Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Lini Belakang Krisis, Persebaya vs Persis Solo Jadi Duel Panas: Eduardo Perez Putar Otak Jelang Big Match GBT

Anggi Septiani • Selasa, 2 Desember 2025 | 04:40 WIB
Lini Belakang Krisis, Persebaya vs Persis Solo Jadi Duel Panas: Eduardo Perez Putar Otak Jelang Big Match GBT
Lini Belakang Krisis, Persebaya vs Persis Solo Jadi Duel Panas: Eduardo Perez Putar Otak Jelang Big Match GBT

BLITAR –Jelang laga Persebaya vs Persis Solo, situasi di kubu Bajol Ijo tengah memasuki fase genting. Pelatih Eduardo Perez menghadapi krisis pemain belakang yang mengancam stabilitas tim di pertandingan penting lanjutan BRI Super League 2025–2026. Posisi lini pertahanan yang timpang ini menjadikan duel Persebaya vs Persis Solo semakin tidak terduga, terlebih pertandingan digelar di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu malam, 2 November 2025. Isu seputar Persebaya vs Persis Solo pun menjadi sorotan utama para suporter, terutama karena absennya sejumlah pemain kunci.

Persebaya dipastikan tampil tanpa tiga bek utama. Risto Mitrevski masih menjalani pemulihan cedera, sedangkan Leo Lelis dan Mikael Tata absen akibat kartu merah yang diterima pada laga sebelumnya. Kondisi ini membuat struktur pertahanan Persebaya pincang menjelang pertandingan. Perez pun tidak punya banyak pilihan selain melakukan rotasi besar-besaran demi menutup lubang yang ada.

“Kami akan melakukan rotasi, tapi saya belum bisa pastikan siapa yang turun sampai hari terakhir,” ujar Eduardo Perez dalam sesi latihan Sabtu, 1 November 2025. Pelatih asal Spanyol itu menegaskan setiap pemain harus siap mengisi posisi kosong, karena stabilitas tim tetap menjadi prioritas utama.

Dalam kesempatan yang sama, Perez juga menyampaikan perkembangan terkini beberapa pemain yang tengah menjalani pemulihan. Koko Ari menunjukkan peningkatan positif, namun sang pelatih belum bisa memastikan tanggal kembalinya bek serbaguna tersebut.

“Kami senang dengan progres Koko Ari, tetapi kami menunggu keputusan dokter. Risto juga masih dalam proses pemulihan, untuk detailnya bisa ditanyakan ke tim medis,” jelas Perez.

Meskipun berada dalam kondisi darurat pemain bertahan, Perez tetap percaya timnya mampu tampil solid dan meraih tiga poin penuh di hadapan Bonek. Saat ini Persebaya berada di posisi ke-10 klasemen dengan 11 poin.

Di sisi lain, Persis Solo berada dalam tren buruk setelah gagal menang dalam delapan pertandingan terakhir. Tim asal Kota Bengawan itu kini terdampar di peringkat 17 dengan 8 poin. Namun pelatih mereka, Peter Deru, menegaskan bahwa anak asuhnya belum habis. Laga Persebaya vs Persis Solo ia sebut sebagai titik balik untuk bangkit.

“Kami cukup bagus dalam penguasaan bola, tetapi tidak efektif menciptakan peluang. Kami harus lebih tajam,” ujar Peter Deru.
Ia menyebut pekan ini Persis memperkuat skema taktik dan fokus pada peningkatan efektivitas serangan.

Beruntung bagi Persis, gelandang andalan mereka, Fuad Sule, sudah kembali setelah absen sembilan laga akibat hukuman. Kehadirannya diyakini menjadi dorongan besar mengingat pemain asal Irlandia–Nigeria itu merupakan motor permainan tim.

Persis Solo membawa dua ancaman utama yang harus diwaspadai Persebaya: Kodai Tanaka dan Fuad Sule.

Tanaka telah mencetak tiga gol dari sembilan penampilan musim ini, dengan catatan impresif di laga-laga awal. Striker asal Jepang itu dikenal memiliki kecepatan, ketajaman, dan kemampuan positioning yang kerap memaksa bek lawan bekerja ekstra. Dengan krisis bek yang dialami Persebaya, Tanaka bisa menjadi ancaman nyata di GBT.

Selain itu, sosok Fuad Sule yang agresif dan memiliki disiplin tinggi di lini tengah akan menjadi barometer permainan Persis. Sule dikenal mampu memotong alur serangan dan menginisiasi transisi cepat, sesuatu yang bisa menyulitkan Persebaya jika tidak diantisipasi dengan baik.

Meski tekanan besar menghampiri, Eduardo Perez tidak gentar. Ia menyebut laga ini sangat penting sebagai momentum kebangkitan. “Kami akan bekerja sangat keras untuk menang dan mendapatkan tiga poin,” tegasnya.

Persebaya diperkirakan menurunkan formasi 4-3-3 dengan duet Rahmat Irianto dan Dejan Tumbas yang kembali dari sanksi. Namun tanpa Leo Lelis dan Mikael Tata, koordinasi pertahanan menjadi pekerjaan besar.

GBUT diprediksi menjadi saksi pertarungan sengit dua tim yang sama-sama terdesak. Persebaya ingin memperbaiki posisi klasemen, sementara Persis Solo butuh kemenangan untuk keluar dari zona merah. Dengan kondisi kedua tim yang tidak ideal, duel Persebaya vs Persis Solo dipastikan berlangsung panas dan penuh taktik.

Editor : Anggi Septiani
#Persebaya vs Persis Solo #Kodai Tanaka #persebaya surabaya #persis solo #eduardo perez