BLITAR – Jelang duel panas Persebaya vs Arema, publik sepak bola nasional kembali menyoroti strategi dan dinamika internal Bajul Ijo yang tengah berada dalam tekanan tinggi. Laga bertajuk derby Jatim pada Sabtu, 22 November 2025, di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) itu diprediksi berlangsung sengit setelah pelatih Eduardo Perez menegaskan siap memainkan dua striker sekaligus. Keputusan ini menjadi pembicaraan besar sekaligus bagian penting dari persiapan tim menatap duel bergengsi Persebaya vs Arema tersebut.
Sesi latihan Persebaya jelang pertandingan Persebaya vs Arema juga diserbu Bonek Mania. Mereka datang untuk memberi dukungan sekaligus mendesak manajemen memainkan sejumlah pemain yang dinilai layak tampil. Sorotan tertuju pada Koko Ari, pemain yang belum mendapat menit bermain musim ini namun dianggap publik mampu memperkuat lini belakang.
Di sisi lain, Persebaya mendapat tambahan tenaga penting dengan kembalinya kiper utama Ernando Ari. Setelah absen dalam laga sebelumnya, Nando dipastikan siap tampil di bawah mistar. Kehadirannya diyakini bakal meningkatkan kepercayaan diri lini pertahanan.
Pelatih Persebaya, Eduardo Perez, membuat kejutan dengan mengonfirmasi akan menurunkan dua striker sekaligus menghadapi Arema FC. Duo penyerang yang dimaksud adalah Mihailo Perovic dan Diego Mauricio. Keduanya akan menjadi tumpuan daya gedor Green Force di laga bertensi tinggi itu.
“Kami akan memainkan dua striker untuk menghadapi Arema FC. Kami percaya strategi ini bisa membawa kami meraih kemenangan,” ujar Perez dalam sesi latihan terbuka.
Keputusan ini muncul setelah performa Persebaya menuai kritik dalam beberapa pekan terakhir. Dengan mengandalkan dua penyerang berpengalaman, Perez berharap Persebaya mampu menekan sejak menit awal, memaksa Arema FC bertahan, serta membuka celah gol dari skema langsung maupun serangan cepat.
Dalam unggahan resmi Instagram Persebaya pada Kamis, 13 November 2025, terlihat ratusan Bonek menghadiri sesi latihan Bruno Moreira dan kawan-kawan. Sebagian besar memberikan dukungan moral, namun tidak sedikit yang menyampaikan kritik serta desakan.
Salah satu yang paling ramai adalah tuntutan agar Koko Ari dimainkan. Koko belum tampil sama sekali musim ini, tetapi para suporter menilai ia masih layak dipercaya untuk tampil dalam pertandingan sebesar derby Jatim. Kondisi inkonsisten Persebaya musim ini membuat Bonek menuntut perubahan nyata, terutama dalam komposisi pemain.
Penampilan pasang surut membuat atmosfer internal Persebaya cukup panas. Bonek berharap keputusan pelatih tidak hanya mempertimbangkan taktik, tetapi juga kebutuhan tim yang mendesak di berbagai sisi lapangan.
Eduardo Perez juga tak lepas dari sorotan. Dua hasil imbang beruntun dan kekalahan dari Persija membuat kritik terhadap pelatih Spanyol itu semakin keras. Sebagian Bonek mulai menyerukan desakan agar dirinya mundur dari kursi pelatih.
Meski demikian, Perez memilih bertahan. Ia menegaskan kritik dari Bonek bukan hal yang harus dihindari, melainkan motivasi untuk memperbaiki tim.
“Kritik bukan masalah. Itu energi tambahan untuk kami bekerja lebih keras,” ujarnya.
Pernyataan itu menegaskan bahwa Perez ingin menjawab kritik dengan kemenangan penting di derby Jatim. Laga melawan Arema disebut sebagai penentu kelanjutan kariernya di Surabaya.
Kiper andalan timnas Indonesia, Ernando Ari, menjadi kabar menggembirakan bagi Green Force. Setelah absen menghadapi Persik Kediri, Nando kembali berlatih penuh dan siap turun menghadapi Arema FC.
Selama absen, posisi kiper utama diisi pemain muda yang kurang pengalaman, membuat pertahanan Persebaya beberapa kali goyah. Kembalinya Nando diharapkan memberi stabilitas, terutama dalam mengantisipasi serangan cepat Arema yang terkenal agresif.
Dengan kondisi fisik yang sudah pulih, Ernando diprediksi menjadi salah satu kunci kemenangan Persebaya.
Pertemuan Persebaya vs Arema bukan sekadar pertandingan. Derby Jatim selalu memunculkan tensi panas, gengsi besar, dan emosi yang meluap. Tak hanya pemain, suporter kedua kubu pun selalu membawa atmosfer tersendiri yang menyelimuti stadion.
Persebaya harus kehilangan Francisco Rivera akibat kartu merah. Absennya playmaker utama itu memberi tantangan besar bagi Perez dalam menyusun strategi. Rivera adalah motor kreativitas Bajul Ijo, dan tanpa dirinya, Persebaya dituntut menemukan alternatif serangan yang efektif.
Dengan statistik empat kemenangan, tiga imbang, dan tiga kekalahan dari 10 laga, Persebaya jelas membutuhkan kemenangan untuk memperbaiki posisi dan meredam tekanan internal.
Editor : Anggi Septiani