Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Green Force Heboh: Shin Tae-yong Persebaya Diusulkan Jadi Pelatih Baru, Bonek Desak Manajemen Bergerak

Anggi Septiani • Senin, 8 Desember 2025 | 22:30 WIB
Green Force Heboh: Shin Tae-yong Persebaya Diusulkan Jadi Pelatih Baru, Bonek Desak Manajemen Bergerak
Green Force Heboh: Shin Tae-yong Persebaya Diusulkan Jadi Pelatih Baru, Bonek Desak Manajemen Bergerak

BLITAR – Isu Shin Tae-yong Persebaya kembali memanaskan atmosfer suporter Green Force. Nama mantan pelatih Timnas Indonesia itu tiba-tiba mencuat sebagai kandidat pelatih kepala baru, setelah manajemen resmi melepas Eduardo Pérez. Bagi Bonek, mendatangkan Shin Tae-yong bukan sekadar wacana sensasional, tetapi dianggap sebagai langkah strategis mengangkat performa tim di musim 2025–2026.

Kegelisahan suporter terlihat semakin besar karena kursi pelatih Persebaya dibiarkan kosong terlalu lama. Hal ini membuat dorongan untuk menghadirkan Shin Tae-yong Persebaya terus menguat, terutama setelah gagal mendatangkan eks pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares. Banyak yang menilai klub wajib mengambil opsi pelatih berpengalaman, bukan rekrutan darurat seperti musim-musim sebelumnya.

Situasi tim yang belum stabil juga memicu desakan tersebut. Setelah Pérez dilepas, Persebaya untuk sementara mengandalkan duet caretaker Uston Nawawi dan Shin Sang-gi untuk memimpin latihan. Kolaborasi ini memang menghasilkan progres, termasuk hasil imbang 1-1 melawan Bhayangkara FC. Namun Bonek menilai langkah itu belum cukup untuk mengembalikan marwah tim. Kehadiran Shin Tae-yong Persebaya dinilai dapat memberi fondasi taktik yang lebih kuat.

Di mata Bonek, reputasi Shin Tae-yong di sepak bola Indonesia sudah teruji. Disiplin taktikal tinggi, kemampuan membangun karakter pemain, serta pengalamannya menangani skuad nasional menjadi alasan kuat. Selain itu, adanya Shin Sang-gi di staf Persebaya dianggap menjadi jembatan penting jika manajemen benar-benar ingin mendatangkan pelatih asal Korea Selatan itu.

Meski begitu, potensi kehadiran Shin Tae-yong Persebaya belum bisa dianggap pasti. Faktor finansial, kesediaan pelatih kembali bekerja di Indonesia, hingga besaran kontrak menjadi pertimbangan utama. Manajemen harus berhitung matang agar keputusan ini tidak mengganggu stabilitas skuad di tengah persaingan ketat Superliga.

Selain STY, opsi pelatih lain seperti Bernardo Tavares serta Eduardo Almeida masih disebut sebagai kandidat cadangan. Namun hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Persebaya.

Di tengah gonjang-ganjing kursi pelatih, sorotan lain tertuju pada performa striker asing, Mihailo Perovic. Hanya mencetak dua gol dari 12 laga, kontribusi Perovic dianggap belum memenuhi ekspektasi. Tiga pertandingan terakhir tanpa tambahan gol membuat tekanan dari tribun dan komentar Bonek semakin deras.

Namun Uston Nawawi justru memberikan perspektif berbeda. Menurutnya, kontribusi Perovic tidak hanya soal gol. Ia menjalankan peran sesuai sistem permainan, termasuk saat laga imbang 1-1 melawan Bhayangkara FC.

“Kami punya role-rolnya, dan menurut saya Perovic tetap menjalankan itu,” kata Uston setelah latihan di area kompleks Stadion GBT.

Uston menegaskan bahwa gol bukan hanya tanggung jawab striker. Semua pemain memiliki peran dalam bertahan maupun membangun serangan. Meski demikian, ia tetap berharap Perovic tampil lebih tajam, terutama saat Persebaya bertandang ke markas PSM Makassar di Stadion Gelora BJ Habibie. Persebaya menargetkan pulang dengan poin dari Makassar.

Selain isu Shin Tae-yong Persebaya, duel PSM Makassar kontra Persebaya akhir pekan ini juga diprediksi menampilkan persaingan sengit dua kiper terbaik tanah air: Hilmansyah dan Ernando Ari.

Hilmansyah, yang tampil dalam 11 laga, kini menjadi pilihan utama PSM setelah menyingkirkan Reza Arya Pratama. Catatan 32 penyelamatan, satu intersepsi, tiga sapuan, serta nilai pasar Rp3,04 miliar menunjukkan perannya yang semakin vital.

Di sisi lain, Ernando Ari tak kalah mencolok. Kiper muda Persebaya yang juga langganan timnas itu mencatat 59 penyelamatan dan dua sapuan dari 11 pertandingan musim ini. Dengan nilai pasar Rp7,78 miliar, Ernando masuk jajaran pemain termahal Persebaya dan dianggap memiliki keunggulan dari sisi ketenangan dan pengalaman internasional.

PSM Makassar kini berada di posisi ke-8 klasemen dengan 18 poin, sementara Persebaya membuntuti di posisi ke-9 dengan 17 poin. Selisih satu angka membuat duel ini bukan hanya soal perebutan poin, tetapi juga pembuktian siapa yang lebih superior antara dua penjaga gawang terbaik.

Pertandingan ini akan menjadi ujian berat bagi Persebaya, yang tengah dalam transisi pelatih dan tekanan publik untuk segera mendatangkan nakhoda baru, bahkan tidak sedikit yang masih berharap hadirnya Shin Tae-yong Persebaya di balik keputusan manajemen.

Editor : Anggi Septiani
#shin tae-yong #PSM vs Persebaya #bonek #persebaya surabaya #uston nawawi