Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Ikrar Damai Bonek Aremania Jelang Final Piala Presiden 2019, Rivalitas Panas Langsung Mencair dan Publik Terkejut

Anggi Septiani • Sabtu, 22 November 2025 | 03:25 WIB
Ikrar Damai Bonek Aremania Jelang Final Piala Presiden 2019, Rivalitas Panas Langsung Mencair dan Publik Terkejut
Ikrar Damai Bonek Aremania Jelang Final Piala Presiden 2019, Rivalitas Panas Langsung Mencair dan Publik Terkejut

BLITAR - Ikrar Damai Bonek Aremania kembali menjadi sorotan publik setelah dua suporter besar Jawa Timur itu sepakat menurunkan tensi menjelang laga final Piala Presiden 2019. Pertemuan yang digelar oleh Kepolisian Daerah Jawa Timur tersebut mempertemukan pentolan Bonek Mania dan Aremania untuk memastikan laga Persebaya kontra Arema FC berlangsung aman, tertib, dan tanpa gesekan. Kesepakatan itu sekaligus menunjukkan upaya nyata kedua kubu suporter dalam meredakan rivalitas panjang yang selama ini kerap menimbulkan kekhawatiran.

Kesediaan kedua kubu untuk duduk satu meja dan menandatangani ikrar damai Bonek Aremania menjadi momen penting menjelang pertandingan final pada 9 dan 12 April 2019. Rivalitas panas yang biasanya menyelimuti duel Persebaya dan Arema FC membuat pihak kepolisian mengambil langkah antisipatif. Hasilnya, dua kelompok suporter sepakat menjaga situasi tetap kondusif demi kelancaran pertandingan.

Dalam pertemuan itu, berbagai poin penting dibahas dan disepakati. Salah satu yang paling menonjol adalah keputusan bersama agar Bonek dan Aremania tidak hadir sebagai penonton tandang. Langkah ini dianggap sebagai cara paling efektif untuk mencegah provokasi, gesekan, ataupun kerumunan yang berpotensi memicu konflik.

Kesepakatan tidak hadir di laga tandang merupakan bentuk komitmen kuat kedua suporter dalam menjaga keamanan. Bonek memilih tidak hadir di Malang saat Arema menjadi tuan rumah, begitu pula Aremania tidak bepergian ke Surabaya ketika Persebaya menjamu. Ketegasan ini menjadi fondasi utama keberhasilan ikrar damai Bonek Aremania yang didorong bersama pihak kepolisian.

Tak hanya itu, kedua kelompok juga sepakat mengimbau para penonton di stadion agar tidak menyanyikan lagu-lagu bernada rasis atau provokatif. Lagu-lagu semacam itu selama ini sering memicu ketegangan dalam pertandingan penting. Dengan adanya larangan bersama, diharapkan atmosfer pertandingan berjalan sehat dan penuh sportivitas.

Perwakilan Aremania dalam kesempatan itu menegaskan bahwa keamanan bukan hanya tugas polisi, melainkan dimulai dari diri sendiri. Mereka menilai bahwa laga final Piala Presiden yang rencananya disiarkan secara nasional harus menjadi contoh bahwa Aremania adalah suporter yang cinta damai. Komitmen ini menjadi pondasi penting untuk merawat hubungan antarsuporter di masa depan.

Di sisi lain, perwakilan Bonek menyampaikan bahwa suporter Persebaya telah semakin dewasa. Mereka berkomitmen menjaga keamanan pertandingan, baik saat menjadi tuan rumah maupun dalam aktivitas suporter lainnya. Dalam pertemuan tersebut, Bonek menegaskan bahwa mereka tidak pernah menyanyikan yel-yel rasis ketika Persebaya bertanding di Gelora Bung Tomo (GBT).

Pernyataan ini sekaligus menjadi penegasan bahwa Bonek ingin terlibat dalam menciptakan atmosfer sepak bola yang positif dan nyaman bagi seluruh pihak. Dengan dukungan dari berbagai elemen suporter, rekonsiliasi dan ikrar damai Bonek Aremania dianggap menjadi langkah besar bagi persepakbolaan Indonesia yang selama ini sering dirundung konflik suporter.

Kepolisian Daerah Jawa Timur memainkan peran sentral dalam mempertemukan dua kubu suporter tersebut. Dengan intensitas rivalitas yang tinggi, kepolisian menilai dialog adalah kunci untuk meredam potensi konflik. Pertemuan ini membuahkan hasil yang sangat positif, karena kedua kubu menunjukkan kedewasaan, saling menghormati, dan kesadaran penuh bahwa pertandingan sepak bola harus aman bagi siapa pun.

Harapan besar muncul dari berbagai pihak bahwa langkah seperti ini dapat menjadi contoh bagi suporter di daerah lain. Rivalitas boleh saja tetap hidup, tetapi harus berada dalam koridor sportivitas. Pertandingan besar seperti final Piala Presiden 2019 dianggap sebagai momentum tepat untuk membuktikan bahwa suporter Indonesia mampu menunjukkan kedewasaan dalam mendukung tim kesayangan.

Kesepakatan damai ini bukan hanya tentang laga final, tetapi juga langkah panjang untuk memperbaiki hubungan antarsuporter. Komitmen untuk tidak hadir di laga tandang, tidak menyanyikan yel-yel rasis, dan menjaga keamanan menjadi bukti bahwa kedewasaan suporter mulai tumbuh.

Jika momentum ini terus dijaga, bukan tidak mungkin rivalitas Persebaya dan Arema FC ke depan berubah menjadi rivalitas sehat yang dibangun atas dasar saling menghormati. Ikrar damai Bonek Aremania yang tercipta menjelang final Piala Presiden 2019 menjadi pijakan awal that patut diapresiasi seluruh pecinta sepak bola tanah air.

Editor : Anggi Septiani
#Ikrar damai #bonek #aremania #piala presiden 2019 #suporter sepak bola