BLITAR – Rumor transfer Persebaya kembali menghangat menjelang dibukanya bursa transfer putaran kedua BRI Super League 2025–2026. Sejumlah nama besar dari klub rival disebut masuk radar manajemen Bajul Ijo, mulai dari striker Arema FC hingga winger asing milik Borneo FC. Situasi ini memicu antusiasme tinggi dari pendukung Persebaya yang berharap perombakan besar bisa meningkatkan performa tim di putaran kedua.
Isu kedatangan pemain baru ini mencuat setelah kanal sepak bola nasional mengunggah daftar rumor transfer terpanas musim ini. Dalam daftar tersebut, Persebaya disebut tengah mengincar beberapa penyerang asing untuk memperkuat lini depan. Nama paling mencolok adalah Dalberto Belo, striker Arema FC asal Brasil yang selama ini dikenal memiliki insting gol tajam. Kabar ini membuat Bonek penasaran apakah Persebaya benar-benar mampu memboyong pemain yang saat ini menjadi andalan klub rival.
Tak hanya Dalberto, rumor yang tak kalah panas adalah ketertarikan Persebaya terhadap winger Argentina, Mariano Peralta, milik Borneo FC Samarinda. Peralta dikenal sebagai pemain lincah dengan akurasi umpan tinggi. Jika benar mendarat di Surabaya, ia bisa menjadi tambahan signifikan bagi kreativitas lini serang Persebaya, yang pada putaran pertama dinilai belum cukup konsisten.
Nama-Nama Besar Masuk Radar Persebaya
Rumor transfer Persebaya tak berhenti pada dua nama itu. Sejumlah pemain luar negeri dari berbagai klub di Asia juga disebut masuk dalam daftar incaran. Namun Dalberto Belo dan Mariano Peralta tetap menjadi sorotan utama karena dianggap paling realistis dan paling dibutuhkan untuk memperkuat daya serang Bajul Ijo.
Dengan rumor ini, publik kembali memperbincangkan strategi transfer manajemen Persebaya setelah beberapa bursa sebelumnya dianggap kurang agresif. Hadirnya dua pemain dengan karakter menyerang dinilai tepat untuk menutupi kekurangan yang terlihat pada putaran pertama liga.
Di sisi lain, rumor ini juga memunculkan tanda tanya besar: apakah manajemen Persebaya benar-benar menyiapkan anggaran besar untuk mendatangkan dua pemain asing yang saat ini berstatus pilar di klub masing-masing? Hingga kini belum ada klarifikasi resmi, tetapi rumor terus berkembang dan menjadi perbincangan hangat di berbagai forum Bonek.
Bursa Transfer Memanas: Klub Lain Juga Bergerak
Selain Persebaya, sejumlah klub Liga 1 dan Liga 2 juga dikaitkan dengan banyak nama. Persib Bandung dirumorkan akan melepas pemain muda Fitrah Maulana ke Sriwijaya FC. Malut United dikabarkan tertarik mendatangkan bek Filipina, Daisuke Sato, dari klub Wantauig FC.
Persis Solo juga tak mau ketinggalan. Mereka dirumorkan sedang membidik striker Jepang Mario Sergio dari klub Consadole Sapporo, sementara Persik Kediri mengincar gelandang muda Madura United, Taufani Muslih Hanudin.
Rumor semakin padat dengan munculnya isu perpindahan beberapa nama besar lainnya, seperti Bagas Adi yang disebut diminati klub promosi Persijap Jepara, hingga kabar ketertarikan Semen Padang terhadap pemain asing milik Persib, Berginho da Silva.
Namun dari sekian banyak rumor, nama-nama yang dikaitkan dengan Persebaya tetap berada di daftar teratas percakapan publik. Dalberto Belo dan Mariano Peralta dinilai sebagai target yang paling mungkin mengangkat performa tim secara signifikan.
Bisa Terwujud atau Sekadar Rumor?
Sampai berita ini diturunkan, manajemen Persebaya belum memberikan pernyataan resmi terkait rumor transfer tersebut. Situasi ini biasa terjadi menjelang bursa transfer, di mana banyak nama dikaitkan dengan berbagai klub untuk memanaskan dinamika persaingan.
Meski demikian, Bonek tetap berharap manajemen bergerak cepat mengamankan pemain yang dibutuhkan. Persebaya tengah berjuang memperbaiki posisi di klasemen, sehingga kedatangan pemain baru—terutama di sektor penyerang—sangat diperlukan.
Jika satu atau dua dari nama yang dirumorkan benar-benar mendarat, maka putaran kedua bisa menjadi momentum kebangkitan Persebaya. Kini, publik hanya bisa menunggu perkembangan lebih lanjut sambil mengikuti setiap update yang muncul dari kanal resmi klub.
Editor : Bherliana Naysila Putri Suwandi