BLITAR – Arema FC krisis kreativitas kembali jadi sorotan menjelang putaran kedua Super League 2025–2026. Mandeknya variasi serangan dan minimnya suplai peluang membuat Singo Edan membutuhkan suntikan energi baru di lini tengah. Situasi inilah yang kemudian memunculkan dua nama dari Persip Bandung sebagai opsi paling realistis untuk menutup celah tersebut. Isu ini bukan lagi sebatas rumor, melainkan kebutuhan taktikal yang mendesak bagi tim besutan Marcos Santos.
Arema FC krisis kreativitas terlihat dari performa tim yang tidak stabil dalam beberapa laga terakhir. Ritme permainan kerap tersendat, sementara serangan mudah dipatahkan lawan. Dengan minimnya gelandang kreatif yang mampu mengatur tempo serta mengalirkan bola secara progresif, manajemen mulai mempertimbangkan pergerakan di bursa transfer. Dua pemain Persip Bandung—William Marsilio dan Alfeandra Dewangga—pun menjadi kandidat yang dianggap paling masuk akal. Keduanya dinilai mampu mengisi kekosongan yang membuat Arema FC krisis kreativitas semakin terasa.
Nama pertama yang muncul adalah William Marsilio, gelandang asal Brasil yang sempat membela Arema FC pada musim 2024–2025. Meski hanya bertahan sembilan bulan, Marsilio kala itu menunjukkan peran signifikan dalam menghidupkan tempo permainan. Ia dikenal sebagai playmaker yang mampu mengalirkan bola lebih cepat dan rapi, sesuatu yang kini justru hilang dari permainan Arema.
Di Persip Bandung, karier Marsilio jauh dari kata ideal. Dari seluruh laga Super League musim ini, ia hanya mencatat tujuh pertandingan: lima dari bangku cadangan dan dua sebagai starter. Total menit bermainnya hanya 328 menit. Bahkan di ajang ACL, ia hanya tampil dua kali dari bench. Minimnya menit bermain ini membuat peluang untuk kembali ke Arema FC semakin terbuka lebar.
Kebutuhan Arema terhadap playmaker yang bisa menciptakan ritme permainan progresif menjadikan Marsilio sebagai kandidat yang masuk akal. Selain sudah memahami atmosfer Malang, ia juga memiliki gaya main yang sesuai dengan kebutuhan taktik Marcos Santos.
Nama kedua adalah Alfeandra Dewangga. Pemain belakang serba bisa ini sebenarnya sudah masuk radar Arema FC sejak April 2025, ketika rumor itu sempat viral di media sosial melalui akun Kanda Ball. Namun pada akhirnya, Dewangga lebih memilih Persip Bandung di awal musim.
Sayangnya, nasib Dewangga di Persip tak jauh berbeda dari Marsilio. Ia baru tampil sekali sepanjang musim, itu pun hanya satu menit. Kondisi ini membuat Arema FC punya peluang besar untuk mendatangkan kembali incaran lamanya tersebut. Fleksibilitas posisi Dewangga—bisa bermain sebagai bek tengah, bek kiri, maupun gelandang bertahan—menjadikannya aset penting jika Arema ingin menambah kedalaman skuad.
Jika Arema ingin meningkatkan kualitas build-up dan kreativitas dari lini belakang, Dewangga dapat menjadi jawaban. Terlebih, ia masih berusia muda dan punya potensi besar untuk berkembang.
Di tengah isu perekrutan pemain baru, Arema FC juga menghadapi kemungkinan kehilangan salah satu bek asingnya. Klub Serie C Brasil, Guarani, disebut tertarik mendatangkan pemain bertahan Singo Edan. Meski belum ada nama yang disebut, spekulasi mengarah pada dua sosok yang tampil paling konsisten: Luis Gustavo dan Mates Bled.
Luis Gustavo mencatat 11 penampilan dengan total 990 menit. Ia memang belum mencetak gol, namun punya satu assist dan minim melakukan kesalahan. Sementara itu, Mates Bled tampil solid dalam 887 menit bermain, mencetak satu gol, bersih dalam duel, dan konsisten menjaga area pertahanan.
Jika Guarani serius, maka Arema berpotensi kehilangan satu pilar penting di lini belakang. Situasi ini menempatkan manajemen pada dilema: mempertahankan konsistensi pertahanan atau melepas pemain demi keuntungan finansial.
Di sisi lain, Arema FC mendapat angin segar. Penjaga gawang utama mereka, Lukas Frigeri, dipastikan siap kembali turun menghadapi Persebaya Surabaya. Frigeri telah pulih lebih dari 90% dari cedera paha yang dideritanya sejak beberapa pertandingan lalu. Tim medis menyebut pemulihan berjalan baik, termasuk program penguatan otot dan latihan terpisah yang ia jalani.
Meski musim ini baru tampil empat kali karena masalah kebugaran, Frigeri tetap disiapkan untuk big match tersebut. Pelatih kiper Thiago Simos memastikan seluruh penjaga gawang dilatih maksimal demi menghadapi pertandingan besar yang sangat menentukan posisi Arema di klasemen.
Dengan kebutuhan kreativitas yang mendesak, potensi keluar masuk pemain, dan pulihnya kiper utama, Arema FC menghadapi periode yang sangat krusial. Keputusan manajemen dalam beberapa pekan ke depan akan menentukan arah perjalanan Singo Edan di sisa musim.
Editor : Anggi Septiani