Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Persebaya Rugi Besar? Lini Depan Mandek, Dimov Dikritik Bonek, dan Rumor Pelatih Baru Makin Panas

Ichaa Melinda Putri • Selasa, 2 Desember 2025 | 05:00 WIB
Persebaya Rugi Besar? Lini Depan Mandek, Dimov Dikritik Bonek, dan Rumor Pelatih Baru Makin Panas
Persebaya Rugi Besar? Lini Depan Mandek, Dimov Dikritik Bonek, dan Rumor Pelatih Baru Makin Panas

BLITAR-Isu Persebaya Rugi Besar kembali menjadi perbincangan hangat setelah Green Force hanya mampu membawa pulang satu poin dari markas Bhayangkara Presisi Lampung FC. Hasil imbang itu menambah tekanan pada skuad yang kini tertahan di papan tengah klasemen, sementara investasi pemain asing yang mencapai Rp12 miliar justru belum menghasilkan performa sesuai harapan.

Lini Depan Mandek, Investasi Rp12 Miliar Dipertanyakan

Persebaya Surabaya mengawali musim dengan ekspektasi tinggi setelah mendatangkan tiga striker asing yang digadang-gadang akan menjadi mesin gol. Namun kenyataannya, dari total 14 gol yang dicetak hingga pekan ke-14, hanya dua yang berasal dari striker murni. Kondisi ini membuat publik mempertanyakan apakah Persebaya Rugi Besar akibat pembelian yang tidak sesuai performa.

Salah satu nama yang jadi sorotan adalah Perovic, striker yang datang pada 15 Juli 2025 dengan nilai pasar Rp4,35 miliar. Meski menit bermainnya mencapai 1.929 menit, kontribusinya masih minim. Ia hanya menyumbang dua key pass, akurasi umpan 80 persen, namun tanpa assist berarti. Untuk ukuran striker utama, catatan ini dianggap terlalu jauh dari harapan.

Persebaya juga punya Dejan Tumbas, pemain yang awalnya diproyeksikan sebagai penyerang tengah. Namun sejak era Paul Munster, ia justru digeser menjadi gelandang bertahan, dan kini bahkan ditempatkan sebagai bek kiri oleh Eduardo Perez. Perubahan posisi ekstrem ini membuat perannya sebagai pencetak gol praktis hilang.

Nama besar lain, Diego Mauricio, juga belum memberikan efek signifikan. Pemain Brasil berharga pasar Rp4,78 miliar itu baru tampil dua kali dengan total 33 menit. Satu-satunya tembakan yang ia lepaskan tercatat dengan XG rendah dan belum menghasilkan ancaman berarti. Masalah kebugaran dan adaptasi membuatnya belum bisa tampil optimal.

Situasi lini depan yang tumpul inilah yang memperkuat sentimen Persebaya Rugi Besar, terutama dari kalangan Bonek yang berharap investasi besar dapat langsung berdampak pada performa tim.

Dimov Disorot, Bonek Desak “OUT”

Masalah tidak berhenti pada lini depan. Bek asal Balkan, Dimov, kembali menjadi sasaran kritik tajam setelah dianggap sebagai penyebab hilangnya kemenangan Persebaya di detik akhir laga melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC. Bonek menilai Dimov tampil buruk, khususnya dalam duel udara yang berujung gol penyama kedudukan oleh Dendy Sulistiawan pada menit 90+.

Gol tersebut lahir dari duel udara langsung antara Dimov dan Dendy. Bek itu dianggap kalah konsentrasi dan menjadi titik lemah pertahanan. Padahal, Persebaya sempat unggul setelah kemelut di depan gawang lawan membuat bola memantul mengenai Putu Gede dan masuk.

Kemarahan Bonek pun memuncak. Banyak yang secara terbuka meminta Dimov hengkang di akhir musim. Kritik yang menumpuk sejak awal musim kini berubah menjadi tekanan besar terhadap manajemen agar melakukan evaluasi total di lini belakang.

Rumor Pelatih Baru: Bernardo Tavares Masih “Free Agent”

Di tengah kekacauan performa, isu pergantian pelatih semakin memanas. Nama Bernardo Tavares, eks pelatih PSM Makassar, menjadi yang paling diharapkan Bonek untuk menukangi Persebaya Surabaya. Namun, agennya melalui Azmi Ponti Sport Agency menegaskan bahwa Tavares masih berada di Portugal dan belum menandatangani kontrak dengan klub manapun.

Pernyataan itu mempertegas bahwa rumor kedatangan Tavares ke Surabaya belum memiliki dasar kuat. Meski demikian, sebagian Bonek tetap optimis. Mereka menganggap agen hanya menahan informasi karena proses belum final. Sebaliknya, ada pula yang memilih tidak berekspektasi terlalu tinggi, belajar dari rumor-rumor sebelumnya yang sering berakhir nihil.

Selama kekosongan ini, Uston Nawawi bertindak sebagai caretaker. Ia menegaskan bahwa skuad tetap solid meski tanpa pelatih kepala. Latihan berjalan normal, dan persiapan menuju laga pekan ke-14 tetap dilakukan secara profesional.

Persebaya Harus Bergerak Cepat

Tekanan dari suporter membuat manajemen Persebaya berada dalam posisi yang harus bertindak cepat. Tiga masalah besar — lini depan mandek, pertahanan rapuh, dan belum adanya pelatih baru — menjadi alasan mengapa suara Persebaya Rugi Besar semakin menggema.

Hasil-hasil berikutnya akan menjadi penentu apakah tim mampu bangkit atau justru terjebak dalam krisis lebih dalam.

Editor : Ichaa Melinda Putri
#Dimov #bonek #Bernardo Tavares #liga indonesia #persebaya surabaya