BLITAR – naturalisasi Ciro Alves kembali menjadi sorotan besar publik sepak bola Indonesia setelah Malut United membeberkan kronologi lengkap pengajuan kewarganegaraan sang penyerang. Kehadiran striker asal Brasil itu di Kantor Wilayah Kemenkumham Maluku Utara, Ternate, beberapa waktu lalu memicu spekulasi, termasuk peluang dirinya membela Timnas Indonesia. Namun manajemen Malut United memastikan bahwa pengajuan status WNI dilakukan murni untuk kepentingan pribadi dan keluarga, bukan karena target tim nasional.
Dalam penjelasannya, Asisten Manajer Malut United, Saleh Asgar, menegaskan bahwa langkah naturalisasi Ciro Alves merupakan keputusan yang sudah lama dipertimbangkan sang pemain. Sejak pertama kali datang ke Indonesia pada 2019, Ciro merasa semakin terikat secara emosional dan ingin menetap bersama keluarganya. Ia menyampaikan langsung niat tersebut kepada manajemen klub sebelum difasilitasi mengikuti prosedur resmi.
Langkah ini menimbulkan tanda tanya para pendukung sepak bola nasional, terutama terkait kemungkinan Ciro masuk radar Timnas Indonesia. Namun sejak awal, manajemen Malut United menegaskan bahwa fokus utama Ciro bukan pada pemanggilan tim nasional, melainkan pada karier jangka panjang di Indonesia.
Proses Naturalisasi Jalur Biasa Sesuai UU 12/2006
Asgar menjelaskan bahwa Ciro mengajukan naturalisasi melalui jalur biasa sesuai Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan. Berbeda dari naturalisasi istimewa seperti yang pernah diberikan kepada beberapa pemain timnas sebelumnya, jalur ini menuntut kelengkapan dokumen dari berbagai institusi, mulai dari Kementerian Imigrasi, Mabes Polri, BIN, hingga BNPT.
Saat kunjungan ke Kanwil Kemenkumham Maluku Utara, Ciro diperkenalkan langsung kepada jajaran pimpinan untuk memastikan verifikasi awal berjalan lancar. Hingga kini, dokumen pendukung masih terus dilengkapi baik oleh manajemen klub di Jakarta maupun tim Malut United di Ternate.
Apabila persyaratan selesai sebelum jendela transfer pertengahan musim Januari mendatang, Malut United berharap prosesnya bisa dipercepat sehingga keputusan presiden mengenai naturalisasi dapat terbit lebih cepat.
Bukan karena Timnas: Ciro Fokus Setia pada Malut United
Dalam sesi wawancara, Asgar menegaskan bahwa dari obrolan pribadi, Ciro Alves tidak memiliki target khusus untuk memperkuat Timnas Indonesia. Meskipun sangat mencintai Indonesia dan siap memenuhi panggilan timnas apabila sudah sah menjadi WNI, fokus Ciro saat ini sepenuhnya tertuju pada Malut United.
Sang pemain merasa nyaman tinggal di Ternate dan menilai atmosfer klub yang mengusung filosofi kekeluargaan sangat cocok dengan dirinya. Pendekatan ini, kata Asgar, menjadi alasan utama Ciro kerasan meski baru beberapa bulan membela Malut United.
Asgar juga membantah rumor yang menyebut Ciro ingin kembali ke Persib Bandung. Ia memastikan bahwa sang striker memiliki kontrak profesional hingga 2027, dan klub tidak ingin terjebak pada spekulasi tanpa dasar.
Naturalisasi Bermanfaat bagi Klub dan Karier Ciro
Jika naturalisasi disetujui, Malut United memperoleh keuntungan teknis berupa pembukaan slot pemain asing tambahan. Namun Asgar menekankan bahwa langkah ini murni pilihan pribadi Ciro, bukan strategi klub.
Bagi Ciro sendiri, menjadi WNI dianggap sebagai babak baru yang penting. Ia ingin menghabiskan sisa kariernya di Indonesia, membesarkan anaknya di sini, dan terus berkontribusi untuk perkembangan sepak bola nasional. Dua gelar Liga 1 bersama Persib dan peran historisnya di Persikabo menjadi bagian nilai tambah yang memperkuat rekam jejaknya selama enam tahun berkarier di tanah air.
David da Silva Belum Menyusul
Publik sempat menanyakan potensi pemain asing Malut United lainnya, David da Silva, untuk mengikuti jejak Ciro. Namun Asgar menegaskan bahwa hingga kini belum ada komunikasi atau permintaan dari David. Keputusan menjadi WNI, kata Asgar, merupakan hak pribadi dan tidak bisa dipaksakan.
Soal Timnas Indonesia, Ciro Masih Mengalir
Kembali pada isu timnas, Asgar menyebut bahwa keputusan dipanggil atau tidak sepenuhnya berada di tangan pelatih, terlebih setelah kegagalan Indonesia di kualifikasi Piala Dunia. Ciro memilih tidak berandai-andai. Fokus utamanya hanya satu: membawa Malut United meraih prestasi lebih baik dari musim sebelumnya. (*)
Editor : Bherliana Naysila Putri Suwandi