Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Petani Blitar Bagikan Rahasia Obat Antraknosa Cabai yang Ampuh, Terbukti Sembuh dalam 4 Hari dengan Resep Sederhana Ini

Rahma Nur Anisa • Selasa, 25 November 2025 | 03:50 WIB

Petani Blitar bongkar resep obat antraknosa cabai ampuh: Amistop Dimix + Victory Biru.
Petani Blitar bongkar resep obat antraknosa cabai ampuh: Amistop Dimix + Victory Biru.

BLITAR KAWENTAR - Seorang petani cabai di Blitar membagikan resep obat antraknosa cabai yang diklaim ampuh menyembuhkan penyakit tanaman dalam waktu singkat. Melalui kanal YouTube Garden Farmer, petani tersebut menjelaskan formula yang berhasil mengatasi serangan antraknosa di kebunnya pada petikan ke-31.

Antraknosa merupakan penyakit jamur yang kerap menjadi momok bagi petani cabai. Penyakit ini menyebabkan buah cabai membusuk dan menurunkan produktivitas hingga puluhan persen. Petani di Blitar ini mengaku kebunnya sempat terserang antraknosa hingga 20 persen, namun berhasil diatasi dengan kombinasi fungisida tertentu.

Formula Obat Antraknosa yang Terbukti Manjur

Menurut petani tersebut, obat antraknosa cabai yang digunakan terdiri dari dua bahan utama, yakni Amistop Dimix dan Victory Biru. Kedua fungisida ini dicampur dengan dosis spesifik untuk memaksimalkan efektivitas pembasmian jamur penyebab antraknosa.

Baca Juga: Cair 1 Desember 2025, Gaji Pensiunan Dibahas Ramai; TASPEN Tegaskan Belum Ada Kenaikan Pensiun Maupun Rapelan

Dosis yang direkomendasikan adalah satu tutup atau 10 mililiter Amistop Dimix dicampur dengan 2 sendok makan Victory Biru. Campuran ini kemudian dilarutkan dalam 16 liter air untuk kemudian disemprotkan ke tanaman cabai.

"Jadi untuk dosis satu tutup alias 10 mili Amistop Dimix dengan 2 sendok makan Victory Biru, kita spraykan 4 hari sekali insyaallah sembuh," ujar petani tersebut dalam video yang diunggahnya.

Interval Penyemprotan dan Hasil Pengobatan

Petani ini menekankan pentingnya konsistensi dalam penyemprotan. Obat antraknosa tersebut harus disemprotkan setiap 4 hari sekali untuk mendapatkan hasil optimal. Setelah rutin menyemprot dengan formula tersebut, kebun cabainya yang semula terserang 20 persen antraknosa kini telah pulih dan aman.

Baca Juga: Viral Ucapan KPK Soal Korupsi Dana Pensiun ASN, TASPEN Tegaskan Belum Ada Keputusan Pemerintah Soal Kenaikan atau Rapelan

Dalam video yang direkam saat petikan ke-31 dan 32, tanaman cabai terlihat sehat dan produktif. Bahkan petani tersebut mengaku sudah menunda panen selama 2 minggu karena kesibukan, namun buah cabai masih dalam kondisi baik meskipun beberapa mulai sedikit lembek.

Tips Khusus Aplikasi Fungisida

Petani berpengalaman ini juga memberikan tips penting dalam aplikasi obat antraknosa. Menurutnya, saat menyemprot fungisida untuk mengatasi antraknosa, sebaiknya tidak dicampur dengan pupuk daun atau ZPT (Zat Pengatur Tumbuh).

"Jangan lupa pakai perekat, tapi jangan dicampur dengan jet PT dulu teman-teman. Jadi fokus ke fungisinya aja dulu untuk antraknosa," jelasnya.

Baca Juga: Perjalanan Keras Wlingiwood dalam Dunia Perfilman di Blitar Raya hingga Sukses Terkenal di Luar Negeri

Saran ini bertujuan agar fungisida bekerja maksimal membunuh jamur tanpa terganggu oleh bahan lain. Setelah antraknosa teratasi, barulah petani bisa kembali memberikan nutrisi dan pupuk untuk merangsang pertumbuhan tunas serta bunga baru.

Kondisi Tanaman Pasca Pengobatan

Di kebun petani tersebut, tanaman cabai yang telah diobati menunjukkan perkembangan positif. Tunas-tunas baru mulai bermunculan disertai bakal buah dan bunga. Meski belum terlihat subur maksimal karena masih banyak buah di atas yang menyerap nutrisi, kondisi tanaman jauh lebih baik dibanding saat terserang antraknosa.

Petani ini berencana memberikan nutrisi yang cukup setelah proses panen selesai dan melakukan pemangkasan tunas tua. Dengan begitu, tanaman cabai bisa fokus menghasilkan bunga dan buah baru dengan kualitas prima.

Baca Juga: Viral Isu Kenaikan Gaji Pensiunan 2025 karena Perpres 79/2025, TASPEN Tegaskan Belum Ada Keputusan Pemerintah

Harapan untuk Petani Lain

Melalui video edukasi ini, petani Blitar berharap resep obat antraknosa cabai yang dibagikannya bisa membantu rekan petani lain yang mengalami masalah serupa. Meski mengakui efektivitas di setiap daerah bisa berbeda karena faktor lingkungan, ia optimis formula ini bisa menjadi solusi alternatif yang efektif.

Antraknosa memang menjadi tantangan serius dalam budidaya cabai, terutama saat musim hujan. Dengan penanganan yang tepat menggunakan fungisida berkualitas dan interval penyemprotan yang konsisten, penyakit ini bisa dikendalikan sehingga produktivitas kebun tetap terjaga. (*)

Editor : Rahma Nur Anisa
#Fungisida Cabai #Victory Biru #petani Blitar #Amistop Dimix #obat antraknosa cabai