Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Derby Jawa Timur Memanas: Koko Ari Comeback, Dua Pilar Absen, dan Nasib Diego Mauricio Jadi Sorotan

Dimas Galih Nur Hendra Saputra • Sabtu, 22 November 2025 | 02:15 WIB
Derby Jawa Timur Memanas: Koko Ari Comeback, Dua Pilar Absen, dan Nasib Diego Mauricio Jadi Sorotan
Derby Jawa Timur Memanas: Koko Ari Comeback, Dua Pilar Absen, dan Nasib Diego Mauricio Jadi Sorotan

BLITAR – Jelang Derby Jawa Timur yang tinggal hitungan hari, atmosfer Surabaya mulai berubah cepat. Ritme di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) kian terasa berat, dan Bonek seakan menahan napas menunggu laga panas antara Persebaya dan Arema FC pada 22 November mendatang. Dalam tensi yang menebal itu, Persebaya datang membawa kabar besar: comeback Koko Ari setelah 226 hari absen karena cedera ACL. Namun bersamaan dengan itu, dua pilar utama justru dipastikan absen, membuat laga penuh tekanan ini semakin sulit diprediksi.

Koko Ari Comeback Setelah 226 Hari Absen

Kembalinya Koko Ari menjadi cerita emosional tersendiri menjelang Derby Jawa Timur. Cedera ACL yang dialaminya pada 6 April 2025 saat membela Madura United membuatnya absen lebih dari tujuh bulan. Proses pemulihannya panjang—mulai fisioterapi, perawatan intensif, hingga latihan khusus untuk mengembalikan kekuatan kaki dan kepercayaan diri.

Persebaya mengumumkan comeback Koko pada 15 November melalui video latihan resmi klub. Dalam cuplikan tersebut, Koko tidak hanya berlatih ringan, tetapi sudah mengikuti interval run, small sided game, hingga latihan taktik. Dokter tim, dr. Ahmad Ridai, menegaskan bahwa respons tubuh Koko sangat bagus dan berada pada level pemain reguler.

Peran Koko Ari memang krusial. Ia adalah pemain serbaguna yang bisa menempati empat posisi: bek kanan, bek kiri, gelandang kiri, hingga winger. Total 110 pertandingan dan lebih dari 8.200 menit bermain menjadi bukti bahwa ia bukan sekadar pelapis. Bagi Bonek, derby tanpa Koko terasa kurang lengkap. Kehadirannya diyakini menambah agresivitas dan intensitas di sisi kanan permainan Bajol Ijo.

Rivera dan Leo Lelis Absen: Lubang Besar di Lini Tengah dan Belakang

Namun kabar baik itu langsung dibayangi dua kehilangan besar. Francisco Rivera, playmaker utama Persebaya, dipastikan absen karena kartu merah saat melawan Persik Kediri. Sementara itu, bek tangguh Leo Lelis harus menjalani hukuman tambahan dari Komdis PSSI akibat pelanggaran keras pada laga sebelumnya.

Absennya Rivera berarti hilangnya motor utama pengaliran bola Persebaya. Dialah yang biasanya mengatur tempo, membuka ruang, dan membangun serangan dari lini tengah. Tanpa dirinya, struktur permainan bisa berubah total. Sementara Lelis adalah benteng terakhir yang kuat dalam duel udara dan memiliki pengalaman menghadapi tekanan derby.

Pelatih Eduardo Perez memang menyiapkan pengganti, tetapi laga sebesar Derby Jawa Timur memiliki tekanan psikologis berbeda. Pemain pelapis harus siap menghadapi atmosfer puluhan ribu Bonek, ritme cepat, dan duel keras sepanjang 90 menit.

Di klasemen sementara, Persebaya berada di posisi 8 dengan 15 poin, hanya satu strip di atas Arema yang mengoleksi 13 poin. Artinya, derby kali ini bukan hanya soal gengsi Jawa Timur, tetapi juga penentuan posisi aman di papan tengah.

Nasib Diego Mauricio, Striker Hampir 5 Miliar

Satu nama lain yang tak kalah disorot adalah Diego Mauricio. Striker mahal dengan nilai hampir Rp4,78 miliar itu hingga kini belum menunjukkan kontribusi nyata. Bukan karena performanya buruk, tetapi karena ia hanya memainkan total 20 menit sejak didatangkan.

Baca Juga: Warga Desa Rejosari di Blitar Protes Pemdes Terkait Kinerja BPD, Ini Masalahnya

Beberapa media mengkritik Diego mandul, namun kritik itu dianggap tidak masuk akal oleh sebagian pendukung. Bagaimana bisa menilai seorang striker tidak produktif jika ia tidak diberi menit bermain yang cukup?

Menurut banyak pandangan, seharusnya Diego diberi kesempatan dalam tiga pertandingan penuh sebelum disimpulkan apakah ia layak atau tidak menjadi ujung tombak Persebaya. Jika tidak dimainkan di derby nanti, Persebaya bisa dianggap melakukan pemborosan besar di sektor yang justru paling membutuhkan ketajaman.

Derby: Lebih dari Sekadar Pertandingan

Dengan segala dinamika tersebut, Derby Jawa Timur kali ini menghadirkan campuran harapan besar, kekhawatiran mendalam, dan tekanan tak terelakkan. Koko Ari membawa energi positif dari kisah comeback-nya. Namun absennya Rivera dan Lelis tetap menjadi lubang besar yang harus ditambal.

Nasib Diego Mauricio pun menambah lapisan drama menjelang pertandingan. Akan dimainkan atau tetap di bangku cadangan? Keputusan Eduardo Perez akan sangat menentukan ritme serangan Persebaya.

Namun bagi Bonek, derby bukan sekadar soal siapa yang absen atau siapa yang bermain. Ini soal harga diri Jawa Timur. Soal lambang di dada. Soal siapa yang lebih berani bertarung dalam panasnya persaingan dua kutub besar sepak bola Indonesia.

Apa pun kondisinya, Persebaya harus turun dengan satu tujuan: menang, membuktikan, dan menjaga kehormatan di kandang sendiri.

 

Editor : Dimas Galih Nur Hendra Saputra
#Koko Ari #derby jawa timur #persebaya #Arema FC #diego mauricio