BLITAR – Kabupaten Blitar tak hanya lekat dengan jejak sejarah sebagai Bumi Penataran, tetapi juga menyimpan beragam destinasi wisata alam yang masih terjaga keasriannya.
Salah satu yang kini mulai banyak dilirik masyarakat adalah Telaga Pacuh di Desa Penataran, Kecamatan Nglegok. Destinasi wisata ini menawarkan suasana alam yang sejuk dengan hamparan air telaga yang berpadu dengan rimbunnya pepohonan di sekeliling area wisata.
Telaga Pacuh menjadi pilihan menarik karena menyuguhkan pengalaman wisata alam dengan biaya yang ramah di kantong. Pengunjung cukup membayar tiket masuk sebesar Rp 5.000 per orang, ditambah retribusi parkir sepeda motor Rp 2.000. Dengan harga tersebut, pengunjung sudah bisa menikmati panorama telaga yang tenang sekaligus berbagai fasilitas penunjang yang tersedia di kawasan wisata ini.
Berdiri di atas lahan seluas sekitar 5,1 hektare, Telaga Pacuh menyajikan bentang alam yang menenangkan. Pepohonan yang tumbuh subur di sekeliling telaga menghadirkan udara sejuk, membuat tempat ini cocok untuk melepas penat dari aktivitas harian.
Penataan kawasan wisata yang dilakukan pengelola juga membuat Telaga Pacuh tampil lebih menarik dan Instagramable. Sejumlah spot foto seperti rumah kayu, jembatan bambu, hingga tepian telaga kerap dimanfaatkan pengunjung untuk berswafoto. "Saya tahu pertama kali dari sosial media dan menurut saya tempatnya bagus, jadi saya ke sini," jelas salah satu pengunjung, Sintiya Sari
Keberadaan Telaga Pacuh juga strategis karena berdekatan dengan sejumlah destinasi wisata lain di Kabupaten Blitar, seperti Candi Penataran dan Candi Gambar Wetan. Kedekatan ini memungkinkan wisatawan menyusun paket perjalanan wisata dalam satu rute sekaligus saat berkunjung ke Kabupaten Blitar.
Selain menikmati pemandangan, pengunjung juga bisa mencoba berbagai aktivitas yang tersedia. Anak-anak hingga orang dewasa dapat berenang di kolam renang yang telah disediakan pengelola. Aktivitas lain yang tak kalah diminati adalah bebek gowes untuk mengelilingi area telaga dengan tarif Rp 15.000. "Pengunjung juga bisa menikmati telaga menggunakan sepeda air," sambungnya.
Di sejumlah sudut kawasan wisata, pengunjung juga diperbolehkan menggelar tikar untuk piknik bersama keluarga atau teman. Kehadiran pedagang kaki lima yang menjajakan beragam makanan ringan, seperti bakso, pentol, dan jajanan anak, turut melengkapi kenyamanan pengunjung. "Fasilitas umum seperti musala, toilet, dan area parkir yang luas juga tersedia di lokasi," katanya.
Sintiya juga mengaku, terkesan dengan suasana Telaga Pacuh. Tempatnya adem, cocok buat santai bareng keluarga. Tiketnya juga murah, tapi fasilitasnya cukup lengkap. Destinasi wisata ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Dari Alun-alun Kota Blitar, jaraknya sekitar 15,7 kilometer dan dapat ditempuh dengan bantuan peta digital. (kho/c1/ynu) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah