BLITAR – Tekanan pekerjaan dan tuntutan hidup di usia produktif menjadikan pengelolaan stres sebagai salah satu pilar krusial dalam menjaga kesehatan fisik dan mental. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar menekankan, kebutuhan untuk healing atau pemulihan diri adalah hal yang wajar dan perlu dipenuhi, tetapi harus dilakukan secara proporsional agar tidak mengganggu produktivitas.
Kepala Dinkes Kabupaten Blitar, dr Christine Indrawati menjelaskan, mengelola stres adalah pilar kelima dari pola hidup sehat selain makan, bekerja, olahraga, dan istirahat. Stres yang tidak dikelola dengan baik dapat memicu berbagai penyakit seperti hipertensi.
"Jika ada tekanan, baik itu tekanan pikiran, fisik, maupun emosi, kita memang harus mengenali diri kita, bagaimana mengelola stres. Kalau misalnya ada tekanan di pekerjaan, ternyata kalau terus dilakukan sesuai tuntutan itu tubuh tidak istirahat bisa stres tersendiri," ujarnya.
dr Christine menekankan, healing tidak harus mahal atau bepergian jauh, tetapi cukup dengan menemukan cara yang efektif untuk melepaskan tekanan. "Tidak usah yang mahal-mahal, tapi cukup dengan meletakkan pekerjaan sejenak, mungkin nonton TV, atau memasak karena ada yang hobi masak, atau jalan-jalan keliling kota, naik motor, atau jalan beneran. Itu masing-masing orang harus pandai melihat dirinya," paparnya.
Namun, dr Christine memberikan peringatan keras terhadap praktik healing yang berlebihan dan tidak bertanggung jawab. Tujuan dari healing adalah mendapatkan energi kembali untuk menyelesaikan tugas dan pekerjaan, bukan untuk lari dari tanggung jawab.
"Tetapi juga tidak berarti healing aja terus, tidak selesai-selesai healing-nya, terus kerja ditinggal. Tidak boleh begitu juga. Jadi harus seimbang," tegasnya.
Pengelolaan stres yang baik juga menjadi kunci untuk mencegah penyakit kronis. Stres yang tinggi, terutama jika dikombinasikan dengan kurang tidur (begadang) dan pola makan buruk, merupakan faktor pemicu utama munculnya penyakit seperti hipertensi dan diabetes di usia produktif.
dr Christine berharap masyarakat Kabupaten Blitar mampu memilah dengan bijak antara waktu bekerja dan waktu istirahat. Dia juga mengingatkan bahwa healing adalah alat, bukan tujuan akhir, untuk mencapai hidup yang seimbang dan sehat.
"Tentu harus mampu memilah kapan saya mengerjakan, kapan saya istirahat, supaya nanti punya tenaga untuk menyelesaikan kerjanya," tutupnya. (kho/c1/ynu) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah