BLITAR - Amalia Murshida Saifulah, Wakil I Diajeng Kota Blitar 2021 yang kini menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga, menjadikan pengalaman duta wisata, organisasi kampus, dan pelatihan Beasiswa Jarum Plus sebagai bekal kepemimpinan dan pengabdian, sekalipun kesibukan akademik membuatnya harus cermat mengatur waktu dan menghadapi burnout.
Keputusan mendaftar datang mendadak. Tanpa niat awal, dorongan keluarga membuatnya mencoba. "Awalnya aku memang tidak ada niat daftar. Karena dorongan keluarga, aku mendaftarnya di hari penutupan," kenang warga Kelurahan/Kecamatan Sukorejo ini.
Saat membuka portal, deretan persyaratan lengkap mengejutkannya. "Setelah aku buka untuk seleksi berkas itu banyak sekali yang harus disiapkan. Benar-benar sehari full aku menyiapkan semuanya dan itu super capek sekali," tuturnya.
Kunci kesuksesan terletak pada persiapan panjang sebelumnya. Aktif organisasi termasuk sebagai Wakil Ketua Ikatan Mahasiswa Kedokteran Hewan, mengikuti kepanitiaan, dan meraih juara lomba esai tingkat nasional, menjadi modal kuat. "Harus berangkat dengan persiapan, karena tidak mungkin mendaftarkan beasiswa tapi tidak membawa apa-apa," tegasnya.
Setelah lolos seleksi berkas, Amalia menghadapi psikotes dan wawancara. Prinsipnya sederhana, jadi diri sendiri dan percaya diri. "Ini mungkin klise ya, tapi ini penting banget. Kalau kita tidak jadi diri sendiri waktu di psikotes, terus beda di wawancara, juri tidak bisa menyimpulkan kita seperti apa," jelasnya.
Program Beasiswa Jarum Plus memberinya lebih dari bantuan finansial. Pelatihan soft skills menjadi nilai tambah utama. "Di program ini, aku banyak sekali pelatihan soft skills yang tidak aku dapatkan di kuliah," ungkapnya.
Pelatihan character building mengajarkan keuletan, kesadaran sosial-budaya, inisiatif, dan adaptasi. Leadership development mengubah cara pandangnya tentang kepemimpinan. "Dari yang awalnya memimpin dengan cara otodidak, aku jadi lebih matang belajar gimana menjadi pemimpin yang baik. Itu sangat berkesan sekali," tuturnya.
Puncaknya adalah nation building, pertemuan seluruh penerima beasiswa dengan kegiatan cultural visit di Kudus, hingga pergelaran Malam Dharma Puruhita yang menampilkan karya terbaik dari menyanyi hingga teater.
Kini, di semester tujuh, Amalia menyeimbangkan akademik dan peran sebagai mantan Wakil I Diajeng Kota Blitar 2021 dengan Time Management Matrix, membagi kegiatan dalam empat kategori prioritas. "Dari sini, aku bisa membantu banget terkait menentukan prioritas. Aku lebih prefer menulis di kertas. Cara jadul ini," ujarnya. Google Calendar membantu mengatur jadwal kuliah, deadline, hingga janji dengan teman. (*/c1/ady) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah