BLITAR – Memasuki masa peralihan cuaca, ancaman penyakit ayam musim pancaroba kembali menghantui para peternak di berbagai daerah. Kondisi cuaca yang tidak menentu membuat unggas, terutama ayam kampung, menjadi jauh lebih rentan terserang penyakit. Mulai dari snot, koriza, hingga Newcastle Disease (ND) atau tetelo, semuanya berpotensi menyebar dengan cepat jika peternak tidak melakukan antisipasi sejak awal.
Musim pancaroba yang ditandai pergantian dari kemarau menuju penghujan tidak hanya berdampak pada kesehatan manusia, tetapi juga memberi tekanan besar pada hewan ternak. Kelembapan tinggi, curah hujan yang meningkat, serta angin yang bergerak lebih cepat membuat bibit penyakit lebih mudah berkembang. Situasi inilah yang memicu peningkatan kasus penyakit ayam musim pancaroba dari tahun ke tahun.
Menurut pegiat peternakan Citra Siregar dalam saluran Kuk Karo Farm, tingkat kewaspadaan peternak harus ditingkatkan. Ia menegaskan bahwa cuaca lembap adalah kondisi ideal bagi virus dan bakteri penyebab penyakit unggas. “Kalau tidak pintar-pintar mengantisipasi, satu kandang bisa ludes,” ujarnya.
Citra menjelaskan, langkah pertama yang wajib dilakukan peternak sebelum masuk fase rawan penyakit ayam musim pancaroba adalah memeriksa kondisi kandang, terutama bagian atap. Kebocoran kecil saja dapat menyebabkan air hujan masuk ke area kandang dan memicu kelembapan tinggi, yang akhirnya menjadi sarang bibit penyakit. Peternak disarankan segera memperbaiki atau mengganti bagian atap yang rusak untuk menjaga kandang tetap kering.
Langkah kedua adalah peningkatan sanitasi dan desinfeksi. Kandang, tempat pakan, dan wadah minum harus dibersihkan secara rutin menggunakan cairan desinfektan. “Tujuannya menekan bibit penyakit yang ada di lingkungan kandang,” kata Citra. Ia menambahkan, kotoran ayam yang menumpuk akan meningkatkan kadar amoniak. Jika kadarnya terlalu tinggi, saluran pernapasan ayam mudah teriritasi dan membuat ayam lebih rentan terserang penyakit.
Peternak juga diminta lebih waspada terhadap keberadaan serangga seperti lalat. Serangga dapat berperan sebagai vektor pembawa penyakit dan mempercepat penyebaran infeksi dalam kandang.
Cuaca lembap sering menurunkan kualitas pakan, terutama jika penyimpanannya tidak tepat. Citra mengingatkan agar peternak memastikan pakan tetap kering dan tidak terkontaminasi air hujan. Pakan yang lembap akan mudah berjamur dan membahayakan kesehatan ayam.
Selain pakan, kualitas air minum juga harus diperhatikan. Peternak dapat menambahkan antiseptik khusus unggas pada air minum, terutama jika sumber air di wilayah tersebut kurang bersih saat musim hujan. Pemberian vitamin atau jamu-jamuan juga dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh ayam, meskipun penggunaannya harus sesuai takaran agar tidak menimbulkan efek samping.
Di musim kemarau, penyemprotan desinfektan mungkin cukup dilakukan satu hingga dua kali per minggu. Namun memasuki masa rawan penyakit ayam musim pancaroba, frekuensi tersebut harus ditingkatkan. Citra bahkan menyarankan penyemprotan dilakukan setiap dua hari sekali, tergantung kondisi kandang.
Langkah krusial berikutnya adalah memastikan program vaksinasi ayam telah lengkap. Penyakit koriza, snot, dan ND merupakan penyakit yang sangat sering muncul saat musim pancaroba. Vaksinasi menjadi benteng utama bagi peternak untuk menghindari kerugian besar akibat kematian massal unggas.
“Segala jenis vaksin sebaiknya dilengkapi sebelum musim pancaroba datang,” ujar Citra. Vaksinasi membantu meningkatkan antibodi dan menurunkan risiko penularan penyakit antarayam.
Pada malam hari, suhu bisa turun drastis, terutama di kawasan dataran tinggi. Peternak dianjurkan menambah pemanas dalam kandang atau menutup area kandang menggunakan tenda agar ayam tidak kedinginan. Kondisi suhu dingin ekstrem membuat ayam jauh lebih mudah jatuh sakit.
Selain virus dan bakteri, penyakit cacingan juga kerap menyerang di musim hujan. Pemberian obat cacing secara rutin dapat menjadi upaya pencegahan tambahan agar kesehatan ayam tetap terjaga.
Citra mengakui bahwa masa pancaroba adalah periode paling menantang bagi peternak. “Kalau tidak dipersiapkan sejak awal, pagi-pagi bisa saja kita menemukan ayam mati di kandang,” katanya. Ia berharap tips yang dibagikan dapat membantu peternak sebagai acuan untuk mengurangi risiko penyakit ayam musim pancaroba.
Editor : Anggi Septiani