BLITAR KAWENTAR - Musim hujan menjadi periode kritis bagi petani padi karena meningkatnya serangan hama penyakit padi musim hujan yang dapat mengancam hasil panen. Channel Taniling TV mengungkap lima ancaman utama yang sering menyerang tanaman padi saat curah hujan tinggi beserta langkah pencegahan efektif.
Menurut penjelasan dalam video edukasi pertanian tersebut, tanaman padi sangat rentan terhadap serangan hama dan penyakit ketika musim penghujan tiba. Kondisi lembab dan berkurangnya penyinaran matahari menciptakan lingkungan ideal bagi perkembangan berbagai organisme perusak tanaman.
Pengetahuan tentang jenis-jenis hama penyakit padi musim hujan dan cara penanganannya menjadi kunci penting bagi petani untuk melindungi investasi mereka dan memastikan produktivitas tetap optimal meski menghadapi tantangan cuaca ekstrim.
Wereng Padi Ancaman Nomor Satu
Hama pertama dan paling berbahaya adalah wereng padi. Ketika musim hujan tiba, penyinaran matahari berkurang drastis sehingga telur wereng lebih mudah menetas dan populasinya menjadi sangat banyak dalam waktu singkat.
Wereng padi dapat merusak tanaman dengan menghisap getah tanaman yang menyebabkan daun menguning, pembentukan gabah terhambat, bahkan kematian tanaman. Serangan wereng yang masif bisa menyebabkan fenomena puso atau gagal panen total jika tidak ditangani dengan cepat.
Sundep atau Penggerek Batang Padi
Hama penyakit padi musim hujan berikutnya yang tak kalah mengancam adalah penggerek batang padi atau dikenal dengan sundep. Larva penggerek batang dapat merusak batang tanaman secara sistematis dari dalam.
Baca Juga: Viral Rapel Kenaikan Gaji Pensiunan November 2025, TASPEN Tegaskan Belum Ada Keputusan Pemerintah
Hama ini meletakkan telur pada pelepah daun. Setelah menetas, larva akan memakan daun padi terlebih dahulu. Lama kelamaan, hama ini akan masuk ke batang dan menggerek batang bagian dalam sehingga menyebabkan jaringan pembuluh batang terpotong.
Kerusakan yang ditimbulkan penggerek batang sangat serius karena dapat mengurangi produktivitas secara signifikan dan menyebabkan tanaman padi rebah sebelum waktunya. Tanaman yang terserang sundep biasanya menunjukkan gejala batang kering dan mati di bagian pucuk.
Tikus Perusak Tanaman Padi
Tikus merupakan hama vertebrata yang dapat menyebabkan kerusakan serius pada tanaman padi dengan memakan biji-bijian dan merusak akar serta batang tanaman. Populasi tikus yang banyak bisa menyebabkan kerugian besar pada hasil panen, terutama saat menjelang masa panen tiba.
Untuk mengatasi hama tikus, diperlukan pengolahan lahan secara serentak oleh seluruh petani di satu kawasan. Pengendalian tikus yang tidak serempak biasanya tidak efektif karena tikus akan berpindah dari satu lahan ke lahan lainnya.
Hawar Daun Bakteri
Selain serangan hama, ketika musim hujan tiba tanaman padi juga rawan terkena penyakit tanaman, salah satunya hawar daun bakteri. Penyakit ini mudah berkembang ketika kondisi lembab dan curah hujan tinggi.
Gejala penyakit hawar daun bakteri termasuk bercak-bercak berwarna coklat pada daun padi yang kemudian berkembang menjadi lubang-lubang. Penyakit ini dapat menyebar dengan cepat melalui percikan air hujan atau air irigasi, sehingga penanganan harus dilakukan segera saat gejala pertama muncul.
Penyakit Blas yang Mematikan
Penyakit tanaman padi lainnya yang biasa menyerang ketika musim hujan adalah blas. Gejala penyakit ini dapat ditemui pada daun, batang, malai hingga gabah, sehingga dampaknya sangat luas terhadap produktivitas.
Pada daun, penyakit blas bisa menimbulkan bercak belah ketupat dengan bagian ujungnya yang runcing. Bercak tersebut berwarna kelabu dengan bagian tepi berwarna coklat atau coklat kemerahan.
Selain itu, penyakit blas juga dapat menyebabkan tangkai busuk dan mudah patah. Akibatnya gabah yang dihasilkan menjadi hampa dan terdapat bercak kecil bulat yang mengurangi kualitas hasil panen.
Langkah Pengendalian Efektif
Untuk mengatasi berbagai hama penyakit padi musim hujan, penting menerapkan praktik manajemen yang baik. Pertama, perhatikan tanda-tanda penyakit atau hama secara teratur, terutama selama musim hujan agar deteksi dini bisa dilakukan.
Kedua, pastikan tanah memiliki sistem drainase yang baik untuk mencegah tergenang air yang dapat menyebabkan busuk akar dan memicu berkembangnya penyakit.
Ketiga, hilangkan sisa tanaman yang terinfeksi untuk mencegah penyebaran penyakit ke tanaman sehat di sekitarnya. Terakhir, jika diperlukan, gunakan fungisida atau pestisida yang sesuai untuk mengendalikan penyakit dan hama secara efektif.
Baca Juga: Konsumen Gas Melon di Blitar Melonjak, Pemilik Pangkalan Minta Pertamina Tambah Stok
Dengan pemahaman mendalam tentang hama penyakit padi musim hujan dan tindakan pencegahan yang tepat, petani dapat mengatasi setiap hambatan dan memastikan hasil panen tetap optimal. (*)