Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Awal Permusuhan Bonek dan Bobotoh Terkuak! Kisah Swiping Kereta, Dendam ke FCC, dan Rusuh di Surabaya

Dimas Galih Nur Hendra Saputra • Rabu, 3 Desember 2025 | 02:15 WIB
Awal Permusuhan Bonek dan Bobotoh Terkuak! Kisah Swiping Kereta, Dendam ke FCC, dan Rusuh di Surabaya
Awal Permusuhan Bonek dan Bobotoh Terkuak! Kisah Swiping Kereta, Dendam ke FCC, dan Rusuh di Surabaya

BLITAR - Kisah awal permusuhan Bonek dan Bobotoh akhirnya kembali mencuat ke permukaan setelah sejumlah video dan kesaksian suporter beredar luas di media sosial. Di balik euforia Persib Bandung yang berhasil menjadi juara Liga 1 musim ini, terselip cerita kelam tentang gesekan suporter yang melibatkan Bonek Mania, pendukung Persebaya Surabaya, dan Bobotoh, pendukung Persib Bandung. Hubungan yang sebelumnya dikenal akrab dan “bersahabat” itu kini berada di ujung tanduk.

Awal cerita awal permusuhan Bonek dan Bobotoh ini tak lepas dari insiden yang melibatkan salah satu komunitas Bobotoh, yakni Flower City Casual (FCC). Komunitas suporter Persib ini disebut-sebut menjadi pemicu utama memanasnya situasi, hingga berujung sweeping dan penyerangan terhadap rombongan away Persib di Surabaya dan jalur menuju Madura.

Dalam narasi yang berkembang, awal permusuhan Bonek dan Bobotoh bermula ketika seorang anggota Bonek Mania diduga disandera oleh kelompok FCC. Bukan hanya disandera, suporter Bonek tersebut juga disebut-sebut mendapat perlakuan yang merendahkan martabat, termasuk dikencingi oleh oknum suporter Persib dari komunitas tersebut. Peristiwa ini menyulut amarah Bonek Mania dan memupuk dendam yang kemudian meledak pada momen krusial: laga final Persib kontra Madura United di Bangkalan.

Sweeping Bonek di Surabaya: Momen Balas Dendam

Ketika Persib Bandung memastikan diri tampil di final leg kedua Liga 1 melawan Madura United di Stadion Gelora Bangkalan, ratusan hingga ribuan Bobotoh melakukan away ke Madura. Secara otomatis, banyak rombongan suporter Persib ini harus melintas melalui Surabaya, baik menggunakan kereta api maupun bus.

Momen itu dimanfaatkan oleh sejumlah kelompok Bonek untuk melakukan sweeping. Mereka mencari rombongan yang diduga berasal dari komunitas FCC. Namun dalam praktiknya, sweeping meluas dan memukul rata semua suporter Persib yang melintas. Di berbagai titik di Kota Surabaya, sejumlah bus dan rombongan Bobotoh dihentikan dan digeledah.

Aksi sweeping tersebut juga berlanjut ke jalur kereta api. Bonek diketahui melakukan sweeping terhadap Kereta Api Pasundan asal Bandung di Stasiun Pasar Turi. Bahkan sebelum kereta sampai stasiun, rangkaian kereta yang ditumpangi suporter Persib ini juga dilaporkan dilempari batu. Sejumlah video menunjukkan kaca kereta yang pecah akibat lemparan, menambah tebal aura tegang antara kedua kelompok suporter.

Tantangan di Suramadu dan Ejekan di Kapal Penyeberangan

Gesekan tidak hanya terjadi di wilayah Surabaya dan stasiun. Saat rombongan Persib melintasi Jembatan Suramadu, muncul pula tantangan terbuka. Beberapa suporter Persib disebut sengaja memancing emosi dengan menanyakan, “Kok nggak ada sweeping?” Sikap menantang ini membuat Bonek kian geram dan memperluas aksi sweeping ketika rombongan Bobotoh kembali dari Madura.

Di titik lain, suporter Persib yang menyeberang menggunakan kapal penyeberangan juga terekam meneriakkan yel-yel “juara, juara, juara” sambil mengejek. Aksi itu kemudian dibalas dengan acungan jari tengah oleh suporter Persebaya yang berada di sekitar lokasi. Situasi yang semula bisa saja diredam, justru semakin memanas akibat saling ejek dan gestur provokatif di lapangan.

Bus Ziarah dan Salah Sasaran Sweeping

Satu hal yang membuat banyak pihak geleng-geleng kepala adalah penggunaan bus dengan tulisan “rombongan ziarah makam Syaikhona Kholil Bangkalan” oleh sebagian suporter. Bus itu ternyata mengangkut Bobotoh yang hendak ke Madura, namun menyamarkan diri seolah rombongan ziarah. Langkah ini memantik kecurigaan sekaligus kemarahan suporter lawan.

Tak hanya itu, bus broadcaster salah satu stasiun televisi nasional juga sempat menjadi korban salah sweeping oleh oknum Bonek Mania. Beruntung, bus tersebut tidak sampai rusak parah dan situasi bisa dikendalikan sebelum meluas.

Di beberapa rekaman amatir, tampak pula sejumlah suporter Persib yang turun dari bus dan diduga menyerang warga dengan menggunakan stik golf. Hal ini memunculkan dugaan bahwa sebagian rombongan Bobotoh memang sudah mempersiapkan diri untuk “perang”, bukan sekadar mendukung tim.

Persahabatan Panjang yang Terancam Putus

Bagi banyak penikmat sepak bola nasional, Bonek dan Bobotoh selama ini dikenal sebagai dua kelompok suporter besar yang justru punya hubungan cukup baik. Tidak sedikit momen ketika keduanya saling mendukung dan menunjukkan solidaritas di luar rivalitas lapangan.

Karena itu, sangat disayangkan apabila awal permusuhan Bonek dan Bobotoh ini benar-benar menjadi titik balik putusnya persahabatan yang sudah dibangun bertahun-tahun. Hanya karena ulah sebagian kecil oknum dan komunitas, dua basis suporter besar ini terancam terjebak dalam lingkaran dendam dan kekerasan.

Video ditutup dengan harapan, semoga insiden ini tidak menjadi pintu resmi permusuhan antara Bonek dan Bobotoh. Justru sebaliknya, kejadian ini bisa menjadi bahan evaluasi bersama, baik bagi suporter, klub, maupun operator liga, untuk memperketat pengamanan dan memupuk kembali semangat persaudaraan di tribune sepak bola Indonesia.

 

Editor : Dimas Galih Nur Hendra Saputra
#bobotoh persib #Awal permusuhan Bonek dan Bobotoh #bonek #persebaya #surabaya