BLITAR – Menjelang dibukanya bursa transfer Super League 2025/2026, Persebaya Surabaya membuat gebrakan besar dengan dilaporkan menjadi kandidat terkuat untuk merekrut bek sayap kiri andalan PSM Makassar, Victor Lewis. Pemain asal Valetta ini memiliki nilai pasar sekitar Rp5,21 miliar dan menjadi komoditas panas di antara klub-klub besar Jawa Timur.
Kabar yang beredar menyebutkan bahwa Persebaya memiliki proposal yang paling konkret sejauh ini, mengungguli Arema dan Persik Kediri. Ketertarikan Bajul Ijo terhadap Victor Lewis bukan sekadar opsi rotasi, melainkan kebutuhan mutlak untuk mengisi sektor bek sayap kiri yang musim ini gagal tampil stabil.
Victor Lewis, Solusi Kelemahan Kiri Persebaya
Victor Lewis telah tampil konsisten sejak didatangkan PSM secara bebas transfer pada musim 2024/2025. Dalam dua musim terakhir, ia mencatatkan 53 pertandingan dengan total 4.525 menit bermain. Musim ini saja, ia tampil 12 kali dengan kontribusi impresif: 1 gol dan 4 assist.
Statistik ini menguatkan alasan Persebaya menjadikannya target utama. Jika transfer ini terealisasi pada jendela Januari 2026, Persebaya tidak hanya akan menambal kelemahan di sektor kiri pertahanan, tetapi juga meningkatkan kualitas build-up tim. Victor Lewis diharapkan dapat menjadi role krusial dalam fase progresi bola hingga final third yang musim ini masih mudah terbaca lawan.
Faktor kedekatan regional dan kesiapan slot pemain asing menempatkan Persebaya di posisi yang unggul dibandingkan klub luar negeri yang juga dikabarkan tertarik.
Misteri Pelatih Baru: Uston Nawawi Bungkam di Tengah Rumor
Di tengah kesibukan bursa transfer, Persebaya masih harus menghadapi masalah internal yang tak kunjung usai: kekosongan kursi pelatih kepala definitif. Hingga kini, Bajul Ijo masih dikomandoi oleh caretaker, Uston Nawawi, yang dibantu Shinsang Ju.
Uston Nawawi menegaskan bahwa penunjukan pelatih kepala sepenuhnya adalah kewenangan manajemen dan ia belum mendapat pemberitahuan resmi terkait kandidat sosok definitif.
"Menurut saya sendiri tidak ada masalah dan untuk kandidat juga belum ada pemberitahuan. Sekarang ini masih fokus ke tim saja," ujar Uston, memastikan dirinya tidak ingin larut dalam spekulasi rumor liar.
Dua pekan berlalu tanpa pelatih utama, namun Uston, yang sudah beberapa kali memegang kendali di situasi genting (sejak era Aji Santoso hingga Eduardo Perez), berhasil menjaga atmosfer latihan tetap stabil dan ritme tetap terjaga. Meskipun rumor Bernardo Tavares sempat menghangat sebelum dibantah, manajemen Persebaya Surabaya belum mengeluarkan rilis resmi apapun. Uston menegaskan, tim wajib tetap solid menjelang laga besar melawan PSM tanpa harus menunggu kepastian kursi pelatih penuh terlebih dahulu.
Duel Krusial: Alex Goncalves vs Rahmat Irianto
Bentrok krusial antara PSM Makassar versus Persebaya Surabaya dipastikan menghadirkan pertarungan kunci yang dapat menentukan alur pertandingan sejak menit awal: duel antara striker PSM, Alex Goncalves (Tankke), melawan center back darurat Persebaya, Rahmat Irianto (Rian).
Pertarungan Fisik Kontra Kecerdasan Taktis
Alex Goncalves (PSM): Tankke adalah ancaman utama PSM dengan fisik kuat, agresivitas tinggi, dan insting penyelesaian tajam. Kemampuannya menahan bola dan menusuk pertahanan lawan menjadikan Goncalves titik sentral serangan PSM, terutama dalam situasi transisi cepat.
Rahmat Irianto (Persebaya): Rian, yang aslinya gelandang bertahan, kini bertransformasi menjadi bek tengah dengan kedisiplinan taktis dan ketenangan luar biasa. Perubahan posisi ini membuat struktur bertahan Bajul Ijo lebih solid karena Rian mampu membaca pergerakan lawan, memotong suplai bola, dan menjaga garis pertahanan tetap kompak saat diserang secara direct.
Duel ini adalah pertarungan dua dunia: Agresivitas striker kontra kecerdasan pertahanan. Goncalves akan mencoba memaksakan duel satu lawan satu dan duel fisik, sementara Rian akan berusaha menghindari kontak berlebihan dan memaksa Goncalves keluar dari koridor favoritnya di kotak penalti.
Hasil dari duel individu ini akan sangat krusial: Jika Rian berhasil menjaga jarak ideal dan memotong suplai bola dari lini tengah PSM, serangan Juku Eja akan teredam. Sebaliknya, jika Goncalves mampu memecah marking dan memaksa Rian turun terlalu dalam, ritme serangan PSM akan terbuka lebar.(*)
Editor : Bherliana Naysila Putri Suwandi