Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Bursa Transfer Meledak! Persebaya Surabaya Berebut Bek 5,2 Miliar dan Didesak Segera Umumkan Pelatih Baru

Dimas Galih Nur Hendra Saputra • Senin, 8 Desember 2025 | 23:30 WIB
Bursa Transfer Meledak! Persebaya Surabaya Berebut Bek 5,2 Miliar dan Didesak Segera Umumkan Pelatih Baru
Bursa Transfer Meledak! Persebaya Surabaya Berebut Bek 5,2 Miliar dan Didesak Segera Umumkan Pelatih Baru

BLITAR – Jelang dibukanya bursa transfer putaran kedua Super League 2025–2026, Persebaya Surabaya kembali menjadi pusat perhatian. Bukan hanya karena kebutuhan mendesak mencari pelapis Francisco Rivera, tetapi juga karena munculnya kabar panas soal perebutan bek asing milik PSM Makassar, Victor Leis, yang kini memiliki nilai pasar mencapai Rp 5,21 miliar. Situasi ini membuat Persebaya Surabaya berada dalam dinamika mendidih, baik di sektor transfer maupun perombakan pelatih kepala.

Nama Victor Leis mencuat setelah tiga klub Jawa Timur, yakni Arema FC, Persik Kediri, dan Persebaya Surabaya, disebut siap bersaing untuk mendapatkan jasanya. Bek asal Brasil itu tampil konsisten sejak didatangkan PSM dari klub Malta, Valetta, melalui skema bebas transfer. Adaptasinya cepat, performanya stabil, dan kontribusinya dianggap ideal untuk mengisi lubang di sektor belakang Persebaya Surabaya yang musim ini belum sepenuhnya solid.

Rumor kepindahan sang pemain makin memanas setelah muncul kabar ketertarikan klub luar negeri. Meski begitu, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari ketiga klub Jatim yang disebut. Publik sepak bola nasional pun menunggu, apakah Persebaya, Arema, atau Persik yang akan memenangkan perburuan pemain yang telah menorehkan satu gol dan 14 assist dalam dua musim terakhir tersebut.

Perebutan Bek Paling Diburu di Bursa Transfer

Victor Leis menjadi komoditas panas berkat kontribusi impresifnya bersama Juku Eja. Musim ini saja, ia sudah tampil 12 kali dan mencetak satu gol serta empat assist — torehan luar biasa bagi seorang bek sayap. Kualitas menyerang itulah yang membuat banyak klub, termasuk Persebaya, terpikat.

Green Force sangat membutuhkan sosok bek agresif yang mampu menyisir sisi lapangan sekaligus menjadi penyedia suplai bola akurat ke lini depan. Dengan jadwal kompetisi yang padat dan performa tim yang naik-turun, kehadiran bek seperti Leis dianggap sebagai investasi strategis untuk memperbaiki keseimbangan permainan.

Skema peminjaman disebut menjadi opsi paling logis. Dengan cara ini, klub bisa menguji kecocokan pemain tanpa membayar biaya transfer besar di tengah musim. Namun, meski rumor terus memanas, manajemen Persebaya belum memberikan sinyal apa pun mengenai langkah yang akan mereka ambil.

Drama Pelatih Baru: Bonek Mendesak Kejelasan

Di luar bursa transfer, drama penunjukan pelatih kepala juga menyedot perhatian besar. Setelah mencopot Eduardo Perez, manajemen Persebaya Surabaya belum menunjuk pengganti definitif. Sesi latihan masih dipimpin caretaker Uston Nawawi dan pelatih teknis Shinsang Guu.

Kolaborasi keduanya sebenarnya cukup menjanjikan. Mereka sukses menahan imbang Bhayangkara FC pada laga sebelumnya. Namun bagi Bonek, stabilitas tim jangka panjang membutuhkan pelatih kepala berkarakter kuat, bukan sekadar duet sementara.

Rumor kehadiran Bernardo Tavares sempat membuat suporter antusias, tetapi kabar itu kandas. Nama lain, seperti Eduardo Almeida, juga muncul ke permukaan, namun tak ada progres berarti dari manajemen. Di tengah kekecewaan itu, sebagian Bonek malah mengusulkan agar manajemen Persebaya mendekati Shin Tae-yong, eks pelatih timnas Indonesia yang kini sedang tidak melatih setelah berpisah dari Ulsan Hyundai.

Baca Juga: Pemkab Blitar Akhirnya Usulkan Pembangunan untuk Jembatan Sesek di Talun ke Pemerintah Pusat

Usulan itu muncul karena Shinsang Guu, yang kini ikut mendampingi latihan Persebaya, sebelumnya pernah bekerja bersama STY. Banyak yang menilai adaptasi keduanya akan sangat cepat bila rumor tersebut benar-benar terjadi. Namun hingga kini, manajemen masih bungkam dan memilih menyeleksi kandidat secara hati-hati.

Perburuan Pelapis Rivera: William Marcilio Jadi Kandidat Serius

Di sisi lain, kebutuhan mendesak muncul di lini tengah. Rivera yang menjadi otak serangan Persebaya sangat sulit digantikan. Minimnya pelapis berkualitas membuat manajemen harus bergerak cepat di bursa transfer putaran kedua, terlebih karena Green Force masih memiliki satu slot pemain asing tersisa.

Nama William Marcilio dari Persib Bandung muncul sebagai kandidat paling realistis. Sang gelandang sedang berada dalam posisi tidak menguntungkan setelah cekcok dengan pelatih Bojan Hodak. Kritik keras sang pelatih, hingga pengiriman Marcilio kembali ke Bandung jelang laga kontra Madura United, menunjukkan posisinya semakin terpinggirkan.

Situasi ini membuka peluang besar bagi Persebaya. Jika Marcilio benar-benar masuk daftar jual atau dipinjamkan, negosiasi dapat dilakukan dengan biaya lebih ringan. Bagi Persebaya, ini merupakan kesempatan strategis untuk mendapatkan gelandang kreatif baru yang dapat meringankan beban Rivera.

Dengan tiga isu besar — perebutan Victor Leis, penunjukan pelatih baru, dan perburuan pelapis Rivera — babak kedua Super League 2025–2026 dipastikan menjadi periode paling sibuk bagi manajemen Green Force. Para Bonek pun menantikan langkah berani yang dapat mengembalikan identitas permainan Persebaya Surabaya musim ini.

 

Editor : Dimas Galih Nur Hendra Saputra
#sepakbola #bonek mania #bonek #persebaya #surabaya