Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Arema Bidik Rian Santos? Eduardo Almeida Ingatkan Rekor Arema Terlalu Jauh untuk Dikejar Borneo FC

Vicky Hernanda • Selasa, 9 Desember 2025 | 01:45 WIB
isu Arema bidik Rian santos memanas
isu Arema bidik Rian santos memanas

BLITAR – Isu Arema bidik Rian Santos terus memanas setelah performa lini depan Singo Edan dinilai belum menyala di Super League 2025–2026. Di saat yang sama, perbandingan dengan kekuatan rival juga mencuat ke permukaan. Mantan pelatih Arema, Eduardo Almeida, memberikan pandangan tajam soal rekor tak terkalahkan klub yang pernah ia tangani, serta bagaimana kondisi tim saat ini tengah berada di fase yang jauh berbeda.

Borneo FC Gagal Dekati Rekor Arema

Pembahasan dimulai dari runtuhnya rekor positif Borneo FC Samarinda. Tim yang sebelumnya digadang-gadang sebagai pesaing kuat rekor unbeaten Arema harus tumbang 0-1 dari Bali United pada pekan ke-14. Tren 11 laga tanpa kekalahan seketika terputus, sekaligus menegaskan jarak keduanya masih terlalu jauh. Rekor Arema, yang berdiri kukuh dengan 23 laga tanpa kalah, tetap belum tersentuh empat musim terakhir.

Almeida menegaskan bahwa pencapaian tersebut bukan sesuatu yang bisa direplikasi dengan mudah. Ia mengakui dominasi Arema pada periode itu dibangun di atas konsistensi dan stabilitas skuad yang sulit ditandingi klub lain. “Rekor tak terkalahkan Arema masih sangat sulit dipatahkan,” ujar Almeida.

Rekor Arema Masih Belum Tertandingi

Pada musim pencapaian itu, Arema mengemas 15 kemenangan dan 8 hasil imbang dengan total 53 poin. Tidak hanya Borneo, Persip pun pernah mencoba menekan Arema dalam perburuan rekor. Tetapi, setiap kali jadwal padat dan badai cedera melanda, konsistensi rival-rival itu selalu runtuh. Almeida pun mengakui ia tidak tahu kapan rekor tersebut akan patah, namun ia yakin butuh tim dengan stabilitas luar biasa untuk melakukannya.

Arema Bidik Rian Santos, Tepatkah?

Di tengah dinamika itu, Arema justru tengah dikaitkan dengan langkah berani: Arema bidik Rian Santos, striker asal Brazil yang kini berstatus bebas kontrak setelah berpisah dari Sao Bernardo FC. Rumor tersebut pertama kali diungkap akun Instagram @malang.fvolk pada 4 Desember 2025.

Namun, keputusan ini langsung menimbulkan perdebatan. Pasalnya, nilai pasar Rian Santos memang melonjak hingga Rp4,35 miliar, tetapi grafik performanya tidak menunjukkan peningkatan sejalan harga.

Rian Santos, pemain kelahiran Ilha Das Flores pada 3 Juni 2000, berposisi sebagai striker dengan kemampuan dua kaki. Meski demikian, efektivitas golnya masih dianggap jauh dari kategori penyerang tajam. Sepanjang kariernya, ia berpindah dari Athletic Gloriens, Matsumoto Yamaga, hingga Ceara SC, tetapi jarang menjadi pilihan utama.

Statistiknya pun terbilang biasa: total 69 pertandingan, 17 gol, 4 assist, dan 3.716 menit bermain. Di Jepang, ia hanya tampil dua kali dengan 31 menit. Di Ceara SC, ia bermain 20 kali namun hanya mengemas satu gol.

Tidak heran jika analis menyebut perekrutan Rian sebagai eksperimen berisiko tinggi. Harga naik, performa tidak mengikuti—situasi yang seharusnya membuat Arema lebih berhitung.

Arema Masih Bergantung pada Luis

Isu perekrutan striker baru juga mencuat karena Arema masih kesulitan bersaing di papan klasemen. Dengan duduk di peringkat ke-10 dan hanya mengumpulkan 17 poin, Singo Edan dinilai belum menemukan ritme terbaiknya. Lini depan tumpul, alur serangan patah di sepertiga akhir, dan beban bertahan terlalu berat.

Di barisan belakang, Luis tampil luar biasa. Pemain 31 tahun itu bermain penuh dalam 13 laga, meraih dua gelar man of the match, dan menjadi tembok utama pertahanan. Tetapi, para analis sepakat: ketergantungan kepada satu pemain bukan solusi.

Pelatih Marcos Santos menilai kemampuan Luis tidak perlu diragukan, tetapi sistem pertahanan Arema masih rapuh. Jarak antarlini terlalu renggang sehingga membuat pemain belakang bekerja dua kali lipat. Claudio Deesus juga mengakui Luis memiliki rekam jejak besar, tetapi organisasi permainanlah yang menentukan kekuatan tim.

Arema Harus Lebih Cermat

Di tengah performa yang belum stabil, langkah Arema bidik Rian Santos wajib dipertimbangkan dengan sangat matang. Tim memerlukan striker yang terbukti tajam, bukan sekadar pemain dengan nilai pasar tinggi. Dengan kebutuhan mendesak di lini depan, kesalahan rekrut bukan sesuatu yang boleh terulang pada putaran 2025–2026 ini.

Arema berada di persimpangan penting: memperbaiki struktur permainan sekaligus mencari sosok penyerang yang benar-benar dapat mengubah arah musim. Apakah Rian Santos jawabannya? Masih menjadi tanda tanya besar. (*)

Editor : Bherliana Naysila Putri Suwandi
#Super League 2025 #Eduardo Almeida #Rian Santos #Arema FC #borneo fc