BLITAR – Laga tunda pekan keempat BRI Super League 2025/2026 antara Persebaya Surabaya dan PSM Makassar di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Sabtu (6/12/2025), tak hanya menghasilkan skor imbang 1-1. Pertandingan ini justru menjadi panggung bagi dua wonderkid Persebaya, Sadida Nugraha dan Moch Ikas, yang tampil mencuri perhatian publik.
Pertandingan berlangsung intens sejak menit awal. PSM Makassar mengambil keunggulan cepat lewat gol Savio Roberto pada menit ke-8. Beruntung, Persebaya mampu merespons cepat. Hanya empat menit berselang, Bruno Moreira mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-12 setelah memanfaatkan kemelut di depan gawang.
Setelah kedua tim sama-sama menekan, skor 1-1 bertahan hingga peluit panjang berbunyi. Namun, sorotan utama justru tidak jatuh pada pencetak gol, melainkan pada tampilnya pemain-pemain muda Bajol Ijo yang mendapat menit bermain signifikan.
Debut Penuh 90 Menit, Sadida Nugraha Jadi Man of the Match
Nama Sadida Nugraha menjadi buah bibir seusai pertandingan. Pemain muda ini menjalani debut penuh 90 menit dan menunjukkan kepercayaan diri tinggi saat berduel dengan pemain-pemain PSM yang jauh lebih berpengalaman.
Sadida bermain lugas, berani, dan disiplin. Ia tidak menunjukkan rasa canggung sedikit pun, bahkan mampu memenangkan sejumlah duel penting di lini tengah Persebaya. Atas performanya itu, Sadida dinobatkan sebagai Pemain Terbaik dalam laga tersebut.
Dalam sesi wawancara seusai pertandingan, Sadida mengaku bersyukur atas kesempatan yang diberikan pelatih dan dukungan dari para pemain senior.
“Tentunya support official Persebaya dan seluruh senior-senior saya yang telah men-support, memotivasi, dan mendukung saya. Hasilnya menurut saya kurang memuaskan karena belum bisa memberikan tiga poin untuk orang-orang Surabaya. Tapi saya tetap bersyukur bisa main 90 menit,” ujarnya.
Meski mengaku belum puas karena gagal membawa Persebaya meraih kemenangan, Sadida optimistis menit bermain ini menjadi titik penting dalam perjalanan kariernya.
Moch Ikas Ikut Buktikan Kualitas, Walau Belum Bermain Penuh
Selain Sadida, Moch Ikas — gelandang muda Persebaya lainnya — juga mendapat sorotan. Meski belum tampil sepanjang pertandingan, kontribusinya di lini tengah memberi warna baru bagi permainan Bajol Ijo.
Baca Juga: Jelang Tutup Tahun, Legislatif Rajin Sidak Proyek Infrastruktur di Kota Blitar, Ini Hasilnya
Ikas tampil tanpa rasa takut, mengalirkan bola dengan baik, dan menjadi opsi tambahan dalam transisi menyerang. Meski hanya bermain sebagian waktu, performanya dinilai menjadi sinyal positif bagi masa depan lini tengah Persebaya.
Kehadiran dua pemain ini memperlihatkan bahwa regenerasi Persebaya sedang berada di jalur tepat.
Uston Nawawi: Regenerasi Harus Jalan, Anak Muda Harus Diberi Jam Terbang
Pelatih Persebaya, Uston Nawawi, menegaskan bahwa regenerasi pemain bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan tim. Ia menyebut bahwa Sadida dan Ikas adalah contoh nyata bahwa talenta muda Surabaya memiliki kualitas yang layak diberi kepercayaan tampil di laga besar.
Menurut Uston, memberi ruang bermain untuk pemain muda akan menjadi investasi jangka panjang bagi Persebaya.
“Regenerasi pemain itu penting. Anak-anak muda ini harus diberi kesempatan berkembang,” tegasnya.
Kebijakan Uston ini mendapat apresiasi besar dari pendukung Persebaya yang selama ini menantikan kebangkitan talenta lokal. Sadida dan Ikas dianggap sebagai simbol keberanian Bajol Ijo memberi jam terbang kepada darah segar dalam pertandingan penting.
Hasil Imbang yang Tak Mengubah Klasemen, tapi Mengubah Harapan
Secara klasemen, hasil imbang 1-1 ini memang tidak mengubah posisi Persebaya. Namun secara performa, tampilnya dua wonderkid menjadi kabar baik bagi masa depan tim.
Sadida memberikan stabilitas dan keberanian di lini tengah, sementara Ikas menjadi energi tambahan dalam distribusi bola. Keduanya menghadirkan dimensi baru pada permainan Persebaya yang selama ini dianggap kurang konsisten.
Bagi suporter Bajol Ijo, performa dua pemain muda ini lebih dari sekadar debut. Ini adalah harapan baru bahwa Persebaya tak hanya mengandalkan pemain asing atau senior, tetapi juga regenerasi yang berjalan efektif.
Ke depan, para pendukung Persebaya akan menantikan apakah Sadida dan Ikas tetap diberi menit bermain lebih banyak, terutama menghadapi jadwal padat BRI Super League putaran berikutnya.
Dengan sinyal positif dari dua wonderkid tersebut, masa depan Persebaya tampak semakin cerah.
Editor : Findika Pratama