BLITAR - Devi Rasmita, wanita asal Desa Ponggok, Kabupaten Blitar, kini menjadi salah satu penggerak kampanye kemanusiaan Palestina melalui komunitas Baik Berisik Blitar, tempat ia dipercaya sebagai koordinator wilayah. Perjalanannya tak singkat. Semuanya bermula pada 2019 ketika mengikuti program online Baik Berisik.
Saat itu, Devi memilih jalur content creator untuk melatih kemampuan desain sekaligus mengisi waktu luang di tengah kesibukannya bekerja.
Selama mengikuti kelas, dia wajib membuat karya serta meresume materi ke-Palestina-an yang disampaikan para pemateri dari kalangan profesor, dosen, jurnalis, hingga aktivis Gaza. Dari sanalah, dia memahami bahwa isu Palestina jauh lebih kompleks dan berkaitan erat dengan sejarah, akidah, hingga hubungan internasional.
Proses seleksi berjalan panjang, hingga akhirnya pada 2024, dia dipanggil untuk mengikuti SMART Camp 2.0 di Bandung. Di pertemuan itu, dia bertemu para pemuda dari seluruh Indonesia yang memiliki visi serupa dalam edukasi isu Palestina. Melalui simulasi aksi dan pembuatan strategi kampanye, Devi menyadari bahwa gerakan ini bisa dimulai bahkan oleh dua orang saja.
Sekembalinya ke Blitar, dia melakukan aksi kecil dengan membagikan stiker, membuat pesan solidaritas, hingga menggelar kampanye kreatif. Aktivitas tersebut menjadi pemantik berdirinya Baik Berisik Blitar yang kini berfokus pada edukasi dan advokasi isu Palestina bagi anak muda.
Mereka rutin membuat mini aksi seperti membagi semangka, membuat perahu kertas dalam momen Global Sumud Flotilla, hingga kampanye kreatif berupa gambar, lukisan, dan tulisan.
Menurut Devi, tantangan terbesar masih pada minimnya edukasi dan pemahaman publik. Karena itu, Baik Berisik Blitar memilih pendekatan yang mudah diterima generasi muda yang fun, kreatif, namun tetap sarat nilai.
Menariknya, dalam waktu dekat, Devi berencana menggelar kegiatan journaling bertema Palestina yang dikemas dengan materi singkat sebelum peserta menuangkan refleksi mereka dalam jurnal. Kegiatan ini masih dalam tahap diskusi, tetapi ditargetkan berlangsung bulan depan.
Devi berharap masyarakat Blitar semakin peduli terhadap kondisi Palestina dan menyuarakannya sesuai kemampuan masing-masing baik melalui harta, keahlian akademik, media sosial, karya seni, maupun aksi kemanusiaan.
“Ini bukan sekadar isu kemanusiaan. Ini tentang saudara kita, tanah yang diberkahi, dan amanah perjuangan yang diwariskan sejak zaman Rasulullah,” ujarnya. (*/c1/ady) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah