Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Bernardo Tavares Jadi Favorit Bonek Gantikan Eduardo Perez, Tapi Siapkah Mereka Terima Gaya Main Pragmatis?

Findika Pratama • Jumat, 21 November 2025 | 01:50 WIB
Bernardo Tavares Jadi Favorit Bonek Gantikan Eduardo Perez, Tapi Siapkah Mereka Terima Gaya Main Pragmatis?
Bernardo Tavares Jadi Favorit Bonek Gantikan Eduardo Perez, Tapi Siapkah Mereka Terima Gaya Main Pragmatis?

BLITAR – Nama Bernardo Tavares kembali mencuat dan menjadi perbincangan hangat di kalangan Bonek jelang duel panas Persebaya vs Arema FC di Liga Indonesia 2025–2026. Pelatih asal Portugal itu disebut-sebut sebagai kandidat terkuat untuk menggantikan Eduardo Perez, yang dinilai belum mampu membawa Green Force tampil konsisten dalam 10 laga terakhir.

Di media sosial, Tavares bahkan menjadi nama paling banyak dibicarakan oleh Bonek dalam beberapa hari terakhir. Disiplin taktik, ketegasan, dan rekam jejak suksesnya bersama PSM Makassar membuat banyak suporter yakin ia bisa menghadirkan perubahan instan di tubuh Persebaya. Hadirnya Nam Fares, rekrutan anyar, turut menambah optimisme bahwa Green Force sedang menyiapkan fondasi baru.

Namun di balik dukungan besar itu, muncul pertanyaan yang tak kalah menarik: apakah Bonek siap kembali menerima gaya bermain pragmatis?

Gaya Pragmatis Tavares, Diterima atau Tidak?

Pengalaman sebelumnya membuktikan bahwa suporter Persebaya tak selalu nyaman dengan permainan efektif tapi minim hiburan. Ketika Persebaya ditangani Paul Munster, tim memang tampil disiplin dan mampu bersaing hingga pekan-pekan akhir perebutan gelar. Namun banyak Bonek tetap melontarkan kritik karena permainan dianggap monoton dan mengandalkan keberuntungan.

Kini situasi serupa berpotensi terulang. Kinerja tim di bawah Eduardo Perez dinilai terlalu stagnan, minim variasi serangan, dan sulit menunjukkan progres. Di tengah performa inkonsisten, sebagian Bonek mulai bersuara lebih realistis.

“Setuju aja, asalkan menang,” begitu banyak komentar di kolom diskusi pendukung Persebaya. Pola pikir ini menggambarkan kondisi suporter yang mulai lelah dengan permainan indah yang tak dibarengi hasil maksimal.

Tetap saja, sebagian lain masih berharap Persebaya punya pelatih yang mampu menghadirkan sepak bola atraktif tanpa mengorbankan efektivitas. Perdebatan antara “menang dulu baru bicara gaya” dan “permainan harus menghibur” kini memecah opini Bonek di dunia maya.

Diego Mauricio Fit, Siap Tampil di Derbi Jatim

Di tengah isu pelatih, kabar baik datang dari lini depan. Striker Brasil Diego Mauricio dipastikan kembali fit dan siap tampil pada derbi panas Persebaya vs Arema FC. Eduardo Perez menegaskan bahwa absennya Diego di laga sebelumnya bukan karena cedera, melainkan faktor taktik.

“Diego dalam kondisi prima, ia berlatih sangat baik. Tidak ada masalah soal itu,” tegas Eduardo pada Senin, 15 November 2025.

Pelatih asal Spanyol itu memastikan bahwa pemilihan pemain murni berdasarkan kebutuhan strategi, bukan nama besar. Pernyataan tersebut sekaligus membantah rumor yang sempat beredar di kalangan Bonek mengenai kondisi fisik Diego.

Meski absen, Persebaya tetap menang dan performa Rizky Dwi mendapat pujian. Namun menjelang laga sarat gengsi kontra Arema, peluang Diego kembali ke starting XI terbuka lebar. Eduardo memberi sinyal kuat bahwa bomber 34 tahun itu dapat menjadi senjata utama pada laga penuh harga diri tersebut.

Sejak bergabung pada Agustus 2025, Diego sudah menjadi idola baru Bonek berkat gaya bermain agresif dan determinasi tinggi. Meski baru tampil 20 menit musim ini, ia diyakini bisa menjadi pembeda di laga besar.

Derbi yang Selalu Sarat Emosi

Pertandingan antara Persebaya vs Arema tak pernah sekadar soal tiga poin. Ini adalah pertarungan harga diri, sejarah, dan kebanggaan dua kota besar di Jawa Timur. Eduardo mengakui tekanan selalu membesar di setiap pertemuan kedua tim.

“Kami tahu pentingnya pertandingan ini bagi tim dan suporter. Kami akan bekerja keras untuk meraih tiga poin,” ujarnya.

Bagi Diego, laga derbi menjadi panggung sempurna untuk membuktikan bahwa dirinya layak menjadi ujung tombak utama Green Force musim ini.

Kisah Pedih Eks Persebaya: Muhammad Rasyid Terkatung di India

Di sisi lain, kabar kurang menyenangkan datang dari mantan gelandang Persebaya, Muhammad Rasyid, yang saat ini membela East Bengal FC. Kariernya tersendat setelah Liga Super India 2025–2026 tak kunjung dimulai. Kompetisi yang semestinya bergulir Oktober terus tertunda karena masalah kalender AFC dan kontrak komersial antara FSDL dan federasi sepak bola India.

Rasyid mengungkapkan kekecewaannya melalui media sosial. Ia menulis pesan emosional yang mewakili keresahan ratusan pemain yang kehilangan penghasilan dan kesempatan bermain.

“Kami hanya ingin bermain, dan sekarang juga,” tulisnya.

Baca Juga: RESMI! Rapel Kenaikan Gaji Pensiunan 2025 Mulai Disiapkan, Janda/Duda & Veteran Dapat Jatah Lebih Besar?

Penundaan liga membuat masa depannya di East Bengal ikut terancam, padahal ia datang dengan harapan besar setelah tampil gemilang di Indonesia.

Di tengah panasnya diskusi soal pelatih baru, kepastian kebugaran Diego, dan persiapan derbi sengit Persebaya vs Arema, Persebaya berada di persimpangan penting. Apakah Bernardo Tavares benar-benar menjadi solusi? Dan apakah Bonek siap menerima segala konsekuensi dari pilihan itu?

Laga besar di depan mata bisa menjadi titik balik Green Force.

 

Editor : Findika Pratama
#persebaya vs arema #bonek #Bernardo Tavares Persebaya #eduardo perez #diego mauricio