Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Persebaya Surabaya Krisis Gol dan Pelatih, Bonek Makin Geram: Tiga Striker Asing Belum Mencetak Dampak

Bherliana Naysila Putri Suwandi • Rabu, 3 Desember 2025 | 00:15 WIB

Persebaya Surabaya Krisis Gol dan Pelatih, Bonek Makin Geram: Tiga Striker Asing Belum Mencetak Dampak
Persebaya Surabaya Krisis Gol dan Pelatih, Bonek Makin Geram: Tiga Striker Asing Belum Mencetak Dampak

BLITAR – Persebaya Surabaya kembali menjadi sorotan usai hanya membawa pulang satu poin dari markas Bhayangkara Presisi Lampung FC. Hasil imbang itu membuat Green Force masih terjebak di papan tengah klasemen dan memunculkan kritik tajam dari suporter, terutama karena ketajaman lini depan yang masih jauh dari harapan.

Dalam tiga pekan terakhir, pembahasan soal Persebaya Surabaya didominasi satu masalah besar: mandulnya mesin gol. Padahal komposisi striker asing musim ini disebut memiliki valuasi total hingga Rp12,1 miliar. Namun hingga pekan ke-14, kontribusi para penyerang tersebut baru dua gol saja. Kondisi ini menambah tekanan pada manajemen yang tengah mencari pelatih baru menggantikan Eduardo Perez.

Striker Asing Mandul, Sorotan Mengarah ke Perovic dan Diego Mauricio

Sektor penyerang menjadi titik lemah paling jelas. Dari total 14 gol yang dicetak Persebaya Surabaya, hanya dua yang berasal dari striker murni. Nama pertama yang paling disorot adalah Perovic. Datang pada 15 Juli 2025 dengan nilai pasar 4,35 miliar, ia awalnya diharapkan menjadi solusi di kotak penalti.

Dengan menit bermain mencapai 1.929, kontribusinya dianggap minim untuk ukuran penyerang utama. Akurasi umpannya 80 persen, namun hanya menyumbang dua key pass dan tanpa assist. Performa ini membuat publik bertanya-tanya apakah Perovic benar-benar bisa menjadi andalan.

Nama kedua adalah Diego Mauricio, eks penyerang yang punya reputasi besar di beberapa liga top Asia. Dengan nilai pasar mencapai 4,78 miliar, ia digadang menjadi pembeda. Namun masalah kebugaran membuatnya baru bermain 33 menit dan hanya mencatat satu tembakan. Belum ada dampak signifikan dari pemain yang seharusnya jadi motor serangan tersebut.

Dejan Tumbas Dipindah Posisi, Bukan Lagi Striker

Selain Perovic dan Mauricio, Persebaya juga memiliki Dejan Tumbas. Namun nasibnya berubah total. Saat era Paul Munster, ia diubah menjadi gelandang bertahan. Setelah itu Eduardo Perez menggesernya lagi menjadi bek kiri. Pergeseran posisi ini membuat kontribusinya sebagai penyerang tidak lagi terlihat.

Situasi tiga striker asing tersebut semakin memperkuat narasi bahwa lini depan Persebaya Surabaya tengah dalam krisis serius.

Kemarahan Bonek Memuncak, Dimov Diminta Out

Tak hanya lini depan, lini belakang juga tak luput dari kritik. Bonek semakin panas setelah kesalahan berulang dilakukan Dimov, bek asal Balkan yang kembali menjadi titik lemah ketika Persebaya ditahan imbang 1-1 oleh Bhayangkara Presisi Lampung FC.

Dalam laga tersebut, Persebaya sempat unggul setelah kemelut yang berujung gol bunuh diri Putu Gede. Namun pada menit 90+4, Dendy Sulistiawan sukses memenangkan duel udara melawan Dimov dan mencetak gol penyama kedudukan. Momen itu membuat Bonek menilai Dimov tidak layak dipertahankan. Kemarahan ini memuncak di media sosial, di mana banyak suporter terang-terangan meminta Dimov dilepas pada akhir musim.

Drama Kursi Pelatih: Bernardo Tavares Diharapkan, Tapi Belum Resmi

Di tengah masalah performa, Persebaya Surabaya juga menghadapi situasi genting terkait kursi pelatih kepala. Setelah memecat Eduardo Perez, nama favorit Bonek adalah Bernardo Tavares, eks pelatih PSM Makassar.

Namun agennya, Azmi dari Ponti Sport Agency, merilis pernyataan resmi bahwa Tavares belum menandatangani kontrak dengan klub mana pun. Saat ini, pelatih Portugal itu sedang berada di negaranya untuk merayakan Natal dan Tahun Baru bersama keluarga.

Pernyataan itu langsung viral di fanbase Persebaya. Sebagian Bonek kecewa karena manajemen dianggap lamban. Namun sebagian lain masih optimistis bahwa kedatangan Tavares hanya soal waktu.

Uston Nawawi Menjadi Caretaker

Selama proses pencarian pelatih baru, Uston Nawawi ditunjuk menjadi caretaker. Ia memastikan skuad tetap kondusif meski terjadi perubahan besar. Persiapan terus dilakukan menjelang laga pekan ke-14 melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung.

Dengan banyaknya masalah di lini depan, lini belakang, dan belum pastinya pelatih baru, perjalanan Persebaya Surabaya menuju putaran kedua tampaknya akan semakin berat. Bonek kini hanya bisa menunggu apakah manajemen bisa bergerak cepat menyelesaikan rentetan persoalan ini.

Editor : Bherliana Naysila Putri Suwandi
#striker asing #liga 1 #bonek #Bernardo Tavares #persebaya surabaya