BLITAR - Persebaya Surabaya dikabarkan harus melakoni laga tandang pekan ke-14 Super League 2025/2026 melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC tanpa gelandang serang andalan, Francisco Rivera. Pemain termahal Green Force tersebut mendapat hukuman tambahan dari Komdis PSSI setelah menerima kartu merah saat berhadapan dengan Persik Kediri.
Absennya Rivera, yang memiliki nilai pasar Rp7,82 miliar, menjadi hantaman keras bagi Persebaya di tengah masa transisi pasca-pemecatan pelatih kepala Eduardo Perez. Latihan pertama tanpa Perez langsung dipimpin oleh caretaker Uston Nawawi, yang sebelumnya ditunjuk setelah manajemen menggelar pertemuan internal darurat. Uston menegaskan, mental para pemain diklaim tetap stabil dan ia telah menjelaskan komitmen tim bahwa Persebaya adalah nomor satu.
Hilangnya Rivera bukan sekadar mengurangi kekuatan, tetapi juga menghilangkan pusat kreativitas dan pengatur tempo serangan Green Force. Pemain asal Meksiko ini telah tampil sembilan kali dengan kontribusi tiga gol dan tiga assist musim ini. Kreativitas dan kemampuan attacking midfielder Rivera sering menjadi pemecah kebuntuan, sehingga ketidakhadirannya memicu kecemasan di kalangan suporter.
Baca Juga: IHSG Tembus Rekor Baru 8.602, Menkeu Purbaya Soroti Optimisme Ekonomi
Namun, Uston Nawawi mengingatkan bahwa sepak bola adalah permainan tim, bukan tentang satu individu. Absensi Rivera otomatis membuka peluang bagi gelandang lain yang dituntut muncul sebagai solusi alternatif untuk menjaga dinamika permainan Persebaya di lini tengah.(*)
Editor : Anggi Septian A.P.