BLITAR KAWENTAR - Pemilihan fungisida padi musim hujan yang tepat menjadi kunci sukses petani mengatasi serangan jamur di tengah curah hujan tinggi. Channel Pegawai Kontrak mengungkap rahasia penggunaan fungisida yang disesuaikan dengan fase pertumbuhan tanaman untuk hasil panen optimal.
Musim hujan membawa ancaman serius bagi tanaman padi karena kondisi lembab sangat mendukung perkembangan jamur. Serangan jamur ini bisa terjadi di semua fase pertumbuhan padi, baik vegetatif maupun generatif, dan dapat menyebabkan penurunan hasil panen yang signifikan jika tidak ditangani dengan benar.
Banyak petani masih bingung memilih antara fungisida padi musim hujan berbentuk bubuk seperti Antrakol atau fungisida cair sistemik seperti Amistartop. Padahal, keduanya memiliki fungsi berbeda yang harus disesuaikan dengan fase pertumbuhan tanaman padi.
Fungisida Kontak untuk Fase Vegetatif
Menurut penjelasan di channel pertanian tersebut, saat tanaman padi berada di fase vegetatif atau umur 1 hingga 50 hari, sebaiknya menggunakan fungisida kontak berbentuk bubuk. Jenis fungisida ini meliputi Antrakol, Mancozeb, Zineb, dan Dithane.
Fungisida kontak bekerja dengan cara menutupi permukaan daun, batang, dan akar tanaman, sehingga membantu mencegah infeksi jamur. Keunggulan utama fungisida kontak adalah bahan aktifnya tidak diserap atau bergerak di dalam tanaman, sehingga lebih aman digunakan tanpa mempengaruhi pertumbuhan vegetatif.
Beberapa bahan aktif dalam fungisida kontak yang sering digunakan pada padi adalah kaptan, manzeb, dan mankozeb. Fungisida dengan bahan aktif ini efektif mengendalikan penyakit jamur seperti blast, peronosklerospora, dan rizoctonia yang sering menyerang tanaman padi di musim hujan.
"Dengan penggunaan fungisida kontak yang tepat, kita bisa melindungi tanaman padi dari serangan jamur tanpa menghambat pertumbuhannya," jelas narator dalam video tersebut.
Beralih ke Fungisida Sistemik Fase Generatif
Saat tanaman padi memasuki fase generatif, yakni mulai berbunga dan membentuk biji, pengendalian penyakit tetap penting tetapi dengan fokus berbeda. Pada fase ini, penggunaan fungisida padi musim hujan golongan azole atau fungisida sistemik lebih efektif dan bisa diterima.
Fungisida golongan azole seperti tebukonazole atau propikonazole, yang terdapat dalam produk Amistartop, Tandem, Folikur, dan sejenisnya, bekerja dengan cara menghambat biosintesis ergosterol yang sangat penting bagi pertumbuhan jamur.
Fungisida sistemik bersifat dapat meresap ke seluruh bagian tanaman, sehingga lebih efektif mengendalikan penyakit jamur yang menyerang bunga atau biji padi seperti busuk leher malai atau helminthosporiosis.
Penggunaan fungisida azole pada fase generatif membantu melindungi padi dari infeksi jamur yang bisa merusak bunga dan biji, serta memastikan hasil panen yang maksimal.
Bahaya Salah Gunakan Fungisida
Yang perlu diperhatikan petani adalah penggunaan fungisida sistemik golongan azole pada fase vegetatif harus dilakukan dengan hati-hati. Penggunaan yang berlebihan atau tidak sesuai dosis dapat menghambat pertumbuhan vegetatif tanaman seperti memperlambat perkembangan batang dan akar.
"Selain menghambat pertumbuhan jamur, efek kandungan bahan aktifnya menghambat pertumbuhan vegetatif padi sehingga dapat menghentikan pertumbuhan. Padi jadi fokus nutrisi untuk pembentukan malai, bulir, dan pemasakan," ungkap narator menjelaskan efek fungisida sistemik.
Oleh karena itu, sangat penting mengikuti dosis yang tepat dan menggunakan fungisida sesuai dengan fase pertumbuhan tanaman. Kesalahan dalam pemilihan jenis fungisida bisa berakibat fatal pada produktivitas padi.
Rotasi Fungisida Cegah Resistensi
Dalam pengelolaan penyakit jamur, rotasi penggunaan fungisida juga sangat disarankan untuk mencegah resistensi jamur terhadap bahan aktif yang sama. Dengan mengganti jenis fungisida secara bergantian, petani dapat menghindari jamur yang kebal terhadap pengobatan sekaligus memaksimalkan efektivitas pengendalian.
Rekomendasi penggunaan fungisida padi musim hujan yang tepat adalah: gunakan fungisida bubuk seperti Antrakol, Mancozeb, Zineb, atau Dithane saat padi fase vegetatif umur 1 hingga 50 hari. Sedangkan setelah masuk fase generatif, beralih ke fungisida sistemik seperti Amistartop, Tandem, Folikur, dan sejenisnya.
Pemilihan fungisida yang tepat di setiap fase pertumbuhan padi adalah kunci utama dalam pengendalian penyakit untuk memastikan hasil panen optimal di musim hujan. (*)
Editor : Rahma Nur Anisa