BLITAR – Pertandingan sengit antara Persebaya vs Bhayangkara kembali menghadirkan drama besar yang membuat tensi pendukung naik-turun sepanjang laga. Duel yang digelar di Lampung tersebut berakhir dengan skor 1-1, namun cerita di balik hasil itu jauh lebih menarik. Terutama karena aksi penyelamatan krusial dari Ernando Ari yang memastikan Persebaya vs Bhayangkara tidak berujung kekalahan bagi Bajol Ijo. Dalam tiga paragraf awal, tensi laga Persebaya vs Bhayangkara menjadi pusat perhatian karena keduanya sama-sama membutuhkan poin untuk memperbaiki posisi.
Laga berjalan cukup panjang karena babak pertama saja menyisakan tambahan waktu sembilan menit akibat beberapa insiden pelanggaran dan pengecekan VAR. Intensitas pertandingan makin menebal di babak kedua, khususnya ketika Bhayangkara mencoba memanfaatkan kelelahan pemain Persebaya yang harus bekerja ekstra keras menghalau tekanan bertubi-tubi.
Momentum dramatis justru muncul di menit-menit akhir ketika Bhayangkara kembali mendapat peluang matang. Pergerakan agresif para pemain depan lawan memaksa lini bertahan Persebaya bekerja lebih keras, namun performa Ernando Ari menjadi penentu hasil akhir.
Kiper utama Persebaya itu tampil begitu percaya diri dalam duel udara maupun bola-bola crossing. Sejumlah penyelamatan penting ia lakukan, termasuk dalam momen terakhir pertandingan ketika Bhayangkara melepaskan sundulan keras Sadiki yang mengarah tepat ke gawang.
Crossing yang dikirimkan Wahyu Subeto menuju kotak penalti Persebaya terlihat sangat berbahaya. Sundulan Sadiki sempat membuat penonton menahan napas, tetapi Ernando Ari membaca arah bola dengan sempurna dan menangkapnya tanpa kesalahan. Aksi tersebut seketika menggagalkan upaya Bhayangkara untuk mencetak gol kemenangan.
Performa Ernando menjadi sorotan dalam beberapa pekan terakhir setelah beberapa laga ia tampil konsisten mengawal gawang Bajol Ijo. Di pertandingan ini, keberaniannya naik-turun mengatur jarak antarlini juga membantu meredam agresivitas Bhayangkara.
Pada momen-momen sebelumnya, Persebaya sempat memiliki peluang untuk menambah tekanan. Namun kehilangan bola di area tengah membuat serangan balik Bhayangkara cukup mudah berkembang. Salah satu kesalahan terjadi akibat umpan salah dari Milos yang hampir menimbulkan gol untuk tuan rumah.
Tekanan semakin besar ketika Lemparan ke dalam yang diberikan Catur Pamungkas tidak berhasil dimanfaatkan dengan baik. Serangan Bhayangkara pun semakin sering masuk ke pertahanan Persebaya. Beberapa kali pemain belakang terpaksa melakukan pelanggaran untuk menghentikan laju pemain Bhayangkara yang aktif menusuk dari sayap.
Di sisi lain, Bhayangkara juga mencatatkan beberapa peluang melalui situasi bola mati. Ricky dan Wahyu Subeto menjadi kreator serangan yang memanfaatkan celah kecil di antara lini bertahan Persebaya.
Bhayangkara terlihat lebih agresif di menit akhir setelah wasit Toni Fitrianto kembali memberikan pelanggaran di area berbahaya. Peluang tersebut menjadi kesempatan terakhir Bhayangkara untuk mencuri kemenangan.
Namun berkali-kali upaya mereka dimentahkan oleh pertahanan Persebaya yang tampil lebih disiplin. Meski sempat kehilangan alur permainan di beberapa menit sebelumnya, para pemain bertahan mampu mengembalikan fokus dan menjaga rapatnya kotak penalti.
Persebaya sebenarnya mencoba sesekali membangun serangan balik, tetapi minimnya akurasi umpan membuat bola mudah direbut kembali oleh pemain Bhayangkara. Walaupun begitu, determinasi para pemain Bajol Ijo tetap terjaga hingga akhir.
Peluit panjang dibunyikan dan skor Persebaya vs Bhayangkara resmi berakhir 1-1. Bagi banyak pendukung, hasil ini terasa cukup melegakan mengingat tekanan besar yang mereka terima sepanjang menit tambahan.
Gol penyeimbang Persebaya yang dicetak oleh Dwi Setiawan (Dulistiawan) sebelumnya juga menjadi penyelamat penting. Tanpa gol tersebut, Persebaya bisa saja pulang tanpa poin.
Meski tidak membawa pulang kemenangan, setidaknya Persebaya berhasil mempertahankan momentum positif dengan tidak kalah dalam laga tandang yang berat. Evaluasi tetap harus dilakukan, terutama dalam hal penguasaan bola dan penyelesaian akhir, namun kerja keras para pemain patut diapresiasi.
Dengan hasil ini, perjalanan Persebaya di Liga 1 semakin menarik diikuti. Laga-laga berikutnya akan menentukan peluang mereka memperbaiki posisi klasemen.
Editor : Anggi Septiani