BLITAR – Kabar Persebaya kembali memanas menjelang akhir tahun 2025. Bursa pelatih baru Green Force semakin riuh setelah nama Pep Munos muncul sebagai kandidat terkuat dengan peluang mencapai 36 persen, angka tertinggi dibanding calon lainnya. Situasi ini membuat seluruh elemen klub, termasuk Bonek, berada dalam fase penuh ketegangan karena keputusan final harus ditetapkan sebelum deadline administratif Liga 1.
Dalam tiga pekan terakhir, kabar Persebaya mengenai siapa pelatih definitif memang menjadi perbincangan utama. Keputusan manajemen memutus kerja sama dengan Eduardo Perez pada 22 November 2025 membuat kursi pelatih utama kosong. Posisi sementara kemudian diserahkan kepada legenda klub, Uston Nawawi, yang memimpin tim hingga manajemen menentukan sosok baru. Namun tenggat pendaftaran pelatih baru yang jatuh pada 25 Desember 2025 membuat proses seleksi tak bisa ditunda terlalu lama.
Persaingan Pelatih Memanas
Berdasarkan data yang dirilis akun fanbase analisis, Stats_RAWon, peluang calon pelatih dirilis dalam persentase yang memicu diskusi besar di kalangan suporter. Dalam daftar tersebut, Pep Munos memimpin dengan 36 persen, disusul Bernardo Tavares yang berada tepat di belakangnya dengan 35 persen. Di posisi selanjutnya ada nama Shin Tae-yong yang memiliki 10 persen, meski peluang itu dinilai lebih berasal dari harapan fans ketimbang pendekatan konkret.
Kejutan muncul karena sebelumnya Pep bukan nama dominan dalam rumor awal. Namun seiring mendekatnya batas waktu pendaftaran, namanya justru merangsek naik dan menjadi pusat perhatian. Statistik peluang itu memperkuat kabar Persebaya bahwa manajemen semakin condong pada pelatih asing yang memiliki rekam jejak panjang dalam penanganan tim dengan tekanan tinggi.
Risiko Denda Mengintai
Liga menetapkan aturan ketat soal pendaftaran staf pelatih. Keterlambatan akan dikenakan denda Rp100 juta, bahkan bisa naik menjadi Rp200 juta jika memasuki periode terlambat kedua. Kondisi ini membuat manajemen Persebaya tidak memiliki ruang manuver terlalu lebar. Keputusan harus keluar sebelum pertandingan kontra Persijap Jepara pada 28 Desember 2025 agar persiapan taktik berjalan optimal.
Di bawah komando sementara Uston Nawawi, performa Persebaya terbilang stabil meskipun belum sepenuhnya meyakinkan. Hasil imbang 1-1 melawan PSM Makassar pada 6 Desember 2025 membuat Persebaya kini berada di peringkat sembilan dengan 13 poin. Stabilitas itu cukup membantu tim tetap kompetitif, tetapi kebutuhan pelatih definitif tetap mendesak untuk menentukan arah permainan jangka panjang.
Jadwal Padat Jadi Tekanan Tambahan
Menjelang akhir Desember, Persebaya harus menjalani laga berat. Setelah menghadapi Borneo FC pada 20 Desember 2025, Green Force akan menjamu Persijap Jepara delapan hari kemudian. Tanpa pelatih definitif, persiapan strategi bisa menjadi kacau dan atmosfer ruang ganti berpotensi tak stabil. Hal inilah yang membuat kabar Persebaya soal penunjukan Pep Munos makin santer dan ditunggu.
Fokus Uston Nawawi pada Wonderkid Tony Firmansyah
Di tengah gonjang-ganjing kursi pelatih, Uston Nawawi memberikan komentar berbeda terkait salah satu pemain mudanya, Tony Firmansyah, yang kembali dipercaya memperkuat Timnas Indonesia U-23 di SEA Games 2025. Tony disebut sudah matang untuk mempertahankan gelar juara. Sang gelandang stabil sepanjang musim dan hampir selalu hadir dalam daftar pemanggilan tim nasional.
Menurut Uston, Tony bukan sekadar pemain muda potensial, melainkan aset penting Persebaya dan Indonesia. Pengalamannya di kompetisi internasional membuat karakter bermainnya jauh lebih matang dan konsisten dari pekan ke pekan. Uston bahkan memberikan pesan khusus sebelum sang pemain berangkat ke Thailand, berharap Tony bisa pulang membawa medali emas.
Sayangnya, Garuda Muda harus tumbang 0-1 dari Filipina setelah kebobolan oleh Otu Banatu. Kekalahan tersebut memaksa Indonesia mengejar status runner-up terbaik untuk lolos ke semifinal. Tony pun memikul beban besar dalam laga krusial berikutnya melawan Myanmar, di mana kemenangan menjadi harga mati bagi tim.
Menunggu Keputusan Final
Dengan berbagai tekanan dari sisi teknis, finansial, hingga jadwal, keputusan manajemen soal pelatih definitif akan menjadi titik krusial bagi perjalanan Persebaya sepanjang paruh musim kedua. Untuk saat ini, semua sorotan still tertuju pada Pep Munos sebagai kandidat terkuat. Keputusan yang diambil dalam beberapa hari ke depan akan sangat menentukan arah Green Force.
Editor : Bherliana Naysila Putri Suwandi