Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Pelatih Persebaya Masih Misteri: Peluang Pep Munos 36 Persen, Deadline Mepet dan Bonek Makin Resah

Bherliana Naysila Putri Suwandi • Jumat, 12 Desember 2025 | 01:00 WIB

 

Pelatih Persebaya Masih Misteri: Peluang Pep Munos 36 Persen, Deadline Mepet dan Bonek Makin Resah
Pelatih Persebaya Masih Misteri: Peluang Pep Munos 36 Persen, Deadline Mepet dan Bonek Makin Resah

BLITAR – Status pelatih Persebaya memasuki babak krusial menjelang akhir Desember 2025. Manajemen Green Force dikejar waktu untuk menentukan sosok yang akan memimpin tim di sisa Liga 1 musim ini, seiring semakin dekatnya deadline pendaftaran pelatih pada 25 Desember 2025. Di tengah tekanan waktu tersebut, nama Pep Munos mencuat sebagai kandidat terkuat dengan peluang mencapai 36 persen, berdasarkan data yang dirilis akun analisis Stats_RAWon di media sosial X.

Isu tentang siapa pelatih Persebaya selanjutnya memang menjadi perbincangan hangat dalam dua pekan terakhir. Setelah berpisah dengan Eduardo Perez, manajemen mempercayakan posisi caretaker kepada legenda klub, Uston Nawawi, sembari menyeleksi beberapa nama calon pelatih asing. Namun keputusan tidak bisa ditunda terlalu lama. Jika melewati batas waktu yang sudah ditetapkan Liga, Persebaya terancam terkena denda Rp100 juta, bahkan meningkat menjadi Rp200 juta jika masuk periode keterlambatan kedua.

Dalam daftar peluang yang dirilis Stats_RAWon, Pep Munos memimpin dengan 36 persen. Ia unggul tipis dari kandidat lainnya, yakni Bernardo Tavares yang memperoleh 35 persen. Nama pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, juga muncul dengan angka 10 persen, meski peluang tersebut lebih mencerminkan harapan sebagian suporter ketimbang pendekatan resmi dari manajemen.

Kemunculan nama Pep Munos sebagai kandidat utama cukup mengejutkan. Pada pekan sebelumnya, eks pelatih klub Eropa Timur itu tidak terlalu dominan dalam rumor yang beredar. Namun seiring makin dekatnya deadline, namanya justru naik ke permukaan dan mencuri fokus publik. Jika benar terpilih, Pep Munos diharapkan membawa perubahan signifikan pada konsistensi permainan Persebaya yang sempat naik turun di awal musim.

Situasi semakin pelik karena jadwal Green Force cukup padat pada sisa bulan Desember. Persebaya akan bertemu Borneo FC pada 20 Desember 2025, sebelum menjamu Persijap Jepara pada 28 Desember 2025. Tanpa pelatih definitif, persiapan taktik bisa terganggu, terutama untuk menentukan komposisi terbaik dan skema menyerang yang lebih agresif. Kondisi inilah yang bikin Bonek semakin gelisah, karena keputusan manajemen akan sangat menentukan arah tim ke depannya.

Di tengah gonjang-ganjing penentuan pelatih Persebaya, Uston Nawawi tetap membawa tim berlatih normal dan fokus pada dua pertandingan penting tersebut. Di bawah arahannya, Persebaya tampil lumayan stabil meskipun belum sepenuhnya meyakinkan. Hasil imbang 1-1 melawan PSM Makassar pada 6 Desember 2025 membuat Green Force berada di peringkat sembilan klasemen sementara dengan 13 poin.

Meski posisinya hanya caretaker, Uston tetap memberikan perhatian penuh pada perkembangan pemain muda, termasuk salah satu wonderkid Persebaya, Tony Firmansyah, yang kembali dipanggil memperkuat Timnas U-23 di SEA Games 2025. Uston menyebut Tony semakin matang dan siap mempertahankan gelar juara yang diraih Indonesia tahun lalu. “Dia punya kualitas, mental, dan pengalaman internasional. Itu modal besar,” ujar Uston sebelum melepas sang pemain ke Thailand.

Sayangnya, perjalanan Timnas U-23 tak berjalan mulus. Indonesia harus mengakui keunggulan Filipina 0-1 melalui gol Otu Banatu. Hasil itu memaksa Garuda Muda berjuang untuk meraih status runner-up terbaik demi lolos ke semifinal. Tony pun diharapkan tampil maksimal dalam laga selanjutnya melawan Myanmar, di mana kemenangan menjadi syarat mutlak.

Sementara itu, manajemen Persebaya masih tertutup soal kandidat final. Tidak ada pernyataan resmi terkait negosiasi dengan Pep Munos maupun pelatih lain. Namun sumber internal menyebut bahwa keputusan akan diambil maksimal beberapa hari sebelum deadline. Hal ini dilakukan agar pelatih baru bisa langsung memimpin persiapan kontra Persijap Jepara dan merancang strategi untuk putaran kedua Liga 1.

Meski kabar soal pelatih Persebaya masih simpang siur, antusiasme dan tekanan dari Bonek terus mengalir di media sosial. Banyak yang mendukung opsi pelatih asing berpengalaman, tetapi tak sedikit pula yang berharap Uston diberi kesempatan lebih lama. Namun pada akhirnya, manajemen harus membuat keputusan yang paling tepat demi menjaga stabilitas tim.

Dalam beberapa hari ke depan, Persebaya akan memasuki momen penentu. Jika manajemen memilih Pep Munos, perubahan gaya bermain dan pendekatan taktik mungkin akan langsung terasa. Jika nama lain yang dipilih, tekanan publik akan menjadi tantangan tersendiri. Yang pasti, masa depan Green Force kini sangat bergantung pada satu keputusan: siapa yang akan menjadi pelatih Persebaya selanjutnya.

Editor : Bherliana Naysila Putri Suwandi
#pelatih persebaya #Liga 1 2025 #persebaya surabaya #uston nawawi