BLITAR – Momen menarik melibatkan Marcos Santos Arema FC mendadak viral di media sosial setelah sang pelatih tertangkap kamera sedang menonton rekaman atmosfer Aremania di Stadion Kanjuruhan. Ekspresinya yang penuh takjub menunjukkan rasa kagum mendalam terhadap lautan biru pendukung Arema FC yang dikenal fanatik dan totalitas dalam memberikan dukungan. Video tersebut sontak mengundang reaksi banyak pihak, terutama Aremania yang merasa diakui oleh sang pelatih asal Brazil itu.
Rekaman yang ditonton Marcos Santos Arema FC menampilkan momen-momen klasik ketika Aremania bernyanyi lantang, menyalakan flare, hingga mengguncang stadion dengan koreografi megah. Bagi Marcos, pemandangan itu bukan sekadar nostalgia, tetapi sumber energi yang ingin ia hidupkan kembali bersama skuad Singo Edan musim ini. Banyak fans meyakini ekspresi haru Marcos adalah sinyal bahwa ia benar-benar ingin membawa atmosfer kebanggaan itu kembali ke tubuh Arema FC.
Seorang penggemar yang menyaksikan video viral itu mengatakan bahwa Marcos Santos Arema FC tampak begitu ingin merasakan langsung atmosfer Aremania di masa kejayaan. Momen tersebut semakin mengangkat harapan bahwa kehadiran Marcos benar-benar dapat menjadi titik balik perjalanan Arema FC yang tengah membangun ulang identitas permainan mereka.
Aremania dalam Pandangan Marcos Santos
Atmosfer dukungan Arema FC sudah lama menjadi sorotan dalam dunia sepak bola Tanah Air. Aremania dikenal sebagai suporter kreatif dan loyal yang tak pernah setengah hati mendukung klub kebanggaannya. Marcos memahami betul bahwa dukungan sebesar itu bukan hanya bagian dari sejarah, melainkan kekuatan psikologis yang mampu mengangkat performa tim di lapangan.
Harapan besar kini tertuju pada pelatih berusia 46 tahun tersebut untuk menghidupkan kembali semangat Aremania melalui permainan agresif dan penuh determinasi.
Ke Mana Muhammad Rafli? Pertanyaan Besar Era Marcos Santos
Di balik antusiasme publik terhadap gaya kepelatihan Marcos Santos Arema FC, muncul tanda tanya besar mengenai nasib Muhammad Rafli. Pemain serba bisa yang dahulu menjadi super sub andalan Arema FC ini tiba-tiba menghilang dari radar. Dari total 11 pertandingan musim ini, Rafli hanya tampil sekali—itu pun hanya tiga menit saat melawan PSBS Biak pada laga perdana.
Setelah pertandingan tersebut, Rafli tak pernah lagi mendapat menit bermain. Statistik menunjukkan ia empat kali duduk di bangku cadangan dan enam kali bahkan tidak masuk daftar susunan pemain. Padahal, sebelumnya Rafli dikenal sebagai pemain fleksibel yang bisa dimainkan di berbagai posisi lini depan.
Hingga kini, pihak klub belum memberikan penjelasan resmi mengenai situasi pemain 25 tahun itu. Sebagian Aremania menduga ada pertimbangan taktik yang membuat Marcos lebih memilih para pemain muda.
Tiga Pemain Lokal Dapat Berkah di Era Marcos Santos
Perubahan strategi yang diterapkan Marcos Santos Arema FC justru membawa angin segar untuk para pemain lokal. Setelah kekalahan dari Borneo FC, Marcos melakukan rotasi besar yang menghasilkan tiga nama yang kini mulai mendapat menit bermain signifikan: Anwar Rifai, Rifat Marabesi, dan Salim Tuharea.
1. Anwar Rifai
Bek tengah ini berhasil mencatatkan 103 menit bermain dalam dua pertandingan melawan Semen Padang dan Persija Jakarta. Performa solidnya membuat Marcos kembali memberikan kepercayaan yang sebelumnya sempat menghilang.
2. Rifat Marabesi
Mencatatkan 121 menit, Rifat tampil sebagai pengganti Bayu Setiawan yang terkena sanksi. Ia dinilai mampu menjalankan instruksi taktik dengan baik.
3. Salim Tuharea
Salim tampil total 144 menit dalam dua pertandingan terakhir dan selalu dimainkan sejak menit pertama.
Marcos menegaskan bahwa ia hanya menurunkan pemain yang benar-benar siap, baik secara fisik maupun pemahaman taktik. Ia memastikan tidak pernah membeda-bedakan pemain. Mereka yang bekerja keras akan selalu mendapat kesempatan.
Anwar Rifai menanggapi kesempatan itu dengan positif. Ia mengatakan hanya perlu bekerja keras dan keputusan akhir tetap berada di tangan pelatih.
Dengan munculnya tiga pemain lokal ini, banyak yang menilai Marcos tengah membangun pondasi baru Arema FC berbasis kerja keras dan meritokrasi.(*)
Editor : Anggi Septian A.P.