Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Bonek Kecewa Persebaya Makin Memuncak: Diego Dicadangkan, Raikovic Kacau, Rumor Uston Jadi Pelatih Tetap Menguat

Anggi Septiani • Rabu, 10 Desember 2025 | 23:30 WIB
Bonek Kecewa Persebaya Makin Memuncak: Diego Dicadangkan, Raikovic Kacau, Rumor Uston Jadi Pelatih Tetap Menguat
Bonek Kecewa Persebaya Makin Memuncak: Diego Dicadangkan, Raikovic Kacau, Rumor Uston Jadi Pelatih Tetap Menguat

BLITAR – Gelombang Bonek kecewa Persebaya kembali pecah di jagat media sosial setelah hasil imbang kontra PSM Makassar memunculkan frustrasi mendalam. Suporter menilai performa tim tidak menunjukkan perkembangan signifikan, bahkan stagnan, meski sudah berada di bawah komando pelatih sementara, Uston Nawawi. Unggahan resmi klub pun langsung dibanjiri kritik tajam, seruan evaluasi, dan tuntutan perubahan drastis.

Kekecewaan Bonek kecewa Persebaya bukan lagi sekadar komentar bernada kesal. Dalam dua hari terakhir, lini komentar Instagram klub berubah menjadi arena protes terbuka. Suporter mempersoalkan rotasi pemain yang dinilai minim logika, pola permainan yang tak jelas, hingga keputusan teknis yang dianggap tidak sejalan dengan kebutuhan tim. Mereka menilai stagnasi bukan hanya soal hasil, tetapi menyangkut marwah klub yang menurut mereka kian tergerus.

Pada laga kontra PSM, situasi memanas ketika performa dua pemain asing disorot tajam. Perbicaraan tentang Bonek kecewa Persebaya kian menguat setelah Mihailo Perovic terlibat cekcok dengan lawan dan diganjar kartu kuning pada menit ke-47. Insiden tersebut dianggap mencerminkan kurangnya kontrol emosi pemain yang seharusnya justru memimpin situasi.

Kemarahan suporter tidak berhenti pada Perovic. Penampilan Raikovic menuai kecaman lebih besar setelah beberapa kali kehilangan kendali dalam perebutan bola. Pada menit 85–92, laga harus dihentikan untuk meredakan tensi pertandingan akibat respons emosional yang nyaris memicu keributan.

Bagi Bonek, insiden itu adalah indikasi ketidaksiapan mental dan lemahnya struktur permainan Persebaya di momen krusial. Ketika tensi laga meningkat, justru para pemain yang diharapkan menjadi motor stabilitas malah menjadi sumber kekacauan.

Namun puncak ledakan kemarahan suporter justru tertuju pada satu nama: Diego Maricio. Penyerang mahal dengan nilai transfer Rp 4,78 miliar itu kembali menghabiskan sebagian besar pertandingan di bangku cadangan. Diego baru tampil dua kali musim ini, dengan total menit bermain hanya 34 menit dari 13 pertandingan. Hal itu membuat publik menilai investasi klub terbuang percuma.

Dalam unggahan-unggahan protes, banyak Bonek menilai keputusan pelatih tidak sinkron dengan situasi tim yang membutuhkan sosok finisher berpengalaman. “Bagaimana mau menang kalau striker utama cuma jadi pajangan?” tulis salah satu komentar warganet. Kritik ini kemudian berkembang menjadi desakan evaluasi menyeluruh, baik kepada jajaran pelatih maupun manajemen.

Menurut suporter, hasil imbang bukan sekadar tambahan satu poin, melainkan sinyal gagalnya manajemen membaca momentum. Mereka menuntut perubahan nyata, bukan lagi permintaan maaf atau pernyataan normatif.

Di tengah gejolak suporter, muncul rumor kuat bahwa Uston Nawawi akan dipermanenkan sebagai pelatih kepala Persebaya. Dalam dua laga yang ia pimpin, Bajul Ijo memang tidak kalah, namun juga tidak menang—selalu bermain imbang. Publik mulai menimbang apakah kestabilan ini cukup menjadi dasar bagi manajemen untuk menetapkannya secara definitif.

Usai pertandingan melawan PSM, Uston menerima pertanyaan soal peluang dirinya menjadi pelatih tetap. Namun legenda Persebaya itu tidak memberi sinyal jelas.

“Kalau itu saya belum tahu,” ujarnya singkat. Pernyataan tersebut justru memperkuat spekulasi, mengingat manajemen hingga kini belum menunjukkan arah keputusan yang pasti.

Uston menegaskan bahwa dirinya hanya fokus menjalankan tugas sebagai pelatih sementara sambil menunggu keputusan klub. Ia mengaku tidak menerima target khusus, namun memahami bahwa Persebaya harus segera menemukan kembali momentum kemenangan.

“Kita memang harus mendapatkan kembali kemenangan. Kita sudah berusaha bersama tim. Mudah-mudahan di pertandingan berikutnya kita mendapatkan tiga poin lagi,” ucapnya.

Kini, semua mata tertuju pada manajemen. Apakah mereka akan mematenkan Uston sebagai pelatih tetap, atau mencari sosok baru untuk mengembalikan kejayaan Bajul Ijo? Laga berikutnya akan menjadi indikator penting yang bisa menentukan arah masa depan Persebaya. Suporter berharap perubahan nyata segera muncul—bukan hanya sekadar janji—karena gelombang Bonek kecewa Persebaya sudah mencapai titik tertinggi musim ini.

Editor : Anggi Septiani
#Diego Maricio #bonek #liga indonesia #persebaya #uston nawawi