BLITAR – Nama Stefano Beltrame Persib kembali menjadi sorotan besar setelah penampilan gemilangnya bersama Maung Bandung dalam lanjutan Liga 1 2023–2024. Didatangkan pada bursa transfer paruh musim oleh pelatih Bojan Hodak, gelandang serang asal Italia itu sempat menerima kritik karena datang tanpa klub dan memiliki riwayat cedera panjang. Namun semua keraguan itu mulai terjawab lewat performa di atas lapangan.
Pada laga melawan PSIS Semarang, Stefano Beltrame Persib tampil mengesankan dengan torehan dua gol serta sejumlah peluang berbahaya yang membuat lini belakang lawan kelimpungan. Aksi-aksinya di dalam kotak penalti bahkan beberapa kali disebut “sukar dipercaya” oleh komentator pertandingan. Meski salah satu tembakannya membentur tiang gawang, kontribusi Beltrame tetap menjadi kunci kemenangan Persib.
Performa Meningkat Sejak Jeda Kompetisi
Setibanya di Bandung, Stefano Beltrame Persib tidak langsung menemukan ritme terbaiknya. Statusnya sebagai pemain tanpa klub dan kondisinya yang belum prima membuat publik meragukan efektivitas transfer tersebut. Namun jeda kompetisi pada Januari 2024 menjadi titik balik sang gelandang.
Setelah libur, kondisi fisik Beltrame meningkat drastis. Ia mulai nyetel dengan gaya permainan Persib, terutama dalam formasi 4-2-3-1 yang diterapkan Bojan Hodak. Di posisi gelandang serang, Beltrame menjadi kreator utama di belakang para penyerang. Kemampuannya membawa bola, visi permainan, hingga akurasi umpan terbukti memberikan dimensi baru bagi serangan Maung Bandung.
Hingga saat ini, Beltrame telah mencatatkan empat gol dan beberapa assist penting. Statistik tersebut membuatnya menjadi salah satu pemain paling konsisten di putaran kedua Liga 1.
Jawaban Atas Kritik: Gol dan Konsistensi
Kedatangan Levi Madinda yang kemudian hengkang sempat meninggalkan lubang besar dalam kreativitas Persib. Penunjukan Stefano Beltrame sebagai pengganti menimbulkan keraguan karena ia lama tidak bermain di level kompetitif. Namun Bojan Hodak tetap percaya.
Kepercayaan itu terbayar. Melawan PSIS, Beltrame tidak hanya mencetak gol, tetapi juga berperan dalam proses gol pertama yang membawa momentum positif Persib. Dengan gerakan tanpa bola, penetrasi di lini kedua, dan kemampuan membuka ruang, ia menjelma menjadi motor serangan Maung Bandung.
Penampilan cemerlangnya kembali terlihat saat Persib menghadapi RANS Nusantara. Berulang kali Beltrame menciptakan peluang berbahaya, memaksa bek lawan membuat kesalahan, hingga hampir mencetak brace andai tidak digagalkan mistar gawang. Komentator pertandingan berulang kali menyorot pergerakannya yang dinilai sangat berbahaya.
Adaptasi Mulus dan Peran Sebagai Playmaker
Sebagai pemain yang pernah mencicipi Serie A bersama Juventus serta bermain di kasta tertinggi Portugal, Beltrame membawa pengalaman besar ke Persib. Tapi pengalaman tidak cukup jika tidak diikuti adaptasi. Di Bandung, proses adaptasinya justru berlangsung cepat.
Ia terlihat nyaman dengan ritme permainan rekan-rekannya seperti David da Silva, Mark Klok, dan Ciro Alves. Pemahaman antarpemain yang semakin matang menjadikan sektor serang Persib lebih hidup.
Beltrame juga menegaskan bahwa dirinya belum mencapai kemampuan 100 persen. Ia merasa masih memiliki ruang untuk berkembang demi memenuhi ekspektasi bobotoh yang menginginkan stabilitas permainan di sektor gelandang kreatif.
Eks Juventus yang Kini Jadi Tumpuan Persib
Kiprah Beltrame sejatinya tidak diragukan. Ia adalah pemain dengan pengalaman Eropa, pernah debut di Serie A dan bermain di Primeira Liga. Namun cedera dan masa tanpa klub sempat membuat kariernya meredup. Di Persib, ia menemukan panggung baru untuk membuktikan kualitasnya.
Kini, Beltrame menjadi tumpuan Persib dalam mengejar posisi terbaik di Liga 1 2023–2024. Bojan Hodak kerap menempatkannya sebagai playmaker utama dalam skema serangan. Ketika berada dalam performa terbaik, Beltrame mampu menjadi pembeda di lini tengah.
Dengan semakin stabilnya performa, Stefano Beltrame terlihat siap melanjutkan tren positifnya bersama Persib. Gol demi gol yang ia cetak menjadi bukti bahwa keraguan publik telah terbalas tuntas melalui kerja keras dan kualitas di atas lapangan.(*)
Editor : Bherliana Naysila Putri Suwandi