardo Tavares sebagai kandidat pelatih baru Persebaya. Bonek mulai mendesak manajemen untuk mengganti Eduardo setelah tren negatif dalam tiga laga terakhir, yaitu dua hasil imbang dan satu kekalahan. Performa buruk itu membuat publik menilai arah permainan Persebaya semakin tidak jelas.

Hasil paling mengecewakan datang saat ditahan PSBS Biak yang berada di papan bawah klasemen. Dua kartu merah yang diterima Leo Lelis dan Nikel Tata memperburuk keadaan, dan Persebaya kini terperosok ke peringkat 10 klasemen sementara dengan hanya 11 poin dari delapan pertandingan.

Nama Bernardo Tavares, mantan pelatih PSM Makassar, mulai dielu-elukan Bonek. Statusnya yang kini bebas kontrak membuat peluang merapat ke Persebaya semakin terbuka. Tavares dinilai punya kapasitas mengangkat kembali karakter permainan Green Force setelah membawa PSM juara Liga 1 2022.

Kondisi internal Persebaya semakin panas setelah hasil imbang 0–0 melawan PSBS Biak pada 24 Oktober 2025. Meski bermain 60 menit dengan dua pemain lebih sedikit, para suporter menilai performa tim jauh dari standar. Tagar “EduOut” mendominasi komentar di media sosial klub, disertai tuntutan evaluasi total terhadap manajemen.

Banyak komentar sinis bermunculan. Ada yang menyebut Persebaya “jago membuat konten, bukan memenangkan pertandingan”. Ada pula yang menyerukan aksi mengosongkan tribun sebagai bentuk protes. Minimnya kreativitas lini tengah menjadi sorotan sejak musim lalu, sementara Diego Mauricio terus menjadi simbol pembelian mahal yang belum memberi dampak.

Di tengah tekanan itu, isu Persebaya Surabaya boncos Rp4,78 miliar kembali mengemuka, menjadi pengingat bahwa klub harus segera mencari solusi sebelum situasi semakin sulit. Duel melawan Arema FC bukan hanya soal gengsi derbi, tetapi juga momentum untuk menjawab semua kritik dan keraguan yang kini mengarah ke tubuh Green Force.

Editor : Anggi Septiani
#Bernardo Tavares #Arema FC #persebaya surabaya #diego mauricio