BLITAR – Laga Persib vs Borneo FC pada pekan tunda BRI Super League 2025 menjadi salah satu pertandingan paling dramatis musim ini. Duel yang berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) tersebut menghadirkan kisah epic comeback Maung Bandung yang membuat publik sepak bola nasional terbelalak. Bahkan, sejumlah pengamat sepak bola menyebut kemenangan ini sebagai salah satu performa terbaik Persib di era Boyan Hodak.
Sorotan utama dari laga Persib vs Borneo FC ini adalah cara Maung Bandung bangkit dari ketertinggalan, mematahkan rekor tidak terkalahkan Borneo FC dalam 11 laga sebelumnya. Pada momen paling krusial, Ramon Tanke akhirnya “pecah telur” dan mencetak gol perdananya untuk Persib, yang menjadi titik balik kemenangan 3-1. Tak heran jika laga Persib vs Borneo FC langsung memicu gelombang reaksi dari bobotoh dan para analis sepak bola.
Pertandingan dimulai dengan tempo tinggi. Persib, yang tampil sebagai tuan rumah, langsung bermain ofensif. Serangan bertubi-tubi dilakukan sejak menit pertama, sementara Borneo FC memilih merapatkan lini belakang mereka. Meski begitu, justru tim tamu yang lebih dulu mencetak gol.
Pada menit ke-17, Joel Vinicius sukses memanfaatkan kelengahan lini pertahanan Persib. Umpan matang dari Mariano Peralta diselesaikan dengan sepakan datar yang tidak mampu dibendung kiper muda, Fitrah Maulana. Borneo FC unggul 1-0, dan situasi ini sempat membuat GBLA terdiam.
Meski tertinggal, Persib tidak mengendurkan tekanan. Ramon Tanke memperoleh dua peluang emas melalui sundulan pada menit ke-14 dan 27, namun keduanya digagalkan Nadeo Argawinata yang tampil luar biasa. Barulah pada menit ke-39, stadion pecah saat Ramon Tanke mencetak gol pertamanya—mengakhiri paceklik panjang sejak kedatangannya. Umpan akurat dari Beckham Putra disambut sundulan terbang yang menaklukkan Nadeo. Skor imbang 1-1 menutup babak pertama.
Memasuki babak kedua, Persib semakin agresif. Intensitas serangan meningkat, dan tekanan tinggi membuat Borneo FC kesulitan keluar dari wilayah pertahanannya. Puncaknya terjadi pada menit ke-50 ketika Federico Barba berhasil mencetak gol melalui tendangan voli memanfaatkan kemelut di depan gawang Pesut Etam.
Keunggulan 2-1 membuat Persib semakin percaya diri. Laga semakin panas dan tensi meningkat seiring upaya Borneo FC mengejar ketertinggalan. Namun Persib tampil jauh lebih efektif. Pada menit ke-86, sebuah skema free kick cepat diakhiri sepakan Sadil Ramdani yang memperlebar keunggulan menjadi 3-1. Gol ini sekaligus memastikan kemenangan meyakinkan bagi Maung Bandung.
Epic comeback ini menuai pujian dari berbagai pihak. Pengamat sepak bola nasional, Justinus Laksana atau Coach Justin, menilai Persib kini dihuni pemain dengan kualitas Eropa yang mampu menjaga konsistensi permainan, baik di liga domestik maupun kompetisi Asia.
Menurutnya, kemenangan Persib dalam duel panas melawan pemuncak klasemen bukan hanya soal teknik, tetapi juga soal mental. “Tim ini tidak goyah meski tertinggal. Mental juaranya terlihat,” ujarnya dalam analisisnya.
Pelatih Borneo FC, Fabio Araujo Lefundes, turut memberikan komentar usai laga. Ia menegaskan bahwa posisi klasemen tidak mencerminkan kekuatan Persib yang sebenarnya. Menurutnya, Persib tetaplah tim kuat dengan status juara bertahan dua musim beruntun.
“Saya tidak melihat Persib dari klasemen. Ini adalah juara bertahan. Kami tahu laga ini akan sangat sulit,” ujar Lefundes.
Winger Borneo, Mariano Peralta, juga menyebut persiapan timnya sudah maksimal, namun Persib tampil terlalu kuat di hadapan publik sendiri.
Kemenangan ini memperpanjang tren positif Persib ketika tampil di GBLA. Dalam dua musim terakhir, stadion ini dikenal angker bagi tim tamu. Meski sempat kalah dari Bali United, Maung Bandung tetap menunjukkan dominasi kuat setiap kali bermain di rumah sendiri.
Kapten Persib, Marc Klok, menilai dukungan penuh bobotoh menjadi energi tambahan. Ia menyebut tiket yang selalu sold out menjadi bukti bahwa Persib berada pada level yang berbeda. “Semoga kami bisa terus memberikan hadiah untuk suporter,” kata Klok.
Dengan kemenangan 3-1, Persib semakin mendekati Borneo FC di puncak klasemen. Dua pertandingan tabungan yang masih dimiliki Maung Bandung bisa menjadi penentu dalam persaingan gelar juara musim ini.
Editor : Anggi Septiani