Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Dua Kandidat Pelatih Baru Persebaya Muncul dari Eropa dan Amerika Latin, Rumor Bernardo Tavares Dibantah Agen

Anggi Septiani • Selasa, 2 Desember 2025 | 03:00 WIB
Dua Kandidat Pelatih Baru Persebaya Muncul dari Eropa dan Amerika Latin, Rumor Bernardo Tavares Dibantah Agen
Dua Kandidat Pelatih Baru Persebaya Muncul dari Eropa dan Amerika Latin, Rumor Bernardo Tavares Dibantah Agen

BLITAR –Perburuan pelatih baru Persebaya memasuki babak baru dan semakin memanaskan diskusi publik. Setelah klub resmi mengakhiri kerja sama dengan Edu Perez, dua nama disebut telah masuk meja seleksi. Keduanya berasal dari dua benua berbeda—Eropa dan Amerika Latin—membuat spekulasi di kalangan Bonek dan pemerhati Liga 1 kian liar. Isu ini menjadi perhatian besar karena Persebaya membutuhkan sosok nahkoda kuat untuk menatap lanjutan Liga 1 musim 2025–2026.

Rumor ini menguat sejak manajemen bergerak cepat mencari pelatih baru Persebaya yang dianggap paling tepat memimpin Bajol Ijo. Meski belum ada nama yang benar-benar mendekati kepastian, kemunculan kandidat dari dua benua tersebut sudah cukup membuat publik penasaran. Beberapa nama sempat beredar, namun manajemen tetap menutup rapat proses seleksi. Dalam tiga paragraf awal, isu pelatih baru Persebaya menjadi inti perbincangan yang tak kunjung mereda.

Salah satu nama yang ramai disebut adalah pelatih asal Portugal, Bernardo Tavares. Namun rumor itu langsung menguap setelah agennya memberikan klarifikasi tegas. Sang agen meluruskan pemberitaan yang menyebut Tavares sudah menandatangani kontrak dengan klub Liga Indonesia, termasuk Persebaya.

Dalam pernyataannya, sang agen menegaskan bahwa pelatih berpengalaman tersebut belum meneken kontrak dengan klub mana pun, baik di Indonesia maupun di luar negeri. Saat ini, Tavares bahkan sedang berada di Portugal untuk menikmati libur Natal dan akhir tahun bersama keluarga. Penegasan ini sekaligus mematahkan rumor kesepakatan yang sempat membuat suporter Persebaya geger.

Klarifikasi tersebut membuat situasi semakin dinamis. Tanpa kehadiran Tavares dalam bursa, publik berspekulasi siapa sebenarnya dua kandidat pelatih yang dimaksud. Nama-nama dari Eropa hingga Amerika Latin terus bermunculan, tetapi belum ada yang mengarah pada keputusan final.

Di tengah hiruk-pikuk pencarian pelatih, Persebaya akhirnya mendapat angin segar dari salah satu pemain andalan. Bek asing Risto Mitrevski mengirim sinyal positif lewat Insta Story yang mengisyaratkan dirinya siap kembali merumput dalam waktu dekat.

Mitrevski sebelumnya menepi akibat cedera bahu dan sempat menjalani operasi. Ia memilih menjalani proses rehabilitasi di Kroasia agar pemulihan berjalan lebih cepat dan efektif. Perkiraan awal menyebut Mitrevski bisa kembali tampil pada Desember, dan unggahan optimistisnya kini memperkuat harapan tersebut.

Kembalinya sang bek sangat dinantikan, mengingat lini pertahanan Bajol Ijo beberapa pekan terakhir mengalami rotasi dan ketidakstabilan. Absennya pemain kunci membuat struktur pertahanan sering goyah, sehingga kepulangan Mitrevski berpotensi menjadi momentum kebangkitan tim.

Meski demikian, klub belum mengeluarkan pengumuman resmi. Tim medis masih perlu mengevaluasi kondisi akhir sang pemain sebelum memberi lampu hijau. Publik berharap keputusan yang diambil tepat, mengingat posisi bek sangat rawan benturan fisik.

Belum sempat bernapas lega, Persebaya mendapatkan kabar lain yang cukup berat. Dua pemain muda, Tony Firman Shah dan Mikael Tata, dipastikan harus absen sementara karena dipanggil mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia U-22 untuk persiapan SEA Games 2025.

Kepergian mereka memaksa staf pelatih menyesuaikan komposisi tim. Meski Persebaya mendapat kelonggaran terkait regulasi pemain U-23, absennya kedua pemain yang belakangan tampil stabil tentu menjadi kehilangan besar. Mereka bukan hanya memenuhi regulasi, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam permainan.

Masalah semakin bertambah setelah gelandang kreatif Francisco Rivera dijatuhi hukuman tambahan oleh Komdis PSSI akibat kartu merah yang diterimanya saat melawan Persik Kediri. Rivera adalah motor serangan Persebaya. Tanpa dirinya, ritme permainan bisa menurun karena ia berperan penting dalam menjaga transisi dan distribusi bola.

Ketiga absensi ini memaksa Persebaya menata ulang strategi dalam menghadapi jadwal padat. Bonek berharap kondisi ini justru menjadi pemacu semangat bagi para pemain lain untuk tampil maksimal, sekaligus memperkuat mental tim dalam periode penuh tekanan ini.

Dengan kombinasi pencarian pelatih baru, sinyal comeback pemain kunci, dan badai absensi, perjalanan Persebaya memasuki paruh kedua musim tampak semakin menarik untuk diikuti.

Editor : Anggi Septiani
#Bernardo Tavares #Risto Mitrevski #Pelatih baru Persebaya #Liga 1 2025 #persebaya surabaya