Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Lewat Komunitas Pemberdayaan Perempuan Ini, Jebolan Diajeng Kota Blitar Getol Kampanyekan Anti Pelecehan Seksual

Rahma Nur Anisa • Selasa, 2 Desember 2025 | 20:00 WIB
PEDULI: Temu Berdaya menjadi salah satu kegiatan yang diinisiasi oleh Sharla Kirana (paling kiri) untuk membangkitkan semangat kaum perempuan.
PEDULI: Temu Berdaya menjadi salah satu kegiatan yang diinisiasi oleh Sharla Kirana (paling kiri) untuk membangkitkan semangat kaum perempuan.

 

BLITAR - Natasha Sharla Kirana, 21, mantan Diajeng Kota Blitar 2021 dan Duta Pendidikan Karakter Jawa Timur 2022, mendirikan Temu Berdaya Indonesia pada Oktober 2025. Ini sebagai wadah pemberdayaan perempuan di Blitar. Komunitas yang dibuka untuk umum tanpa seleksi ini fokus pada tiga isu utama: anti pelecehan seksual, kesehatan reproduksi, dan pemberdayaan ekonomi perempuan.

Dalam dua bulan, Temu Berdaya telah menggelar berbagai kegiatan dari edukasi kesehatan reproduksi di Panti Asuhan Muhammadiyah, membatik bersama teman-teman disabilitas di Rumah Kinasih, hingga petik belimbing sambil membahas isu pelecehan seksual di tempat wisata.

Mahasiswi International Business Management, Universitas Ciputra ini juga menginisiasi program Sport Community dan Ruang Aman Perempuan sebagai ruang berbagi bagi perempuan, serta mendukung UMKM karya perempuan.

Sharla, gadis kelahiran Jalan Veteran nomor 19 Blitar ini, memiliki latar belakang unik. Sejak usia 5 tahun dia mulai berkecimpung di dunia modeling, namun takut berbicara di depan umum. "Saya tipikal anak yang tidak berani berbicara di depan umum. Kalau tampil di depan umum sudah biasa, tapi kalau berbicara di depan umum, itu bikin saya grogi dan juga nervous, keringat dingin," kenangnya.

Pada 2018, bergabung kelas public speaking dan modeling. Dukungan orang tua dan coach membuatnya keluar dari zona nyaman. Di 2021, ia memberanikan diri mendaftar Kangmas Diajeng Kota Blitar dan berhasil. Setahun kemudian, ia mewakili Kota Blitar di Diajeng Duta Pendidikan Jawa Timur 2022 dan meraih gelar Duta Pendidikan Karakter Jawa Timur.

2023 menjadi titik balik. Sharla mewakili Jawa Timur dan Universitas Ciputra pada ajang Srikandi Indonesia dan meraih runner up 3. "Di Srikandi Indonesia sendiri itu selain tentang pariwisata, tapi juga tentang pemberdayaan perempuan. Jadi ketika persiapan saya belajar banyak tentang hal itu," tuturnya.

Dari situ, ia tertarik pada isu pemberdayaan perempuan dan anti pelecehan seksual, terutama melihat maraknya kasus kekerasan terhadap perempuan. Dan di 2025 ini menjadi relawan di Banda Neira, Maluku Utara, mengajar sex education dan anti pelecehan seksual ke adik-adik SMP.

"Ternyata tidak hanya pemerkosaan dan pelecehan seksual saja, tapi sampai pembunuhan, dan itu pelakunya adalah orang-orang terdekat kita," ujar Sharla.

Pengalaman sebagai relawan membuatnya menyadari kebutuhan wadah serupa di Blitar. "Di Blitar ini masih belum ada untuk wadah generasi muda mengikuti hal-hal kegiatan sosial seperti itu, makanya aku membentuk komunitas pemberdayaan perempuan, yaitu Temu Berdaya Indonesia," jelasnya.

Sejak Oktober, Temu Berdaya Indonesia telah menggelar berbagai kegiatan. Pertama, edukasi kesehatan reproduksi di Panti Asuhan Muhammadiyah dengan sepuluh relawan. Kedua, Jejak Budaya Langkah Berdaya di Rumah Kinasih membatik bersama teman-teman. Ketiga, membahas isu pelecehan seksual di tempat wisata sambil mempromosikan pariwisata lokal petik belimbing. (*/ady) (*)

Editor : M. Subchan Abdullah
#Diajeng Kota Blitar 2021 #Duta Pendidikan Karakter Jawa Timur 2022 #blitar #pemberdayaan perempuan #Temu Berdaya Indonesia #mantan #Natasha Sharla Kirana