Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Persebaya Rugi Besar Striker Mahal Mandul dan Dimov Diserbu Tuntutan OUT

Vicky Hernanda • Selasa, 2 Desember 2025 | 00:40 WIB
Persebaya Rugi Besar musim ini.
Persebaya Rugi Besar musim ini.

BLITAR - Persebaya kembali jadi sorotan besar setelah performa tidak stabil membuat publik menilai bahwa Persebaya Rugi Besar pada bursa transfer musim ini. Hasil imbang 1-1 melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC makin menguatkan anggapan bahwa investasi besar di lini depan serta sektor pertahanan tidak memberikan dampak signifikan. Kondisi ini membuat tekanan terhadap manajemen dan pemain tertentu semakin meningkat.

Lini Depan Mahal tapi Mandul

Isu utama yang membuat publik menilai Persebaya Rugi Besar datang dari sektor penyerangan. Striker asing yang diharapkan menjadi mesin gol justru tampil jauh dari ekspektasi. Dari total 14 gol yang dicetak Persebaya musim ini, hanya dua gol yang berasal dari penyerang murni. Padahal trio striker asing Persebaya memiliki nilai pasar gabungan yang diklaim mencapai lebih dari satu miliar rupiah.

Mihailo Perovic menjadi nama yang paling disorot. Didatangkan pada 15 Juli 2025 dengan nilai pasar Rp4,35 miliar, ia digadang-gadang menjadi solusi di lini depan. Namun, dengan 1.929 menit bermain, kontribusinya dinilai minim. Akurasi umpannya memang mencapai 80 persen, tetapi hanya menghasilkan dua key pass dan tanpa assist. Minimnya kontribusi ini memperkuat kesan bahwa investasi terhadapnya belum berbuah manis.

Selain Perovic, ada nama Dejan Tumbas yang awalnya diproyeksikan sebagai penyerang tengah. Namun sejak era Paul Munster hingga Eduardo Perez, ia justru digeser ke posisi gelandang bertahan hingga bek kiri. Pergeseran posisi yang jauh dari peran aslinya membuat ekspektasi publik terhadapnya merosot dan memperuncing narasi Persebaya Rugi Besar dalam rekrutmen.

Diego Mauricio, Nama Besar Tanpa Dampak

Sosok lain yang tak luput dari penilaian negatif adalah Diego Mauricio. Penyerang asal Brasil ini datang dengan reputasi mentereng dan nilai pasar Rp4,78 miliar. Ia dikenal kuat dalam duel satu lawan satu serta memiliki pengalaman panjang di berbagai liga.

Namun Mauricio baru tampil dua kali, dengan total 33 menit bermain. Ia hanya mencatat satu tembakan dengan xG yang sangat rendah. Masalah kebugaran dan adaptasi membuatnya jauh dari harapan, semakin memperkuat anggapan publik bahwa Persebaya Rugi Besar dalam mendatangkan pemain offensif.

Dimov Jadi Sorotan Utama Bonek

Tidak hanya lini depan, sektor pertahanan juga memicu kemarahan suporter. Nama bek Balkan, Medimitrov Dimov, menjadi pusat kritik setelah kembali melakukan kesalahan saat Persebaya ditahan 1-1 oleh Bhayangkara FC.

Pada laga tersebut, Persebaya sempat unggul lewat gol kemelut yang disambar Catur Pamungkas, tetapi keunggulan itu hilang di menit 90+ saat Dendy Sulistyawan memenangkan duel udara melawan Dimov dan menanduk bola ke tiang jauh. Kelengahan ini dianggap sangat fatal, membuat suporter menilai Dimov sebagai titik lemah utama.

Seruan “Dimov Out” menggema luas di media sosial. Banyak Bonek menyebut kesalahan Dimov terjadi berulang sejak awal musim, sehingga sudah saatnya manajemen melepas bek tersebut. Gelombang kritik ini membuat reputasinya semakin terpuruk dan memperdalam narasi bahwa Persebaya Rugi Besar bukan hanya di lini depan, tetapi juga di sektor belakang.

Kursi Pelatih Masih Kosong, Nama Tavares Mencuat

Di tengah kondisi ini, posisi pelatih kepala Persebaya masih kosong setelah pemecatan Eduardo Perez. Nama eks pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares, menjadi figur yang paling banyak diinginkan Bonek.

Namun rumor kedekatan Tavares dengan Persebaya dibantah oleh agennya, Azmi Ponti Sport Agency. Mereka menegaskan bahwa Tavares belum menandatangani kontrak dengan klub manapun dan saat ini berada di Portugal untuk berlibur Natal dan Tahun Baru.

Bantahan tersebut memicu reaksi beragam dari Bonek. Ada yang pesimistis dan menyebut tak perlu berharap tinggi, sementara sebagian lainnya tetap optimis manajemen akan mendatangkan Tavares setelah momen liburan.

Uston Nawawi Ambil Alih Sementara

Selama kursi pelatih kepala belum terisi, posisi caretaker diserahkan kepada Uston Nawawi. Ia menegaskan kondisi Persebaya tetap kondusif dan tidak terguncang meski sedang berada dalam periode transisi penting. Ia kini memimpin persiapan menuju laga melawan Bhayangkara FC dan berusaha membawa Green Force kembali ke jalur kemenangan.

Dengan berbagai masalah ini, publik menilai musim ini menjadi alarm bagi manajemen. Jika tidak ada perubahan signifikan, narasi Persebaya Rugi Besar akan terus menggema. (*)

Editor : Rahma Nur Anisa
#striker asing persebaya #bonek #Bernardo Tavares #persebaya #dimov out