Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Cerita Mahasiswi Blitar Mantan Atlet Voli Banting Setir ke Cabor Angkat Besi

Rahma Nur Anisa • Rabu, 10 Desember 2025 | 20:00 WIB

 

 

KUAT: Beril Risniyati Nur Wijaya menunjukkan medali perunggu dari Porprov Jatim 2025.
KUAT: Beril Risniyati Nur Wijaya menunjukkan medali perunggu dari Porprov Jatim 2025.

BLITAR - Perjalanan Beril Risniyati Nur Wijaya, warga Kelurahan Turi, Kecamatan Sukorejo, di dunia olahraga, sudah dimulai sejak duduk di bangku sekolah. Berawal dari voli, kemudian pada 2020 fokus terjun pada cabang olahraga (cabor) angkat besi. Pada Porprov Jatim 2025, dia sukses menyumbang medali perunggu untuk Kota Blitar.

Pengalaman berkompetisi di pekan olahraga provinsi (porprov) tidak hanya sekali, tetapi dua kali. Meski dua kali berkompetisi di ajang level regional pulang tanpa medali, semangatnya tidak menyerah dalam berlatih keras. Berkat ketekunan latihan rutin, semangat tinggi, dan doa ibu, akhirnya membuahkan hasil dengan menyumbangkan medali untuk daerah.

Perjalanan Beril di dunia angkat besi dimulai secara tidak terduga. Awalnya, dia adalah atlet voli yang aktif berlatih. Hingga ibunya mengajaknya ke tempat gym. "Dulu saya awalnya atlet voli, terus diajak ibu main ke tempat gym, jadi diajak ikut angkat berat," kenangnya. Ajakan sederhana itu membuka dunia baru baginya.

Setahun kemudian, momentum penting terjadi. PABBSI (Persatuan Angkat Besi, Binaraga, dan Angkat Berat Seluruh Indonesia) dipecah menjadi tiga cabang olahraga terpisah. Pada akhir 2020, Beril memutuskan pindah ke cabang olahraga angkat besi.

Namun, jalan menuju podium tidak mulus. Beril mengikuti porprov pertama dan kedua kalinya tanpa hasil. "Prosesnya lama. Latihannya juga ada tahapnya," ujarnya, mengakui perjalanan panjang yang harus dilalui.

Setiap latihan memiliki tingkatan tersendiri, dari membangun kekuatan dasar hingga teknik angkat yang sempurna. Bagi sebagian orang, dua kegagalan berturut-turut bisa mematahkan semangat. Namun tidak untuk Beril. Dia terus berlatih rutin, terus membangun mental, terus percaya pada prosesnya.

Dukungan lingkungan, terutama dari ibu yang pertama kali mengajaknya ke dunia angkat besi, menjadi kekuatan ekstra.

Porprov ketiga menjadi momen pembuktian. Beril akhirnya naik ke podium dengan meraih juara 3 dengan membawa pulang medali perunggu. "Alhamdulillah yang ketiga bisa juara," ujarnya dengan nada syukur.

Rahasia di balik kemenangan Beril sederhana namun konsisten. Latihan rutin, semangat tinggi, dan doa ibu. Tiga elemen itu menjadi formula yang dia pegang sejak awal hingga akhirnya meraih medali.

Baca Juga: Fenomena Clipper 2025: Editor Bongkar Cara Influencer Bayar Uang Jutaan untuk Kejar Engagement

"Kalau lomba gitu butuh mental yang bagus. Itu sama minum suplemen, makan yang berprotein, tapi berat badan juga harus terjaga," jelasnya. Keseimbangan antara nutrisi dan berat badan menjadi kunci performa optimal di atas panggung kompetisi.

Tantangan bertambah karena Beril juga harus menyeimbangkan karier atlet dengan kuliah di salah satu kampus swasta jurusan pendidikan olahraga. Namun, dia mengaku belum menemui kendala berarti. "Untuk kendala saat ini masih belum ada," ujarnya. Dukungan penuh dari lingkungan, terutama keluarga, membuat segalanya lebih ringan.

“Perjalanan menuju prestasi memang tidak selalu mudah. Ada lelah, ada gagal, ada rasa ingin berhenti. Tapi ingat, orang hebat bukan yang tidak pernah jatuh, melainkan yang selalu bangkit setiap kali terjatuh."

Pesan terakhirnya sederhana namun kuat: "Kamu mampu. Kamu kuat. Kamu berharga. Dan yang terpenting: mimpimu layak diperjuangkan. Semangat berproses, semangat berprestasi!"(*/c1/sub) (*)

Editor : M. Subchan Abdullah
#medali perunggu #bangku sekolah #voli #Olahraga #angkat besi #cabang olahraga (cabor) #Porprov Jatim 2025