Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Persebaya Dikabarkan Dekat dengan Eduardo Almeida, Bonek Gerah: “Rekam Jejaknya Kok Gitu?”

Bherliana Naysila Putri Suwandi • Kamis, 4 Desember 2025 | 03:25 WIB
Persebaya Dikabarkan Dekat dengan Eduardo Almeida, Bonek Gerah: “Rekam Jejaknya Kok Gitu?”
Persebaya Dikabarkan Dekat dengan Eduardo Almeida, Bonek Gerah: “Rekam Jejaknya Kok Gitu?”

BLITAR – Rumor Persebaya akan menunjuk Eduardo Almeida sebagai pelatih baru langsung memantik polemik besar di kalangan Bonek. Nama pelatih asal Portugal itu masuk dalam daftar kandidat pengganti Edward Pérez yang baru saja dilepas manajemen. Namun, respons publik jauh dari kata positif. Banyak pendukung Green Force mempertanyakan kapasitas Almeida, terutama jika melihat rekam jejak terbarunya yang dinilai kurang meyakinkan.

Pengalaman Eduardo Almeida di Indonesia memang bukan hal baru bagi suporter Persebaya. Tetapi, performanya dalam beberapa musim terakhir dianggap tidak impresif. Catatan pertandingan yang tidak stabil memunculkan keraguan besar, terlebih Persebaya sedang berada di fase penting untuk memperbaiki posisi di klasemen. Kecemasan Bonek makin terasa, mengingat klub sebesar Persebaya membutuhkan figur pelatih kuat untuk mengakhiri inkonsistensi yang terus terjadi.

Di tiga laga awal rumor ini berhembus, nama Persebaya terus trending karena sentimen campur aduk dari pendukungnya. Banyak yang menilai gaya bermain Almeida cenderung monoton dan kurang adaptif dengan kerasnya kompetisi Super League. Pola ini dianggap berpotensi menghambat kebangkitan Persebaya yang sudah lama ditunggu.

Statistik Buruk Almeida Jadi Sorotan

Kritik makin ramai setelah menilik rapor Almeida pada musim 2025–2026. Dalam delapan pertandingan terakhirnya, ia hanya mencatat satu kemenangan, satu hasil imbang, dan enam kekalahan. Total empat poin yang didapat dianggap jauh dari standar pelatih yang diminta menangani proyek sebesar Persebaya.

Suporter menilai manajemen harus lebih selektif dalam menentukan arah tim. Persebaya sedang berada dalam fase genting, sehingga keputusan memilih pelatih tidak boleh sekadar kompromi. Apalagi sebelumnya sempat muncul kabar bahwa Persebaya telah mendekati Bernardo Tavares. Namun pihak agen justru membantah bahwa ada pembicaraan dengan klub manapun. Situasi ini membuat arah manajemen kian buram menurut para pendukung.

Putaran Kedua Diprediksi Jadi Ajang “Bersih-Bersih”

Persebaya memasuki putaran kedua Super League 2025–2026 dengan rapor mengecewakan. Hingga pekan ke-13, Green Force hanya mengemas 17 poin dan bertengger di peringkat sembilan. Catatan ini dianggap tidak mencerminkan status Persebaya sebagai salah satu klub besar yang memiliki sejarah panjang di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Jika dibandingkan dengan rival tradisional seperti Persija Jakarta dan Persib Bandung, performa Persebaya terlihat jauh tertinggal. Bahkan tim muda seperti Borneo FC berhasil tampil lebih menjanjikan sepanjang musim.

Kondisi tersebut membuat sejumlah pihak memprediksi bahwa Persebaya akan melakukan perombakan besar pada putaran kedua, terutama di sektor pemain asing. Dari seluruh pemain non-lokal, hanya Bruno Moreira dan Francisco Rivera yang dinilai tampil stabil dan mampu menyumbang kontribusi nyata.

Lini Depan Tumpul, Lini Belakang Keropos

Statistik Persebaya sepanjang putaran pertama menggambarkan problem serius di berbagai lini. Di sektor depan, Persebaya hanya mencetak 14 gol dari 12 pertandingan. Angka ini masih berada di bawah Persik Kediri (15 gol) dan Bali United (16 gol) yang posisinya justru berada di bawah Green Force.

Bruno Moreira menjadi top skor sementara dengan empat gol, disusul Rivera yang menorehkan tiga gol. Dua striker asing lainnya, Mihailo Perovic dan Diego Mauricio, justru tampil jauh dari harapan. Perovic baru mencetak dua gol, sementara Mauricio belum mencetak satu gol pun.

Penampilan lini belakang juga tidak kalah memprihatinkan. Persebaya sudah kebobolan 12 gol, dan tiga pemain asing—Diedimov, Ristov Mitrevski, dan Leo Lelis—dinilai tampil tidak begitu solid. Kiper Ernando Ari bahkan harus berjibaku melakukan 49 penyelamatan untuk menjaga gawang tetap aman.

Dengan catatan “rapor merah” ini, sejumlah pemain diyakini berpotensi didepak. Apalagi jika pelatih baru benar-benar datang. Perubahan besar hampir pasti sulit dihindari. Publik Surabaya kini hanya menunggu bagaimana langkah nyata manajemen membawa Persebaya kembali ke jalur kemenangan.

Editor : Bherliana Naysila Putri Suwandi
#Super League 2025 #bonek #Bruno Moreira #persebaya #Eduardo Almeida