BLITAR – Ambisi besar Persebaya Surabaya untuk menargetkan juara musim ini bukan sekadar wacana kosong. Manajer Persebaya mengungkap, target tersebut muncul setelah fondasi tim yang dibangun sejak musim lalu akhirnya mencapai bentuk paling matang. Dengan pondasi yang kokoh, regenerasi berjalan ideal, dan rekrutmen pemain dilakukan lebih cepat dibanding klub lain, manajemen memastikan tim siap bersaing di jalur juara.
Fondasi Tim Persebaya Surabaya Sudah Terbangun Utuh
Menurut manajer, seluruh “bangunan” tim Persebaya Surabaya memang disusun bertahap, dimulai ketika ia dipercaya memimpin manajemen musim lalu. Saat itu, banyak pemain muda belum memiliki jam terbang memadai, namun kini sebagian besar sudah berkembang hingga masuk kategori grade A. Perkembangan signifikan tersebut membuat struktur tim semakin kuat.
Ia menjelaskan bahwa konsep “bangunan piramid” Persebaya kini sudah lengkap. Pemain-pemain jebolan Elite Pro Academy yang pernah mengantarkan Persebaya juara FA U-20 2019 kini telah matang dan siap dipadukan dengan rekrutan anyar. Kolaborasi pemain muda dan senior inilah yang dipercaya menjadi kekuatan utama musim ini.
Momentum Tepat Menuju Target Juara
Meski banyak pihak menilai target juara Persebaya dipengaruhi momentum kompetisi, manajer menegaskan bahwa target itu murni karena tim sudah siap. Struktur tim yang kokoh membuat manajemen yakin tak mudah goyah oleh kondisi apa pun—baik dinamika federasi, perubahan regulasi, maupun tekanan kompetisi.
Beberapa nama seperti Ernando Ari, Deni Agus, Catur Pamungkas, dan Rizky Ridho disebut telah melalui proses pembinaan berjenjang dan kini mencapai fase matang. Dengan pondasi tersebut, Persebaya percaya diri menatap musim dengan ambisi besar.
Rekrutmen Paling Cepat, Semua Bidikan Utama Mengunci
Gerak cepat Persebaya dalam bursa transfer juga menjadi sorotan. Rekrutmen pemain dilakukan jauh sebelum klub lain bergerak, termasuk perekrutan pemain asing. Saat regulasi pemain asing berubah dari empat menjadi lima, kemudian enam pemain, manajemen langsung menyesuaikan dan mengunci kebutuhan tim.
Setiap pemain lokal yang dibidik juga hampir semuanya merupakan pilihan pertama. Daftar pendek (shortlist) telah disiapkan sejak awal, sehingga proses rekrutmen berjalan lancar tanpa kejar-kejaran waktu. Hasilnya, tak satu pun bidikan utama yang lepas ke klub lain.
Tim pelatih pun dilibatkan dalam diskusi sehingga keputusan tak terpusat pada satu orang. Semua pihak bertanggung jawab penuh untuk memastikan pemain yang datang sesuai kebutuhan tim.
Mempertahankan Trio Pemain Asing yang Menonjol
Tiga pemain asing menjadi kunci lain dari kesiapan Persebaya Surabaya. Paul Victor dan dua pemain asing lainnya dipertahankan karena kontribusi signifikan musim lalu. Paul Victor mengemas tujuh gol meski hanya bermain setengah musim, sementara gelandang serang So mencatat 10 gol dan 10 assist.
Manajer mengakui banyak klub besar mencoba membajak mereka, tetapi Persebaya bergerak cepat mengamankan tanda tangan pemain. Beberapa pemain bahkan menolak tawaran klub lain karena sudah cocok dengan atmosfer Surabaya dan dukungan Bonek.
Mental Kuat dan Dukungan Suporter Jadi Faktor Penentu
Manajer tak menampik bahwa dukungan Bonek adalah daya tarik tersendiri sekaligus tantangan. Ada pemain yang tertarik karena atmosfer Surabaya yang penuh risiko dan penuh nyali, namun ada pula yang mundur karena tak sanggup menghadapi tekanan mental. Musim ini, komunikasi antara manajemen dan suporter terjalin baik, sehingga situasi lebih kondusif bagi para pemain.
Skuad Sudah 32 Pemain, Tambahan Nama Tak Lagi Dibutuhkan
Per 20 bulan berjalan, transfer window masih terbuka. Namun Persebaya memastikan skuad sudah lengkap dengan total 32 pemain. Tidak ada rencana tambahan pemain, kecuali ada situasi mendadak yang memaksa.
Sementara itu, delapan pemain muda akan dipinjamkan ke satu klub di Pulau Jawa untuk memastikan jam terbang mereka terjaga. Kebijakan memusatkan pinjaman ke satu klub dianggap lebih efektif ketimbang menyebar ke banyak klub.
Kasus Alwi Slamat Terselesaikan, Hanya Kendala Administrasi
Manajer juga menyinggung polemik terkait Alwi Slamat yang sempat ramai dibahas publik. Ia menegaskan bahwa isu-isu yang beredar sebenarnya hanya terkait proses administrasi. Alwi tetap berkomitmen besar kepada Persebaya dan tidak terpengaruh tawaran klub lain.
Pada akhirnya, manajemen menutup diskusi dengan keyakinan penuh: musim ini adalah momen terbaik Persebaya untuk kembali berbicara di papan atas dan mengincar gelar juara. Dengan fondasi kuat, mental tangguh, dan dukungan suporter, target tersebut diyakini bukan sekadar mimpi.
Editor : Findika Pratama